Gowa dalam Sorotan: Berita Terkini, Cerita Menarik
Bisnis  

Prospek Saham BUMI Melesat Setelah Kuasai Tambang Emas Raksasa di Australia

Perubahan Strategi BUMI yang Membuat Investor Tertarik

Perusahaan tambang batu bara milik Grup Bakrie, PT Bumi Resources Tbk (BUMI), kini menjadi perhatian utama investor pasar modal setelah menyelesaikan akuisisi 100% saham Wolfram Limited (WFL), sebuah perusahaan tambang emas besar asal Australia. Langkah ini telah memicu lonjakan minat terhadap saham BUMI, yang semakin meningkat sejak pengumuman diversifikasi bisnis dari batu bara ke emas.

Pada perdagangan kemarin, harga saham BUMI melonjak 16,67% atau 32 poin, mencapai level 224. Dalam sepekan terakhir, harga saham BUMI naik hingga 58,87%. Hal ini menunjukkan bahwa sentimen pasar sangat positif terhadap strategi baru BUMI. Berbagai sekuritas juga mulai menaikkan target harga saham BUMI dan meramalkan prospek kinerja keuangan yang lebih baik di masa depan.

Sentimen Pasar yang Menguntungkan

Menurut Muhammad Wafi, Head of Research Korea Investment and Sekuritas Indonesia, sentimen pasar saat ini sangat menggandrungi berita diversifikasi bisnis BUMI dari batu bara ke emas. Ia menjelaskan bahwa kenaikan harga saham kemarin didorong oleh informasi mengenai akuisisi Wolfram. Namun, Wafi menilai bahwa efek akuisisi tersebut belum akan langsung meningkatkan kinerja keuangan BUMI dalam jangka pendek. Efeknya diperkirakan baru akan terasa pada tahun 2026–2027 ketika produksi stabil.

“Kinerja BUMI dalam jangka pendek masih tergantung pada harga batu bara dan struktur utang,” ujarnya. Ia menetapkan target harga baru untuk BUMI di level 220.

Diversifikasi Bisnis untuk Pendapatan Jangka Panjang

Samuel Sekuritas Indonesia (SSI) menilai akuisisi ini bersifat value-accretive, yaitu meningkatkan stabilitas pendapatan jangka panjang BUMI dan mendiversifikasi portofolio bisnisnya di luar batu bara. BUMI berencana mengalokasikan belanja modal (capex) sebesar US$ 5,8 juta untuk meningkatkan aset tambang emas Wolfram.

Produksi komersial ditargetkan mulai Juni 2026 dengan fasilitas flotation plant, dan fasilitas pengolahan Carbon-in-Leach (CIL) senilai US$ 45,5 juta dibangun untuk meningkatkan kapasitas produksi emas pada 2029. SSI memperkirakan bahwa dengan volume penjualan emas mencapai 40 ribu ons pada 2027, pendapatan tambahan bisa mencapai US$ 221 juta, meningkatkan proyeksi pendapatan BUMI sebesar 13,6% dibanding perkiraan sebelumnya.

Sekuritas ini mempertahankan rekomendasi beli untuk saham BUMI sekaligus menaikkan target harga menjadi Rp 300 per saham, atau potensi kenaikan 34% dari harga saat ini. “Revisi ini mencerminkan tambahan kontribusi pendapatan dari aset emas Wolfram serta peningkatan nilai aset bersih BUMI seiring ekspansi ke bisnis logam mulia,” tulis SSI.

Penjelasan Manajemen Bumi Resources

Direktur Bumi Resources R.A Sri Dharmayanti menyatakan bahwa perseroan telah melengkapi kepemilikan saham WFL menjadi 100% dengan pembelian tambahan 0,32% saham WFL senilai Rp 2,20 miliar. Total dana yang digelontorkan mencapai Rp 698,98 miliar. Dengan begitu, perseroan telah melengkapi seluruh saham Wolfram yang sebelumnya dibeli BUMI sebanyak 99,68% saham.

Presiden Direktur Bumi Resources Adika Nuraga Bakrie menambahkan bahwa akuisisi ini sejalan dengan strategi diversifikasi perusahaan ke mineral strategis dan kritis serta memperkuat pertumbuhan jangka panjang yang berkelanjutan. Ekspansi ke mineral strategis dan kritis sejalan dengan tren permintaan global serta memperkuat komitmen perusahaan terhadap pertumbuhan jangka panjang yang berkelanjutan.

Langkah ini merupakan tindak lanjut dari term sheet agreement awal tahun, yang kini difinalisasi setelah mendapat persetujuan Foreign Investment Review Board (FIRB) di Australia. Melalui Wolfram, Bumi Resources memperoleh akses produksi emas dan tembaga jangka pendek, yang diharapkan memberikan kontribusi positif terhadap pendapatan perusahaan sekaligus meningkatkan nilai bagi pemegang saham.

Faiqa Amalia

Jurnalis yang fokus pada isu pendidikan, karier, dan pengembangan diri. Ia suka membaca buku motivasi, mengikuti seminar online, dan menulis rangkuman belajar. Hobinya adalah minum teh sambil menenangkan pikiran. Motto: “Pengetahuan harus dibagikan, bukan disimpan.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *