Kiprah KH Anwar Iskandar dalam Pemimpinan MUI 2025-2030
KH Anwar Iskandar kembali terpilih sebagai Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) periode 2025-2030. Penetapan ini dilakukan melalui Musyawarah Nasional (Munas) XI, yang menunjukkan kepercayaan besar dari para ulama dan tokoh masyarakat. Profil KH Anwar Iskandar yang kuat, rekam dakwah panjang, serta warisan keilmuannya menjadi alasan utama di balik pemilihannya.
Sebagai sosok ulama NU yang disegani, KH Anwar Iskandar dikenal memiliki kemampuan kepemimpinan yang solid. Ia juga aktif dalam menjaga nilai kebangsaan dan harmoni kehidupan umat beragama. Pemilihan menggunakan sistem Ahlul Halli wal Aqdi dengan 19 anggota formatur yang dipercaya menentukan arah organisasi sekaligus memastikan proses berjalan penuh kehati-hatian.
KH Anwar Iskandar lahir pada 24 April 1950 dan tumbuh dalam tradisi pesantren, menjadikannya sosok matang yang dihormati dalam perbincangan keagamaan. Sebagai Wakil Rais Aam PBNU, ia menunjukkan konsistensi dalam menjaga nilai kebangsaan dan harmoni kehidupan umat beragama. Selain itu, ia juga aktif di ranah politik, pernah menjadi anggota MPR pada 1998 serta memimpin DPP PKNU pada 2008.
Kiprahnya dalam berbagai lini menunjukkan konsistensi dalam menjaga moderasi dan nilai kebangsaan, terutama ketika menghadapi isu-isu sosial yang berkembang cepat. Dedikasinya membuat KH Anwar Iskandar dianugerahi Bintang Mahaputera Pratama oleh Presiden Prabowo Subianto sebagai bentuk penghargaan atas kontribusinya bagi bangsa.
Riwayat Pendidikan dan Karier
Pendidikan awal KH Anwar Iskandar dimulai di bawah bimbingan ayahnya di Pesantren Mambaul Ulum Banyuwangi sebelum menamatkan Madrasah Aliyah pada tahun 1964 dengan prestasi baik. Pada 1967, ia mendalami ilmu agama di Pesantren Lirboyo selama empat tahun, sebuah masa yang memperkaya wawasan keislamannya melalui bimbingan KH Mahrus Aly.
Ia juga menimba ilmu dari Pesantren Al-Falah Ploso dan Al-Anwar Sarang, menjadikan pemahamannya terhadap fiqh dan tafsir lebih luas serta kokoh secara keilmuan. Jenjang akademiknya berlanjut dengan meraih gelar sarjana muda di Universitas Islam Tribakti pada 1969, lalu melanjutkan pendidikan di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.
Setelah menyelesaikan studinya, KH Anwar Iskandar memilih berdakwah dan menetap di Kediri untuk membina santri serta memperkuat peran pesantren dalam kehidupan masyarakat. Selain berdakwah, ia juga aktif berorganisasi dan pernah menjabat sebagai anggota MPR utusan Jawa Timur pada 1998 serta memimpin DPP PKNU pada tahun 2008.
Susunan Pengurus MUI 2025-2030
Berikut adalah susunan pengurus MUI periode 2025-2030:
Dewan Pertimbangan MUI
- Ketua: KH Ma’ruf Amin
- Sekretaris: KH Zainut Tauhid Sa’adi
Dewan Pimpinan MUI
- Ketua Umum: KH. M. Anwar Iskandar
- Wakil Ketua Umum:
- KH M Cholil Nafis, Ph.D.
- Dr H Anwar Abbas, M.M., M.Ag.
- Dr KH Marsudi Syuhud, M.M.
Bidang-Bidang dalam Dewan Pimpinan MUI
- Bidang Fatwa: Prof Dr KH M Asrorun Ni’am Sholeh, M.A.
- Bidang Fatwa Metodologi: Gusrizal Gazahar
- Bidang Infokom: KH Masduki Baidlowi
- Bidang Dakwah: KH Abdul Manan Ghani
- Bidang Kerukunan: Abdul Moqsith Ghozali
- Bidang Ekonomi: M Azrul Tanjung
- Bidang Luar Negeri: Prof Dr Sudarnoto Abdul Hakim
- Bidang Ekonomi Syariah: Sholahudin Al Aiyub
- Bidang Kesehatan: Prof Fasli Jalal
- Bidang Seni Budaya: H Pasni Rusli
- Bidang Pendidikan: Prof Dr Faisol Nasar Bin Madi, M.A
- Bidang PRK: Dr Siti Ma’rifah
- Bidang Kajian: Prof Utang Ranuwijaya
- Bidang Hukum: Prof Dr Wahiduddin Adams, SH, MA.
- Bidang Ukhuwah: Muhammad Zaitun Rasmin
- Bidang Pesantren: KH Fahrur Rozi Burhan
- Bidang Penanggulangan Bencana: Nusron Wahid
- Bidang Halal: Masyhuril Khomis
- Bidang Filantropi: Prof Dr Noor Achmad
Sekretaris Jenderal
- H Amirsyah Tambunan
Wakil Sekretaris Jenderal
- Bid Fatwa: Aminudin Yakub
- Bid Fatwa Metodologi: Drs H Muhammad Ziyad, M.A.
- Bid Infokom: Asrori S Karni
- Bid. Dakwah: Dr KH Arif Fahrudin
- Bid. Kerukunan: Sarmidi Husna
- Bid Ekonomi: Hazuarli Halim
- Bid Luar Negeri: Safira Machrusah, M.A.
- Bid. Ekonomi Syariah: Dr KH Bukhori Muslim, M.A.
- Bid. Kesehatan: Dr dr Muhammad Adib Khumaidi, Sp.OT
- Bid. Seni Budaya: Dr H Erick Yusuf, SSy, MPd.
- Bid. Pendidikan: Prof Dr Armai Arief, MAg.
- Bid. PRK: Nilmayetti Yusri
- Bid. Kajian: Dr KH Ali M Abdillah
- Bid. Hukum: Dr H Ihsan Tanjung
- Bid. Ukhuwah: Dr Syamsul Qomar
- Bid. Pesantren: KH Chaerul Shaleh Rasyid, S.E., M.Si.
- Bid. Penanggulangan Bencana: Mabroer M.S.
- Bid. Halal: Rofiqul Umam Ahmad
- Bid. Filantropi: Rahmat Hidayat
Bendahara Umum
- H Misbahul Ulum
Bendahara
- Rudi Mas’ud
- Diana Dewi
- Trisna Ningsih Yuliati
- Dr Yayat Sujatna, SE. MSi.
- Jojo Sutisna
- Idy Muzayyad, M.Si.
- Mahsin
- Dr Erni Juliana Al Hasanah, SE, M.Ak.
Dengan dukungan susunan pengurus yang lebih lengkap dan adaptif, KH Anwar Iskandar diharapkan mampu memperkuat peran MUI dalam merespons isu keagamaan modern. Kepemimpinannya dinilai menjadi momentum penting untuk memastikan MUI tetap relevan, moderat, dan hadir sebagai rujukan umat dalam dinamika sosial keagamaan.











