beritagowa.com – Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, penyakit kardiovaskular menjadi penyebab utama kematian di Indonesia dengan total 550.000 jiwa setiap tahun. Dari jumlah tersebut, 300.000 kasus disebabkan oleh stroke, sementara 250.000 kasus lainnya disebabkan penyakit jantung.
Ketimpangan layanan kesehatan, terutama di daerah 3T (tertinggal, terdepan, terluar) memperburuk situasi ini. Dalam rangka mendukung pemerintah dalam mengatasi masalah ini, Royal Philips, pemimpin global dalam teknologi kesehatan, memperkenalkan solusi ultra-low contrast PCI, sebuah pelopor dalam pencitraan dosis rendah di platform Image-Guided Therapy (IGT), Azurion.
Solusi ini ditujukan untuk melakukan prosedur PCI (Primary Coronary Intervention) yang merupakan prosedur yang paling dibutuhkan untuk pasien penyakit jantung dan memperkuat fasilitas operasi jantung terbuka, untuk tindakan yang lebih kompleks seperti operasi bypass dan ganti katup. Melalui teknologi ini, risiko nefropati kontras-induksi (CIN) dan gagal ginjal akut (AKI) akibat pemakaian zat kontras dapat dikurangi.
“Kami bangga inovasi Philips dapat berkontribusi dalam meningkatkan pelayanan kesehatan yang berkualitas di Indonesia melalui inovasi ultra-low contrast PCI ini,” ujar Astri Ramayanti, President Direktur Philips Indonesia, melalui keterangan tertulis.
Selain itu, pada acara International Cardiovascular Summit (IICS) yang berlangsung pada 17 November lalu, Philips juga memperkenalkan teknologi Collaboration Live Ultrasound. Teknologi ini merupakan solusi terobosan tele-ultrasound yang dirancang untuk meningkatkan pelayanan kesehatan di daerah terpencil.
Dengan teknologi ini, kolaborasi real-time antara tenaga medis di daerah terpencil dengan dokter spesialis di pusat kota dapat dilakukan. Pasien juga dapat melakukan konsultasi jarak jauh dengan spesialis, di mana spesialis dapat memberikan panduan atau pelatihan kepada staf untuk kasus rumit secara real-time.
“Meningkatkan pelayanan kesehatan, terutama di daerah 3T, membutuhkan sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan pemangku kepentingan lain. Dengan kerja sama yang kuat, kita mampu mencapai akses layanan kesehatan yang merata bagi semua rakyat Indonesia,” ujar Astri.
Dengan memperkenalkan teknologi Collaboration Live Ultrasound, Philips berkomitmen untuk mendukung visi pemerintah Indonesia dalam mengurangi kesenjangan, meningkatkan layanan kesehatan berkualitas di seluruh negeri, dan mendukung pemerintah dalam mengatasi tantangan penyakit kardiovaskular secara menyeluruh.
Seorang penulis berita yang sering meliput isu pemerintahan dan administrasi publik. Ia memiliki kebiasaan membaca analisis kebijakan, menonton diskusi publik, dan membuat catatan ringkas. Waktu luangnya ia gunakan untuk berjalan santai. Motto: “Ketegasan dalam informasi adalah bentuk pelayanan publik.”











