Peran dan Kritik terhadap Dirjen Gakkum ESDM
Direktur Jenderal (Dirjen) Penegakan Hukum (Gakkum) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Rilke Jeffri Huwae, kini menjadi perhatian publik setelah menerima kritik dari anggota Komisi XII DPR, Muhammad Rohid. Kritik tersebut menyentuh kinerja Rilke dalam menindak aktivitas tambang ilegal yang dinilai belum maksimal. Respons Bahlil Lahadalia, Menteri ESDM, kemudian mengundang perhatian dengan mempertanyakan keberanian Rilke dalam menjalankan tugasnya.
Dalam rapat kerja dengan Komisi XII DPR di Jakarta, Selasa (11/11/2025), Bahlil menunjukkan ketegasannya terhadap Rilke. Ia mengatakan, “Pak Dirjen Gakkum mana? Pak Dirjen Gakkum, Komisi XII lagi uji nyali Bapak ini. Bapak jaksa atau bukan jaksa? Kalau nyali tidak ada, segera pertimbangkan. Saya enggak main-main, benar, ini barang ini enggak ada urusan kita.” Pernyataan ini menunjukkan bahwa Bahlil sangat serius dalam menuntut kinerja optimal dari jajarannya.
Profil Rilke Jeffri Huwae
Rilke Jeffri Huwae lahir di Masohi, Maluku, pada 14 Februari 1970. Ia lulus dari Fakultas Hukum Universitas Pattimura pada tahun 1993. Setelah itu, ia melanjutkan pendidikan Magister (S-2) Ilmu Hukum di Sekolah Tinggi Ilmu Hukum IBLAM pada 2004, dan program Doktor (S-3) Ilmu Hukum di Universitas Jayabaya.
Sebelum menjabat sebagai Dirjen Gakkum ESDM, Rilke memiliki rekam jejak panjang di dunia hukum dan kejaksaan. Ia pernah menjabat sebagai Kepala Kejaksaan Negeri Fakfak pada periode 2014–2016, kemudian menjadi Kepala Kejaksaan Negeri Bangka pada 2017–2018. Pada tahun 2019, ia dipercaya menjabat sebagai Asisten Perdata dan Tata Usaha Negara Kejaksaan Tinggi Maluku Utara. Setahun kemudian, Rilke diangkat menjadi Kepala Kejaksaan Negeri Ternate pada 2020.
Kariernya kemudian berlanjut di Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) dengan jabatan sebagai Kepala Biro Hukum pada periode 2021–2023. Pada 2024, Rilke ditunjuk menjadi Staf Ahli Bidang Pengembangan Sektor Investasi Prioritas Kementerian Investasi/BKPM. Tak lama kemudian, ia dipercaya memimpin Direktorat Jenderal Penegakan Hukum Energi dan Sumber Daya Mineral (Ditjen Gakkum ESDM).
Harta Kekayaan Rilke Jeffri Huwae
Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara elektronik (e-LHKPN) yang diterbitkan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Rilke telah melaporkan kekayaannya sebanyak delapan kali. Pada 17 Oktober 2002, saat bekerja sebagai jaksa di Kejaksaan Negeri Jakarta Barat, dia melaporkan jumlah harta sebesar Rp 5.200.000.
Selama masa jabatannya sebagai Kepala Kejaksaan Negeri di Kejaksaan Tinggi Kepulauan Bangka Belitung, Rilke melaporkan kekayaannya sebesar Rp 1.492.000.000 pada 2018 dan Rp 1.573.000.000 pada 2019. Saat menjabat sebagai Asisten Perdata dan Tata Usaha Negara di Kejaksaan Tinggi Maluku Utara, kekayaannya mencapai Rp 1.594.000.000 (2022) dan Rp 1.805.000.000 per 14 Januari 2022.
Setelah itu, Rilke menjadi Kepala Biro Hukum di Kementerian Investasi/BKPM, dengan harta Rp 1.875.000.000 (2022) dan Rp 2.073.000.000 (2023). Terakhir, pada 3 Februari 2025, Rilke melaporkan harta senilai Rp 2.505.000.000.
Dalam laporan tersebut, Rilke menyebutkan kepemilikan atas satu bidang tanah dan bangunan seluas 193/273 meter persegi yang diklaim berasal dari hasil sendiri. Aset properti itu terletak di Kota Depok, Jawa Barat, dengan nilai Rp 1,15 miliar. Selain itu, Rilke juga memiliki tiga unit kendaraan bermotor yang diklaim berasal dari hasil sendiri, yaitu mobil Toyota Innova (2012) senilai Rp 80 juta, mobil Toyota Fortuner (2016) senilai Rp 160 juta, dan motor Honda GL 200 R (2008) senilai Rp 3 juta.

Profil Bahlil Lahadalia
Bahlil Lahadalia adalah seorang menteri Kabinet Merah Putih yang berasal dari kalangan pengusaha. Selain menjabat sebagai Menteri ESDM, ia juga menjabat sebagai Ketua Umum Partai Golkar. Ia lahir di Banda, Maluku pada 7 Agustus 1976. Anak kedua dari delapan bersaudara pasangan Lahadalia dan Nurdjani ini memiliki latar belakang keluarga yang berasal dari Sulawesi Tenggara.
Bahlil menghabiskan masa sekolah dasar hingga pendidikan tinggi di wilayah timur. Ia menempuh sekolah dasar di SD Negeri 1 Seram Timur, kemudian melanjutkan ke jenjang sekolah pertama di SMP Negeri 1 Seram Timur, Maluku. Keluarganya pindah ke Fak-Fak, Papua Barat, dan Bahlil melanjutkan pendidikan di SMEA YAPIS Fakfak, Papua Barat.
Lulus SMEA, Bahlil berangkat ke Jayapura dan tinggal di asrama orang Fakfak. Di Jayapura, ia mendaftar di Akademi Keuangan dan Perbankan (Akubank) kini menjadi Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Port Numbay. Ia membiayai sendiri kuliahnya dengan menjadi sopir angkot, serta kuli angkut dan kuli dorong di pasar.
Di kampus, Bahlil aktif berorganisasi, dan pada semester lima, ia terpilih sebagai Ketua Senat Mahasiswa di era reformasi. Ia pernah terjun menjadi aktivis gerakan reformasi 1997-1998 dan aktif di Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) yang mengantarkannya ke posisi puncak sebagai Bendahara Umum PB HMI.
Karier Politik dan Kepemimpinan
Sejak lama, Bahlil dikenal sebagai orang dekat Joko Widodo (Jokowi). Pada Pilpres 2019, Bahlil yang kala itu masih menjabat sebagai Ketua HIPMI, bahkan memilih mendukung Jokowi ketimbang rekannya di HIPMI, Sandiaga Uno yang berpadangan dengan Prabowo Subianto. Bahlil bersama rekan-rekannya mendirikan kelompok relawan untuk mendukung duet Joko Widodo-KH Ma’ruf Amin.
Nama Relawan Pengusaha Muda Nasional (Repnas) dibuat oleh Bahlil yang juga Direktur Penggalangan anak Muda Milenial dan Kepemudaan Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf bertujuan untuk menangkal hoaks sekaligus pertanyaan-pertanyaan soal ekonomi, terutama dari kubu Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.
Bahlil bukan orang asing bagi Jokowi. Sebagai Ketua Hipmi, Bahlil kerap bertemu Presiden Jokowi. Bahkan saat acara buka puasa HIPMI pada 26 Mei 2019, Jokowi meminta agar jajaran HIPMI tidak perlu kaget jika Bahlil nantinya terpilih menjadi seorang menteri.
Akhirnya, Bahlil Lahadalia betul-betul masuk dalam Kabinet Indonesia Maju. Presiden Joko Widodo mempercayainya untuk menduduki jabatan Kepala BKPM yang juga setingkat menteri. Pada Pilpres 2024, Bahlil Lahadalia menjadi tim sukses pemenangan Prabowo-Gibran. Prabowo yang memenangi Pilpres kemudian menunjuk Bahlil sebagai Menteri ESDM.











