Gowa dalam Sorotan: Berita Terkini, Cerita Menarik
Bisnis  

Gigi Ompong Berbahaya bagi Kesehatan Jangan Anggap Remeh

"Kesalahan Umum yang Sering Dilakukan saat Mengalami Gigi Ompong, Yuk Hindari!"

beritagowa.com – JAKARTA – Kondisi gigi yang ompong dan dibiarkan tanpa penanganan medis dapat berdampak buruk bagi kesehatan mulut dan keseluruhan tubuh. Namun, masih banyak orang yang mengabaikan masalah gigi ompong ini. Lantas, apa yang sebenarnya terjadi jika gigi ompong dibiarkan tanpa penanganan medis?

Masalah kesehatan gigi merupakan hal yang umum terjadi di Indonesia. Berbagai masalah gigi seperti gigi berlubang, tanggal, atau ompong seringkali terjadi. Menurut data dari Kementerian Kesehatan pada tahun 2023, sekitar 21% penduduk Indonesia mengalami masalah gigi yang hilang, dicabut, tanggal, atau ompong. Penyebaran tertinggi terjadi pada kelompok usia 65 tahun ke atas, yaitu sebesar 46,5%. Namun, masalah gigi ompong juga dapat terjadi pada semua kelompok usia, termasuk mereka yang berada di usia produktif.

Ketua Departemen Prostodonsia Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Gadjah Mada (FKG UGM) drg. Murti Indrastuti M.Kes., Sp. Pros (K) menjelaskan bahwa kehilangan gigi dapat terjadi pada semua usia dan memiliki berbagai penyebab. Mulai dari perilaku kesehatan gigi yang buruk, diet yang tinggi gula, trauma akibat kecelakaan, gum disease, kebiasaan merokok, hingga kondisi lainnya. Jika gigi ompong dibiarkan dalam waktu lama, dampaknya dapat mempengaruhi kemampuan fisik dan estetika wajah.

Lantas, apa saja bahaya yang dapat terjadi jika gigi ompong dibiarkan terlalu lama? Berikut adalah beberapa bahaya yang dapat diakibatkan.

1. Pengaruh Kehilangan Gigi terhadap Kemampuan Bicara

Kehilangan gigi dapat memengaruhi kemampuan seseorang dalam berbicara. Saat gigi ompong, cara pelafalan saat berbicara dapat berubah dan pengucapan menjadi kurang jelas, sehingga mengganggu komunikasi sehari-hari. Hal ini dapat mempengaruhi hubungan sosial dan interaksi dengan orang lain.

Askanah Ratifah

Penulis yang memiliki perhatian besar pada dunia kesehatan dan kesejahteraan masyarakat. Ia suka mengikuti jurnal kesehatan, melakukan yoga, dan mempelajari resep makanan sehat. Menurutnya, informasi yang benar adalah kunci hidup lebih baik. Motto: “Tulisan yang sehat membawa pembaca sehat.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *