Edukasi Kesehatan dan Literasi Digital untuk Siswa Sekolah Dasar
Program pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan oleh Institut Teknologi dan Kesehatan (ITEKES) Muhammadiyah Kalimantan Barat kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Kali ini, kegiatan ini dilaksanakan di SD Muhammadiyah 2 Pontianak dengan mengusung tema edukasi kesehatan reproduksi, gizi, bullying, dan literasi digital remaja bagi siswa kelas V dan VI.
Kegiatan ini berlangsung pada Sabtu, 11 April 2026, dan mencakup 12 kelas. Tim dosen yang terlibat antara lain Siti Masdah, SKM, MPH, Ns. Ramadhaniyati, M Kep, Sp.Kep.An, PhD, Yenni Lukita, S.Kep., Ners., M.Pd, Ns. Sri Ariyanti, M.Kep, Ns. Parliani, MNS., Ph.D, serta Ayu Diana Meilantika, SLM., MKM. Mereka secara aktif memberikan edukasi secara interaktif dan komunikatif.
Materi Pendidikan Kesehatan Reproduksi
Pada sesi kesehatan reproduksi (kespro), siswa dikenalkan pada perubahan fisik dan emosional saat pubertas. Mereka juga diajarkan pentingnya menjaga kebersihan organ reproduksi serta pemahaman tentang batasan diri sebagai bentuk perlindungan dari kekerasan seksual. Edukasi ini sangat penting mengingat tren pubertas dini yang semakin meningkat pada anak usia sekolah dasar.
Pemahaman Tentang Gizi
Selain itu, materi gizi menjadi fokus utama dalam kegiatan ini. Siswa diberikan pemahaman mengenai pentingnya pola makan seimbang, konsumsi makanan bergizi, serta dampak kebiasaan makan yang tidak sehat terhadap pertumbuhan dan perkembangan tubuh. Edukasi ini diharapkan dapat membentuk kebiasaan hidup sehat sejak dini.
Pengenalan Bentuk-Bentuk Bullying
Isu bullying juga diangkat dalam kegiatan ini. Para siswa diajak mengenali bentuk-bentuk bullying, baik verbal, fisik, maupun sosial, serta dampak negatifnya terhadap kesehatan mental. Mereka juga dibekali cara menghadapi dan melaporkan tindakan bullying kepada guru atau orang dewasa terpercaya.
Literasi Digital Remaja
Di era digital saat ini, literasi digital remaja menjadi materi yang sangat relevan. Siswa diberikan pemahaman tentang penggunaan gadget secara bijak, mengenali bahaya konten negatif, cyberbullying, serta pentingnya menjaga privasi dan keamanan data pribadi di dunia maya.
Tujuan Program Pengabdian
Ketua tim pengabdian, Siti Masdah, menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan membekali siswa dengan pengetahuan dan keterampilan hidup yang esensial. “Kami ingin anak-anak tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki pemahaman kesehatan, mampu melindungi diri, serta bijak dalam menggunakan teknologi,” ujarnya.
Tanggapan dari Kepala Sekolah
Kegiatan ini mendapat sambutan hangat dari Kepala SD Muhammadiyah 2 Pontianak, Yumi Pariyanti, S.Pd. Ia mengungkapkan bahwa program ini sangat bermanfaat dalam mendukung pembentukan karakter dan kesehatan siswa. “Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini karena memberikan edukasi yang sangat dibutuhkan oleh siswa di usia mereka saat ini,” tuturnya.
Melalui kegiatan ini, diharapkan siswa mampu menerapkan pengetahuan yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam menjaga kesehatan diri, berinteraksi sosial secara positif, maupun dalam menggunakan teknologi secara aman dan bertanggung jawab.
Program ini juga menjadi bentuk nyata sinergi antara dunia pendidikan tinggi dan sekolah dalam menciptakan generasi muda yang sehat, cerdas, dan berkarakter.
Reporter berita yang mengutamakan akurasi dan objektivitas. Ia memiliki ketertarikan pada isu sosial dan ekonomi, serta mengikuti perkembangan dunia digital. Waktu luangnya dihabiskan untuk membaca laporan penelitian, mendengarkan podcast edukasi, dan berjalan santai di taman kota. Motto: "Fakta adalah kompas bagi setiap penulis."









