Gowa dalam Sorotan: Berita Terkini, Cerita Menarik
Bisnis  

Warren Buffett Mundur dari Investasi, Akan Donasikan Rp 2.400 Triliun ke Yayasan Keluarga

Perjalanan Warren Buffett di Berkshire Hathaway

Setelah hampir enam dekade memimpin perusahaan Berkshire Hathaway, sosok legendaris Warren Buffett akhirnya bersiap untuk menutup bab panjang kepemimpinannya. Dalam surat tahunannya kepada para pemegang saham, tradisi yang telah ia tulis sejak tahun 1965, Buffett mengumumkan bahwa dirinya akan “going quiet” atau perlahan mundur dari sorotan publik setelah resmi turun sebagai CEO di akhir tahun 2025.

Meski begitu, pria yang dijuluki “Oracle of Omaha” belum benar-benar akan pergi. Ia tetap akan menulis pesan tahunan setiap Hari Thanksgiving dan berencana untuk meningkatkan kegiatan filantropinya, termasuk mendonasikan seluruh sisa saham Berkshire Hathaway miliknya senilai 149 miliar dollar AS atau sekitar Rp 2.400 triliun ke sejumlah yayasan keluarga.

Buffett menjelaskan bahwa langkah ini dilakukan agar warisan kekayaannya bisa disalurkan sepenuhnya semasa hidupnya. “Untuk memastikan seluruh warisan saya dapat disalurkan sebelum pengurus yayasan berikutnya menggantikan mereka, saya harus mempercepat pemberian donasi semasa hidup,” tulis Buffett dalam suratnya.

Tongkat kepemimpinan Berkshire Hathaway akan diteruskan kepada Greg Abel, wakil ketua divisi non-asuransi yang kini berusia 63 tahun. Abel telah ditunjuk sebagai penerus resmi sejak 2021 dan kembali mendapat pujian dari Buffett dalam surat terakhirnya. “Greg telah melampaui ekspektasi tinggi saya sejak pertama kali saya memikirkannya sebagai penerus CEO Berkshire,” ujarnya.

Meski menyadari usianya yang sudah tidak muda, Buffett mengaku masih dalam kondisi cukup baik. Ia masih datang ke kantor lima hari dalam sepekan untuk bekerja bersama timnya. “Saya cukup terkejut karena masih merasa baik. Meskipun saya bergerak lambat dan membaca dengan sedikit kesulitan, saya tetap berada di kantor lima hari seminggu, bekerja dengan orang-orang hebat,” ungkapnya.

Sebagai bagian dari komitmennya untuk berbagi, Buffett telah mengonversi 1.800 lembar saham kelas A menjadi saham kelas B yang lebih murah dengan nilai total 1,35 miliar dollar AS, dan menyalurkannya ke empat yayasan keluarga pada awal pekan ini. Ia menegaskan niatnya bukan hanya meninggalkan kekayaan, tetapi juga memberi teladan tentang kesederhanaan dan tanggung jawab sosial di balik kekayaan besar.

Kinerja Berkshire Hathaway Tetap Tangguh

Meski bersiap meninggalkan kursi CEO, kinerja Berkshire Hathaway tetap tangguh. Saham Berkshire Hathaway (BRK.B) telah naik lebih dari 10 persen sepanjang tahun ini, dengan nilai kapitalisasi pasar menembus 1 triliun dollar AS. Buffett menilai prospek bisnis Berkshire masih cukup kuat, dipimpin oleh sejumlah unit usaha unggulan.

Namun, ia tetap realistis. “Satu atau dua dekade ke depan, akan ada banyak perusahaan yang melampaui Berkshire; ukuran kami membawa konsekuensinya sendiri,” tulisnya.

Selama enam dekade terakhir, Buffett telah menjadi simbol kapitalisme Amerika yang rendah hati. Rapat tahunan Berkshire Hathaway bahkan dijuluki “Woodstock for Capitalists”, karena selalu menarik ribuan investor dari seluruh dunia. Buffett dikenal tak segan berbaur dengan para pemegang saham, menikmati es krim Dairy Queen, dan menyapa penggemarnya di tengah kerumunan, pemandangan langka untuk seorang miliarder.

Di balik kesuksesan finansialnya, Buffett selalu menekankan prinsip kesabaran, kejujuran, dan fokus pada nilai jangka panjang. Di tengah dunia keuangan modern yang penuh dengan ekspektasi cepat, Buffett tetap menjadi simbol bahwa investasi sejati membutuhkan waktu dan keyakinan.

Kini, meski akan lebih jarang tampil di publik, semangatnya untuk berbuat baik tetap menyala. “Saya mungkin akan lebih banyak diam,” tulis Buffett. “Tetapi cinta saya untuk Amerika, kapitalisme, dan umat manusia tidak akan pernah berhenti,” lanjutnya.

Hasnah Najmatul

Penulis yang dikenal teliti dalam riset dan penyajian data. Ia menaruh minat pada dunia ekonomi, statistik ringan, dan analisis tren. Di waktu luang, ia menikmati sudoku, membaca artikel panjang, dan mendengarkan musik instrumental. Motto: “Akurasi adalah bentuk tanggung jawab.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *