Latar Belakang Mulyono dan Pemecatannya dari Jokowi Center
Mulyono, seorang tokoh yang dikenal sebagai pendiri Jokowi Center, mengalami pemecatan dari organisasi tersebut setelah menghadiri acara mimbar rakyat bertajuk “Pemakzulan Gibran dan Adili Jokowi” di Kota Solo pada 28 Oktober 2025. Acara ini digelar di depan Gedung Umat Islam dan dihadiri oleh sejumlah orator seperti Rismon Sianipar, Rizal Fadillah, serta terpidana ujaran kebencian Alfian Tanjung.
Pemecatan Mulyono dilaporkan oleh ketua Jokowi Center kepada Jokowi pada Selasa (11/11/2025). Menurut informasi yang diperoleh, penonaktifan Mulyono telah dilakukan sejak 3 November 2025. Ketua Umum Jokowi Center, Hery Setiawan, menjelaskan bahwa Mulyono membuat acara tersebut tanpa pemberitahuan ke Jokowi, sehingga dianggap bertindak atas nama pribadi, bukan atas nama relawan JC.
Hery menegaskan bahwa pihaknya telah memberikan sanksi kepada Mulyono dan menyampaikan surat sanksi tersebut. Ia juga menyatakan bahwa KTA (Kartu Tanda Anggota) Mulyono telah dicabut, sehingga segala tindakan yang dilakukannya tidak lagi memiliki hubungan dengan Jokowi Center.
Peran Jokowi Center dalam Mendukung Jokowi
Jokowi Center adalah sebuah organisasi relawan yang didirikan sekitar seminggu setelah kemenangan Jokowi dalam Pemilihan Gubernur DKI Jakarta pada pertengahan Juli 2014. Organisasi ini terus mendorong Jokowi untuk ikut dalam konstelasi Pilpres 2014. Relawan Jokowi Center tersebar di berbagai daerah di Indonesia, termasuk Jawa Tengah.
Di Jateng, posko Jokowi Center didirikan di Solo pada Jumat (23/5/2014) malam. Deklarasi dilakukan di warung wedangan (angkringan) di Jalan Kol Sutarto, Solo, dan ditandai penyematan pin bergambar Jokowi oleh Fransica Sestri, salah satu pejabat di Grup Mustika Ratu. Acara ini melibatkan puluhan anak muda dari berbagai daerah di Jateng dan turut dihadiri Putri Indonesia Jateng 2014, Rahmi Wijiharti.
Seiring terpilihnya Jokowi sebagai Presiden RI pada 2014, Jokowi Center terus berkembang hingga Pilpres 2019. Organisasi ini juga melebarkan sayapnya dalam berbagai bidang, termasuk dalam mendukung swasembada pangan.
Inisiatif Jokowi Center dalam Swasembada Pangan
Dalam rangka mendukung swasembada pangan, Jokowi Center bekerja sama dengan PT Agape Sinar Nusantara dan PT Surya Cipta Gemilang untuk memulai rencana pembuatan food estate di Merauke, Papua. Langkah ini diungkapkan oleh Perwakilan PT Agape Sinar Nusantara, Jony Eko Saputro, yang menandai penandatanganan kerja sama ketiga pihak di Solo, Jawa Tengah, pada Selasa (14/5/2024).
Melalui kerja sama ini, diharapkan pembangunan food estate dapat meningkatkan kemampuan Merauke menuju swasembada pangan. Hal senada disampaikan oleh Ketua Umum Jokowi Center, Hery Setiawan, yang menyatakan bahwa swasembada pangan dapat diwujudkan lewat food estate tersebut.
Lahan seluas 200 ribu hektare akan diolah untuk memproduksi sembako, kosmetik, obat-obatan hingga produk hewani. Hery juga menyatakan bahwa pihaknya telah melakukan persiapan dalam bentuk pembangunan pabrik pupuk di Merauke Papua. Pupuk ini diproduksi khusus untuk tanah Papua yang memiliki kondisi khusus.
Selain itu, pihaknya telah membangun pabrik pupuk di Ngawi, Jawa Timur. Lokasi ini juga akan dijadikan wisata pertanian untuk mengedukasi masyarakat. “Integrated farming dengan wisata edukasi pertanian akan menjadi rancangan yang akan diaplikasikan pelaksanaannya di Merauke,” jelas Hery.
Mimbar Bebas yang Mengkritik Jokowi dan Gibran
Mimbar bebas yang digelar oleh pihak-pihak yang selama ini berseberangan dengan Jokowi mengangkat isu tentang pencalonan Gibran yang dinilai cacat konstitusi. Wakil Ketua TPUA Rizal Fadillah mengungkit proses pencalonan Gibran yang dinilai tidak sesuai aturan. Ia menilai Gibran sebagai figur yang cacat, baik secara konstitusi maupun administrasi.
Selain itu, riwayat Gibran juga dinilai bermasalah. Ijazah yang ia gunakan untuk mencalonkan diri dinilai tidak sah. “Gibran adalah orang yang cacat akademik. Ijazahnya palsu. Sama saja bapak dan anak,” jelasnya. Ia pun mendesak agar Jokowi diadili karena dianggap menggunakan ijazah palsu. Ia juga meminta Gibran dimakzulkan.
“Ayo kita bergerak rakyat mendesak secara konstitusional Jokowi diadili Gibran diadili dan dimakzulkan juga,” tuturnya.











