Gowa dalam Sorotan: Berita Terkini, Cerita Menarik
Bisnis  

Kemarin: IHSG Turun Tipis, Pemerintah Umumkan Tujuh Insentif Pajak

Pergerakan Pasar Saham dan Kinerja Ekonomi pada Akhir November 2025

Pada penutupan hari Kamis, 13 November 2025, pasar saham domestik mengalami pelemahan. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun sebesar 0,20% dibandingkan penutupan sebelumnya, berada di posisi 8.372,00 dari level 8.388,57.

Nilai transaksi harian mencapai Rp25,40 triliun, yang lebih tinggi dari rata-rata nilai transaksi harian sebesar Rp16,78 triliun. Meskipun IHSG melemah, tercatat adanya net buy yang signifikan sebesar Rp2,92 triliun oleh investor asing pada hari itu. Namun, secara akumulatif, penjualan bersih oleh investor asing masih mencapai Rp34,41 triliun sejak awal tahun.

Di pasar valuta asing, nilai tukar Rupiah terdepresiasi ke level Rp16.727/USD dari sebelumnya Rp16.703/USD berdasarkan kurs Bloomberg.

Kebijakan Fiskal, Moneter, dan Investasi

Beberapa perkembangan kebijakan dari dalam negeri turut menjadi perhatian, antara lain:

  • Insentif Pajak: Tujuh insentif pajak telah diberikan pemerintah untuk meningkatkan daya saing, menarik investasi asing, serta mendukung hilirisasi. Kebijakan ini diperkirakan dapat mengurangi penerimaan negara sekitar Rp1.300 triliun hingga kuartal III-2025. Pemerintah menilai bahwa dampak investasi langsung dapat memberikan efek pengganda bagi ekonomi dan tenaga kerja.

  • Revisi Proyeksi Kredit: Bank Indonesia (BI) merevisi proyeksi pertumbuhan kredit 2025 menjadi 8%-11% dari sebelumnya 11%-13%. Revisi ini dipicu oleh realisasi kredit yang masih lemah (7,7% yoy) dan tingginya undisbursed loan (~35%).

  • Cadangan Emas: Cadangan emas BI pada Oktober 2025 mencapai 80,44 ton senilai USD10,88 miliar (Rp181,97 triliun). Nilai ini meningkat dari September (USD9,93 miliar) dan Agustus (USD8,81 miliar) seiring penguatan harga emas global.

  • Investasi Australia: Pertemuan antara Kepala BKPM dengan lima CEO perusahaan Australia dilakukan guna memperkuat kerja sama investasi bilateral. Ekspansi pada sektor kesehatan, hilirisasi, agrikultur, minyak, dan gas ditargetkan dalam pertemuan tersebut.

  • Program Strategis BI: Dua belas program strategis 2026 telah disiapkan oleh BI untuk memperkuat stabilitas makro dan pertumbuhan berkelanjutan. Mayoritas program diarahkan pada penguatan koordinasi kebijakan moneter, makroprudensial, dan fiskal.

Sorotan Kinerja Korporasi dan Ekspansi Bisnis

  • GIAA: Suntikan modal sebesar Rp23,67 triliun diterima oleh GIAA dari Danantara Asset Management. Nilai investasi ini dipangkas dari USD1,80 miliar menjadi USD1,40 miliar karena rencana ekspansi armada dibatalkan.

  • BRPT: Capital expenditure (capex) sebesar USD480 juta telah dibukukan pada Januari-September 2025. Kenaikan ini terutama berasal dari ekspansi geotermal, akuisisi strategis, dan pembangunan pabrik CA-EDC yang masih berjalan.

  • EXCL: Pendapatan sebesar Rp30,54 triliun dicatat hingga September 2025, yang dilaporkan tumbuh 20,44% (yoy) setelah merger. Namun, kerugian mencapai Rp2,6 triliun karena total beban meningkat 44,39% (yoy).

  • WIFI: Layanan 5G FWA 1,40 GHz berbasis Open RAN secara komersial di seluruh Indonesia telah diluncurkan oleh WIFI. Peluncuran ini didorong oleh kolaborasi dengan OREX SAI serta jaringan 26 distributor.

  • TOBA: Identitas baru diperkenalkan oleh TOBA, dan fokus dialihkan dari batubara ke tiga bisnis hijau utama. Pergeseran ini didorong oleh penurunan kontribusi batubara dan kebutuhan pendanaan besar untuk ekspansi waste management, EBT, dan kendaraan listrik.


Faiqa Amalia

Jurnalis yang fokus pada isu pendidikan, karier, dan pengembangan diri. Ia suka membaca buku motivasi, mengikuti seminar online, dan menulis rangkuman belajar. Hobinya adalah minum teh sambil menenangkan pikiran. Motto: “Pengetahuan harus dibagikan, bukan disimpan.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *