Peran Forum Kota Kabupaten Sehat dalam Meningkatkan Kesehatan Masyarakat
Forum Kota Kabupaten Sehat atau FKKS ditargetkan dapat terbentuk hingga ke tingkat desa dan kecamatan di Kabupaten Serang. Forum tersebut diharapkan melibatkan berbagai unsur layaknya forum kabupaten sehat, sehingga keberadaannya menjadi efektif dalam membantu meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kabupaten Serang Istianah Hariyanti menjelaskan bahwa keberadaan FKKS di Kabupaten Serang tidak hanya sekadar memenuhi indikator dari 9 tatanan atau pun kelembagaan. Tujuan utamanya adalah mewujudkan Kabupaten Serang yang lebih sehat, lebih baik, dan bahagia.
“Untuk itu, ada beberapa hal yang harus kami kuatkan,” ujarnya kepada Kabar Banten usai pertemuan lintas sektor persiapan penilaian kabupaten/kota sehat tingkat Provinsi Banten 2026, di Aula Tubagus Suwandi, Jumat 5 Desember 2025.
Dalam kegiatan tersebut hadir Wakil Bupati Serang Muhamad Najib Hamas, Plt Kepala Dinkes Kabupaten Serang dr Rachmat Setiadi, serta sejumlah kepala OPD, perwakilan camat dan kades di lingkungan Pemkab Serang.
Persiapan untuk Keberadaan FKKS di Tingkat Kecamatan dan Desa
Menurut Istianah, salah satu hal yang perlu dipersiapkan adalah pembentukan forum kecamatan sehat dan Pokja Desa Sehat. Ia menyebut ini sebagai PR terbesar yang harus diselesaikan.
“Itu PR terbesar kita, karena tidak mudah tapi bukan hal yang tidak mungkin. Kita selalu optimistis,” ucapnya.
Selain itu, diperlukan penguatan sinergi, integrasi, koordinasi, dan kolaborasi dengan OPD yang terkait. FKKS Kabupaten Serang sudah memiliki tim pembina, dan akan lebih intens lagi melakukan rapat untuk memenuhi kriteria persyaratan kabupaten sehat.
“Insyaallah dengan semua unsur terlibat, termasuk unsur media, akademisi, dunia usaha, dan komunitas, kita bisa bersama-sama mewujudkan Kabupaten Serang yang lebih sehat,” tambahnya.
Untuk Pokja Desa Sehat, kata Istianah, akan dibentuk tim sendiri. Tim tersebut mirip dengan forum kabupaten sehat, dengan melibatkan berbagai unsur di masyarakat seperti tokoh agama, tokoh masyarakat, dan lainnya yang memiliki pengaruh atau potensi.
“Itulah yang nanti akan menjadi forum di Pokja Desa Sehat. Jadi diharapkan polanya mirip dengan kabupaten, melibatkan semua unsur,” tuturnya.
Langkah Awal dalam Pembentukan Forum
Sebelum forum tersebut dibentuk, dilakukan mapping terlebih dahulu untuk mengetahui siapa saja yang berperan dan bersedia terlibat. Karena di forum tersebut tidak ada anggaran, maka dipilih saja yang siap berjuang bersama.
“Selama ini saya yakin sudah banyak tokoh agama, tokoh masyarakat, dan komunitas yang berperan namun belum punya wadah. Nah, saat ini wadahnya adalah Forum Kecamatan Sehat dan Pokja Desa Sehat,” katanya.
Ia mengaku tidak memiliki target sampai kapan harus terbentuk, yang pasti diharapkan semua kecamatan dan desa terbentuk.
Peran Lintas Sektor dalam Menekan Angka ODF
Wakil Bupati Serang Muhamad Najib Hamas menjelaskan bahwa dalam persiapan penilaian kabupaten/kota sehat tingkat Provinsi Banten tahun 2026, yang harus dipersiapkan adalah menjaga kebersihan dengan melibatkan lintas sektor.
“Ada Kemenag, OPD, camat, dan desa yang terlibat,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa keberadaan FKKS berperan untuk menurunkan angka ODF atau BAB sembarangan. Minimal Kabupaten Serang harus mencapai 80 persen bebas ODF. Dalam kegiatan tersebut, ada beberapa kades yang diundang agar bisa membantu percepatan edukasi kepada masyarakat.
“Sekarang dari 326 desa, baru sekitar 250 desa yang bebas ODF, sisanya masih ada kejadian ODF. Nah itu nanti akan direview oleh kepala desa dan camat serta dinas terkait agar kita gotong-royong untuk meminimalisir angka-angka itu,” ujarnya.
Upaya untuk Menekan Angka ODF
Menurut dia, upaya untuk menekan angka ODF adalah dengan edukasi dan penyuluhan pentingnya hidup sehat. Selain itu, apabila masyarakat sudah menyadari bahwa tidak ODF adalah bagian dari hidup sehat, bantuan fisik dari OPD bisa disinergikan.
“Misalkan butuh bantuan kloset, karena kan banyak yang keluhannya enggak punya kloset,” katanya.
Ia menegaskan bahwa yang terpenting dalam menekan ODF adalah merubah mindset masyarakat melalui kolaborasi lintas sektor.
“Insyaallah kita bertahap, dan ditargetkan akhir tahun bisa tercapai batas minimal 80 persen,” ujarnya.











