Gowa dalam Sorotan: Berita Terkini, Cerita Menarik

Hari Kartini 21 April 2026: Hari Libur atau Bukan? Ini Penjelasan SKB 3 Menteri

Peringatan Hari Kartini dan Statusnya sebagai Libur Nasional

Hari Kartini diperingati setiap tanggal 21 April sebagai bentuk penghormatan atas perjuangan Raden Ajeng Kartini dalam memperjuangkan kesetaraan perempuan. Meski tidak termasuk dalam hari libur nasional, momen ini tetap menjadi penting dalam masyarakat Indonesia. Tahun 2026, banyak orang bertanya apakah 21 April akan dianggap sebagai hari merah atau hari libur nasional.

Berdasarkan Surat Keputusan Bersama (SKB) 3 Menteri Nomor 1497 Tahun 2025, Nomor 2 Tahun 2025, dan Nomor 5 Tahun 2025 tentang Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama Tahun 2026, tanggal 21 April 2026 jatuh pada hari Selasa dan tidak dianggap sebagai hari libur nasional. Artinya, aktivitas perkantoran, sekolah, dan layanan publik tetap berjalan seperti biasa.

Mengapa Hari Kartini Bukan Hari Libur Nasional?

Meskipun memiliki nilai sejarah yang besar, Hari Kartini dikategorikan sebagai hari peringatan nasional, bukan hari besar keagamaan atau peristiwa kenegaraan yang ditetapkan sebagai hari libur. Oleh karena itu, pemerintah tidak memasukkannya ke dalam daftar tanggal merah. Namun demikian, peringatan Hari Kartini tetap memiliki makna penting dalam dunia pendidikan dan sosial.

Sekolah-sekolah sering memanfaatkan momentum ini dengan menggelar berbagai lomba seperti lomba menggunakan baju adat, lomba puisi hingga lomba pidato. Kegiatan-kegiatan ini bertujuan untuk menumbuhkan rasa bangga terhadap budaya dan memperkuat semangat emansipasi perempuan.

Sejarah Singkat Hari Kartini

Raden Ajeng Kartini lahir di Jepara, Jawa Tengah, pada 21 April 1879. Ia berasal dari keluarga bangsawan Jawa, ayahnya adalah Bupati Jepara, Raden Mas Adipati Ario Sosroningrat, dan ibunya bernama M.A. Ngasirah. Sebagai anak priyayi, Kartini sempat mengenyam pendidikan di sekolah Belanda (ELS). Namun, saat memasuki usia remaja, ia harus menjalani masa pingitan sesuai adat yang berlaku saat itu.

Meski ruang geraknya terbatas, semangat belajar Kartini tidak pernah padam. Ia gemar membaca buku, surat kabar, serta menjalin korespondensi dengan sahabat-sahabatnya di Belanda. Dari sinilah lahir gagasan-gagasan besar tentang pentingnya pendidikan bagi perempuan dan kesetaraan hak dalam kehidupan sosial.

Surat-surat Kartini kemudian dikumpulkan dan dibukukan oleh J.H. Abendanon dengan judul “Habis Gelap Terbitlah Terang” (Door Duisternis Tot Licht). Karya ini menjadi bukti pemikiran Kartini yang maju dan melampaui zamannya.

Perjuangan Kartini dalam Pendidikan Perempuan

Kartini meyakini bahwa pendidikan adalah kunci utama untuk mengangkat derajat perempuan. Ia menolak pandangan bahwa perempuan hanya berperan di ranah domestik. Baginya, perempuan yang terdidik akan mampu menciptakan generasi yang lebih baik.

Sebagai bentuk nyata perjuangannya, Kartini mendirikan sekolah bagi perempuan di Jepara. Sekolah ini mengajarkan baca tulis, keterampilan, serta pengetahuan dasar yang sangat bermanfaat bagi perempuan pada masa itu. Upaya ini menjadi tonggak awal kemajuan pendidikan perempuan di Indonesia.

Pemikiran Kartini juga memberi pengaruh besar, tidak hanya di Indonesia tetapi juga di kalangan masyarakat Eropa. Gagasan-gagasannya turut mendorong perhatian terhadap pendidikan perempuan pribumi pada masa kolonial.

Penetapan Hari Kartini

Setelah wafat pada 17 September 1904 di usia 25 tahun, perjuangan Kartini tetap dikenang. Pemerintah Indonesia kemudian menetapkan tanggal kelahirannya sebagai Hari Kartini melalui Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 108 Tahun 1964 yang ditandatangani oleh Soekarno. Sejak saat itu, setiap 21 April diperingati sebagai Hari Kartini dengan berbagai kegiatan, seperti lomba busana adat, seminar, hingga kegiatan edukatif yang mengangkat peran perempuan dalam pembangunan bangsa.


Nurlela Rasyid

Penulis online yang antusias mendalami topik kesehatan dan gaya hidup. Ia rutin mengikuti webinar, membaca jurnal kesehatan, dan menulis catatan pribadi tentang pola hidup seimbang. Hobi lain yang ia tekuni adalah membuat smoothie dan meditasi. Motto: "Informasi adalah alat untuk hidup lebih baik."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *