beritagowa.com – McDonald’s (McD) membenarkan bahwa bawang bombai menjadi sumber bakteri E. Coli yang ditemukan pada burger Quarter Pounder mereka, yang menyebabkan wabah di beberapa negara bagian di Amerika. Menurut laporan, bahan ini dipasok oleh Taylor Farms, yang juga merupakan pemasok bawang untuk menu McD tersebut.
Taylor Farms, yang bertanggung jawab atas penarikan beberapa produk bawang mentah sebagai tindakan pencegahan, telah mengumumkan bahwa ada potensi kontaminasi E. coli pada bahan tersebut. Hal ini menyebabkan restoran-restoran seperti McD untuk menghentikan penggunaan dan memusnahkan bawang tersebut secepat mungkin.
Berdasarkan laporan dari NBC News, Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA) serta Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) telah menemukan bahwa irisan bawang bombai yang digunakan pada burger McD diduga sebagai sumber kontaminasi E. coli. Namun, pihak FDA masih terus menyelidiki sumber wabah ini.
Seorang juru bicara dari FDA mengatakan bahwa Taylor Farms sedang diselidiki sebagai kemungkinan sumber wabah E. coli yang terkait dengan burger McD. Namun, hingga saat ini belum ada informasi yang jelas mengenai asal bawang bombai tersebut, baik dari jaringan restoran maupun petugas kesehatan masyarakat.
Di sisi lain, seorang juru bicara dari McD mengungkapkan bahwa bawang bombai yang digunakan berasal dari satu pemasok dan diproses di satu fasilitas. Setelah diiris dan dikemas, bawang tersebut didistribusikan ke restoran-restoran sebagai sayuran mentah dalam kantong-kantong tersendiri.
Saat ini, jumlah kasus yang terkait dengan wabah E. Coli terus bertambah. Setidaknya ada 75 orang yang terinfeksi dan satu orang meninggal dunia, termasuk dua pasien yang dirawat di rumah sakit karena mengalami sindrom uremik hemolitik, komplikasi serius yang dapat terjadi akibat infeksi bakteri E. coli.











