beritagowa.com – Texas – Roblox , game populer dengan hampir 400 juta log-in setiap bulan, akan segera memperkenalkan fitur kontrol yang memungkinkan orangtua untuk memantau aktivitas anak-anak di bawah usia 13 tahun. Keputusan ini diambil setelah meningkatnya kekhawatiran dari orangtua tentang keselamatan anak-anak mereka saat bermain game tersebut.
Seperti dilaporkan oleh The Verge, Roblox menjadi sorotan setelah ditemukan banyak kasus pelecehan anak dan konten berbahaya di platform tersebut. Dengan mayoritas pengguna berusia 15 tahun atau lebih muda dan seperlima di bawah usia sembilan tahun, banyak orang tua merasa khawatir dengan keamanan anak-anak mereka yang menggunakan platform tersebut.
Investigasi terbaru dari firma investasi Hindenburg Research menemukan adanya akun-akun yang memperdagangkan materi pelecehan anak dan bahkan ada ratusan akun yang menggunakan nama Jeffrey Epstein, seorang pelaku kejahatan seksual. Hindenburg menyebut Roblox sebagai “neraka pedofilia” dan menuduh perusahaan tersebut gagal melindungi jutaan pengguna mudanya dan tidak memoderasi konten yang ada di platform tersebut.
Namun, Roblox membantah semua tuduhan tersebut dan menegaskan bahwa keselamatan pengguna adalah prioritas utama bagi mereka. Perusahaan senilai USD26 miliar tersebut mengatakan bahwa mereka memiliki tindakan pencegahan yang kuat untuk mencegah aktivitas jahat atau merugikan di platform mereka.
Perusahaan tersebut juga menambahkan bahwa tuduhan dari Hindenburg mungkin didorong oleh keuntungan yang akan mereka peroleh jika saham Roblox turun. Namun, Roblox tetap berkomitmen untuk menjaga keselamatan dan pengalaman positif bagi puluhan juta pengguna dari segala usia yang menggunakan platform mereka.











