Beritagowa.com – Kesehatan mental lebih dari sekadar tidak adanya gangguan mental. Kesehatan mental merupakan hal yang kompleks dan dialami secara berbeda oleh setiap orang. Hal ini dapat menimbulkan berbagai tingkat kesulitan dan tekanan, serta berbagai kemungkinan hasil sosial dan klinis yang berbeda. Dilansir dari who.int, kondisi kesehatan mental mencakup gangguan mental, disabilitas psikososial, dan kondisi mental lain yang terkait dengan tekanan yang signifikan, gangguan fungsi, atau risiko melukai diri sendiri.
Orang yang mengalami kondisi kesehatan mental cenderung memiliki tingkat kesehatan mental yang lebih rendah, namun hal ini tidak selalu terjadi. Ada berbagai faktor yang dapat menentukan kesehatan mental, baik itu secara individu, sosial, maupun struktural. Faktor-faktor tersebut dapat melindungi atau justru melemahkan kesehatan mental seseorang.
Faktor-faktor individu seperti keterampilan emosional, penggunaan zat terlarang, dan faktor genetika dapat membuat seseorang lebih rentan terhadap masalah kesehatan mental. Sedangkan faktor lingkungan seperti kemiskinan, kekerasan, ketidaksetaraan, dan deprivasi lingkungan juga dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami kondisi kesehatan mental.
Risiko kesehatan mental dapat muncul di semua tahap kehidupan, namun risiko yang terjadi selama periode perkembangan yang sensitif, terutama masa kanak-kanak, sangatlah merugikan. Misalnya, pola asuh yang kasar dan hukuman fisik dapat melemahkan kesehatan anak, sedangkan perundungan merupakan faktor risiko utama untuk kondisi kesehatan mental.
Namun, ada juga faktor-faktor pelindung yang dapat memperkuat ketahanan seseorang terhadap masalah kesehatan mental. Faktor-faktor tersebut mencakup keterampilan dan atribut sosial dan emosional individu, interaksi sosial yang positif, pendidikan yang berkualitas, pekerjaan yang layak, lingkungan yang aman, dan kohesi komunitas.
Risiko dan faktor perlindungan kesehatan mental dapat ditemukan di masyarakat dalam skala yang berbeda. Ancaman lokal dapat meningkatkan risiko bagi individu, keluarga, dan masyarakat, sedangkan ancaman global dapat meningkatkan risiko bagi seluruh populasi. Ancaman global dapat berupa kemerosotan ekonomi, wabah penyakit, keadaan darurat kemanusiaan, pengungsian paksa, serta krisis iklim yang terus meningkat.











