Gowa dalam Sorotan: Berita Terkini, Cerita Menarik
Bisnis  

Seniman Dunia Tolak Karya AI, Ini Alasannya

"Karya AI Ditolak Oleh Para Seniman Dunia, Penyebabnya Mengejutkan"

beritagowa.com – Seorang seniman media sintetis bernama Jason Allen telah menjadi sorotan setelah karyanya yang dibuat oleh AI, “Théâtre D’opéra Spatial” dari Midjourney memenangkan kompetisi seni tingkat negara bagian. Karya AI tersebut telah menjadi viral dan menuai berbagai tanggapan dari masyarakat.

Namun, Kantor Hak Cipta menolak untuk mendaftarkan karya tersebut. Mereka mengklaim bahwa karya tersebut sepenuhnya dibuat oleh AI dan untuk proses pendaftaran hak cipta, diperlukan lebih banyak kepengarangan manusia daripada sekadar memasukkan perintah ke Midjourney.

Allen tidak menyerah begitu saja dan mengajukan banding atas keputusan tersebut. Ia menduga bahwa perhatian negatif media terhadap karya tersebut telah memengaruhi persepsi dan penilaian pemeriksa Kantor Hak Cipta. Ia juga menyatakan bahwa pemeriksa tersebut mempertimbangkan faktor-faktor yang tidak tepat, seperti reaksi publik, untuk mencapai keputusan tersebut. Allen menegaskan bahwa ia tidak memiliki kendali atas cara AI menganalisis, menafsirkan, atau menanggapi permintaan tersebut.

Allen juga menyatakan bahwa ia tidak menggunakan Midjourney untuk menghasilkan gambaran acak, melainkan sebagai alat untuk mengeluarkan gambaran tertentu dari kepalanya. Ia mengatakan bahwa ia awalnya membayangkan seorang wanita dalam gaun bergaya Victoria yang mengenakan helm luar angkasa saat memainkan opera di atas panggung, dengan pakaian yang merupakan perpaduan antara pesona dunia lama dan sentuhan futuristik.

Allen juga menyoroti aturan yang menentukan proses peninjauan hak cipta dan menyatakan bahwa aturan tersebut terlihat sangat sewenang-wenang. Ia juga mengungkapkan kebingungannya atas penolakan hak cipta yang telah menyebabkan kebingungan dalam semua karya yang dihasilkan AI, bukan hanya karya seni dari Midjourney. Allen juga memperingatkan bahwa seiring dengan kemajuan AI, akan semakin sulit bagi Kantor Hak Cipta untuk membuat keputusan tentang kepengarangan tersebut.

Allen berharap bahwa juri akan membatalkan penolakan tersebut karena menurutnya, ada lebih banyak kepengarangan manusia dalam karya AI-nya daripada yang dipertimbangkan oleh Kantor Hak Cipta. Kit Walsh, seorang pengacara senior yang fokus pada hukum hak cipta untuk lembaga nirlaba Electronic Frontier Foundation (EFF), juga mengomentari masalah ini dan menyatakan bahwa Kantor Hak Cipta telah melakukan hal yang benar.

Badriyah Fatinah

Reporter yang menaruh minat pada isu-isu transportasi, publik, dan urbanisasi. Ia gemar naik kereta untuk mengamati dinamika kota, membaca laporan transportasi, dan memotret suasana perjalanan. Motto: “Setiap perjalanan menyimpan cerita baru.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *