Gowa dalam Sorotan: Berita Terkini, Cerita Menarik
Bisnis  

Menjelajahi SelfHarm Fenomena Kesehatan Mental yang Menyebabkan Seseorang Merusak Diri Sendiri

"Terjerat Dalam Diri Sendiri: Menguak Fenomena Self-Harm yang Mengancam Kesehatan Mental"

Beritagowa.com – Kesehatan mental, khususnya di kalangan remaja, telah menjadi isu yang semakin penting. Tidak hanya memengaruhi kondisi emosional mereka, tetapi juga dapat berdampak pada kehidupan sehari-hari dan masa depan mereka. Kondisi ini sering kali dipicu oleh tekanan dari keluarga yang tidak memahami dan memiliki harapan yang tinggi terhadap mereka.

Apa itu self-harm? Self-harm adalah tindakan fisik yang dilakukan seseorang untuk menyakiti diri sendiri, seperti memotong atau memukul tubuh. Tindakan ini biasanya dilakukan sebagai cara untuk mengalihkan rasa sakit emosional yang mendalam, memberikan rasa lega sementara dari perasaan cemas atau tertekan. Namun, self-harm sebenarnya hanya memperburuk kondisi emosional dan fisik seseorang.

Meskipun self-harm dapat memberikan keringanan dan mengalihkan perhatian, tindakan ini tidaklah tepat dan hanya akan menimbulkan konsekuensi yang lebih buruk. Kita harus menyadari bahwa self-harm bukanlah solusi yang tepat, melainkan bentuk pelampiasan sementara dari suatu masalah yang seharusnya dapat ditangani dengan cara yang lebih baik.

Masalah kesehatan mental sendiri dapat disebabkan oleh berbagai faktor, seperti depresi, kecemasan yang berlebihan, trauma masa lalu, pengalaman negatif, atau tekanan lingkungan dan keluarga. Bagi mereka yang mengalami masalah mental yang serius, seringkali sulit untuk mengatasi kondisi mereka. Hal ini dapat membuat self-harm menjadi pilihan untuk meredakan perasaan yang tidak nyaman.

Self-harm seringkali terjadi pada remaja berusia 15-18 tahun, namun tidak menutup kemungkinan juga terjadi pada orang dewasa. Menurut data dari World Health Organization, sekitar 10-20% remaja di dunia mengalami masalah kesehatan mental. Hal ini menunjukkan bahwa masalah kesehatan mental di kalangan remaja perlu mendapat perhatian yang lebih serius.

Gusun Fawaida

Gusun Fawaida merupakan seorang Penulis yang fokus pada isu lingkungan kerja, produktivitas, dan human interest. Ia senang mengamati perilaku manusia, membaca buku self-improvement, dan minum kopi sambil menulis ide. Motto: “Tulislah untuk memberi dampak.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *