Pengumuman Lowongan CPNS 2026: BRIN dan Kemenkeu Siapkan Formasi Baru
Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) akan membuka lowongan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) pada tahun 2026. Saat ini, BRIN sedang mempersiapkan formasi yang akan direkrut. Salah satu formasi yang menjadi prioritas adalah periset atau peneliti. Kepala BRIN Arif Satria menyatakan bahwa tambahan periset diperlukan untuk menutup kekurangan jumlah peneliti nasional yang masih jauh tertinggal dibanding negara maju.
“Ya, kita akan berjuang ke Kementerian PANRB agar bisa menambah jumlah periset, khususnya untuk bidang-bidang yang kita perlukan,” ujar Arif dalam sebuah acara di Jakarta.
Arif mengungkap bahwa saat ini Indonesia hanya memiliki sekitar 300 peneliti per satu juta penduduk, sementara beberapa negara maju telah mencapai 4.000 peneliti per satu juta penduduk. Kondisi tersebut menjadi hambatan dalam memperkuat kapasitas riset nasional.
Bidang Ilmu yang Dibutuhkan
Bidang ilmu yang menjadi prioritas dalam rekrutmen periset CPNS BRIN 2026 antara lain pemuliaan tanaman, nanoteknologi, genomics, antariksa, sains material, serta teknologi keberlanjutan. Selain itu, BRIN juga membuka peluang bagi lulusan ilmu sosial yang dibutuhkan untuk mendukung kajian lintas sektor.
“Saya kira seluruh aspek ini penting, namun yang paling penting adalah dia attached kepada sektor mana. Jadi bisa saja pangan, tapi orang satelit, orang material science,” terangnya.
Ia menegaskan bahwa riset modern tidak lagi dapat berjalan dalam sekat disiplin ilmu. Kolaborasi lintas bidang menjadi hal yang krusial agar hasil penelitian benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat.
Kemenkeu Akan Rekrut 300 Lulusan SMA
Sebelumnya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkap bahwa Kementerian Keuangan (Kemenkeu) akan merekrut CPNS pada tahun 2026. Kemenkeu akan menyediakan 4.350 kuota pada penerimaan CPNS 2026. Lowongan tersebut terbuka untuk lulusan Politeknik Keuangan Negara STAN (PKN STAN) maupun di luar STAN, termasuk jebolan SMA.
Purbaya menegaskan bahwa dibukanya rekrutmen dari luar STAN tidak berarti menghapus jalur STAN. Kemenkeu tetap mempertahankan porsi lulusan PKN STAN sesuai kebutuhan formasi. Salah satu kebutuhan mendesak Kemenkeu adalah tenaga lapangan di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC).
“Kita akan rekrut 300 lulusan SMA dari seluruh Indonesia. Direkrut di masing-masing lokasinya nanti,” kata Purbaya.
Rencana Pembukaan Lowongan CASN
Dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 70 Tahun 2025 tentang Renstra Kemenkeu 2025–2029, pemerintah menetapkan rencana pembukaan lowongan CASN secara berkala. Rinciannya sebagai berikut:
- 2025: 2.100 formasi
- 2026–2029: masing-masing 4.350 formasi per tahun
- Total 2025–2029: 19.500 formasi
Pembukaan rekrutmen besar-besaran ini dilakukan untuk mengantisipasi banyaknya pegawai yang memasuki masa pensiun. Berdasarkan data Human Resources Information System (HRIS), setidaknya 5.738 pegawai Kemenkeu akan memasuki batas usia pensiun dalam periode 2025–2029.
Seleksi ASN 2026 Zero Growth
Sebelumnya, Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN), Zudan Arif Fakrulloh, mengatakan bahwa penerimaan CPNS tahun depan hanya difokuskan untuk menggantikan pegawai yang pensiun, meninggal dunia, atau berhenti bekerja. “Rekrutmen ASN 2026 dilakukan dengan prinsip zero growth. Artinya, jumlah ASN secara nasional tetap, hanya berganti posisi sesuai kebutuhan instansi,” ujar Zudan dalam rilis resmi.
Langkah ini merupakan bagian dari agenda reformasi birokrasi nasional yang menekankan efisiensi dan optimalisasi sumber daya manusia. Pemerintah juga berupaya mengalihkan fokus belanja negara dari gaji pegawai ke sektor pelayanan publik yang lebih berdampak bagi masyarakat.
Formasi yang kemungkinan besar akan tetap dibuka ialah posisi strategis, seperti tenaga digital, analis kebijakan, serta jabatan fungsional yang menunjang transformasi birokrasi modern.
Reporter berita yang mengutamakan akurasi dan objektivitas. Ia memiliki ketertarikan pada isu sosial dan ekonomi, serta mengikuti perkembangan dunia digital. Waktu luangnya dihabiskan untuk membaca laporan penelitian, mendengarkan podcast edukasi, dan berjalan santai di taman kota. Motto: "Fakta adalah kompas bagi setiap penulis."











