Gagasan Adi Gunita dalam Seleksi Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Surabaya
Adi Gunita, yang saat ini menjabat sebagai Kepala Bidang Jalan dan Jembatan di Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Kota Surabaya, ikut serta dalam seleksi untuk posisi Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman serta Pertanahan (DPRKPP) Surabaya. Dalam presentasinya, ia menyampaikan berbagai gagasan terkait perumahan dan kawasan permukiman di Kota Pahlawan.
Salah satu isu utama yang disoroti oleh Adi adalah tingginya kebutuhan rumah di Surabaya. Menurut data dari RPJPD Surabaya, jumlah rumah tidak layak huni (Rutilahu) mencapai 5.800 unit, sementara backlog hunian mencapai 609.924 unit. Hal ini menunjukkan bahwa peningkatan kualitas perumahan dan kawasan permukiman sangat diperlukan.
Pembangunan Rumah Susun untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR)
Adi mengusulkan pembangunan rumah susun (rusun) bagi MBR sebagai solusi jangka panjang. Ia menekankan pentingnya pemanfaatan aset Pemerintah Kota Surabaya dalam pembangunan rusun. Menurutnya, penggunaan aset tersebut merupakan langkah realistis dan efektif untuk mengurangi backlog perumahan.
Ia juga menyarankan integrasi perencanaan ruang melalui Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) dan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR). Zona-zona intensitas tinggi yang telah ditentukan dalam RTRW dan RDTR menjadi potensi besar untuk dibangun rusun baru. Adi menilai bahwa hunian vertikal yang terencana akan menjadi solusi ideal untuk meningkatkan kualitas perumahan di Surabaya.
Selain itu, Arah pembangunan kota dalam RPJMD Surabaya menargetkan peningkatan suplai rusun MBR dan penyediaan lahan hunian yang terjangkau. Ini menjadi fondasi penting untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
Konsistensi Dokumen Tata Ruang dan Pembangunan
Menurut Adi, konsistensi antara dokumen tata ruang dan dokumen pembangunan menjadi landasan kuat dalam mempercepat penyediaan hunian vertikal. Ia menekankan pentingnya sinkronisasi SK Kawasan Kumuh dengan peta RDTR. Dengan sinkronisasi ini, pemerintah dapat menentukan lokasi intervensi secara lebih akurat, mulai dari penataan lingkungan hingga pembangunan rusun pada kawasan yang membutuhkan peningkatan kualitas hunian.
“Jika data kawasan kumuh tidak selaras dengan RDTR, intervensi kita tidak akan efektif. Integrasi spasial adalah kunci agar pembangunan rusun tidak sekadar memindahkan warga, tetapi betul-betul meningkatkan kualitas lingkungannya,” tambah Adi.
Kolaborasi Multipihak dalam Pembangunan Perumahan
Adi juga menyampaikan pentingnya kolaborasi multipihak dalam program penyediaan hunian. Menurutnya, pemerintah dapat berperan sebagai fasilitator perizinan dan regulasi, sementara pihak swasta memberikan kontribusi modal, teknologi, dan inovasi pemanfaatan ruang.
Dia menekankan perlunya partisipasi akademisi, komunitas, dan organisasi masyarakat dalam memastikan keberlanjutan program. Pembangunan perumahan tidak hanya bersifat fisik, tetapi juga membutuhkan tata kelola yang inklusif dan partisipatif.
“Pendekatan co-creation dan co-governance harus kita dorong agar penyediaan hunian menjadi bagian dari gerakan bersama. Bukan hanya proyek pemerintah semata,” ujarnya.
Proposal “Transformasi Perumahan dan Permukiman Surabaya”
Dalam presentasinya, Adi mengajukan proposal berjudul “Transformasi Perumahan dan Permukiman Surabaya Menuju Kota Layak Huni, Inklusif, dan Berbasis Inovasi Digital”. Proposal ini menyoroti dua isu prioritas yang penting untuk pengembangan Kota Pahlawan.
Adi menyampaikan penguatan perencanaan berbasis data spatial One Map One Policy yang integrasinya dengan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) sebagai One Source. Sistem ini adaptif, terintegrasi, dan terukur untuk mendukung smart governance.
Selain itu, ia membahas pembentukan lingkungan berkelanjutan melalui place making dan Kampung Pancasila. Implementasi sistem digital serta pemanfaatan big data dan AI juga menjadi fokus dalam proposal ini. Tujuannya adalah untuk meningkatkan efisiensi, ketepatan analisa, dan arah kebijakan di dalam Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman.











