JAKARTA – PT Indo Tambangraya Megah Tbk. (ITMG) melaporkan realisasi anggaran yang digunakan untuk kegiatan pengeboran tambang sepanjang kuartal I/2026 mencapai Rp6,67 miliar.
Kegiatan pengeboran ini dilakukan oleh tiga anak usaha ITMG yang memiliki izin perjanjian karya pengusahaan pertambangan batu bara (PKP2B), yaitu PT Indominco Mandiri, PT Trubaindo Coal Mining, dan PT Bharinto Ekatama.
“Kegiatan pengeboran yang dilakukan pada bulan Januari-Maret 2026 merupakan kelanjutan aktivitas yang dilakukan pada periode sebelumnya. Kegiatan eksplorasi dilaksanakan oleh Departemen Geologi dengan fokus diutamakan pada aktivitas pengeboran pre-production dan development dengan metode pengeboran lubang terbuka (open hole) dan pengeboran inti (coring),” tulis perseroan.
Penjelasan Detail Kegiatan Pengeboran
-
PT Trubaindo Coal Mining
Pengeboran pra-produksi dilakukan di Blok Selatan pada 34 lubang pengeboran. Rincian pemboran open hole mencapai kedalaman 1.788,50 meter dan pemboran coring sebesar 613,50 meter. Total biaya pengeboran yang dikeluarkan adalah sebesar Rp1.072.033.089. -
PT Indominco Mandiri
Operasional pengeboran dilakukan di Blok Barat dan Blok Timur. Biaya total pengeboran untuk periode Januari-Maret 2026 adalah sebesar Rp1.427.741.987. -
PT Bharinto Ekatama
Lokasi pengeboran berada di Kalimantan Timur dan Kalimantan Tengah dengan wilayah kerja seluas 17.311 hektar (Ha). Anak usaha ITMG ini telah melakukan aktivitas pengeboran pra produksi di Blok Lempanang sebanyak 50 lubang dengan kedalaman 2.745,65 meter untuk open hole dan 975,75 meter bor inti (coring). Selain itu, dilakukan juga pengeboran eksplorasi di Blok Tenaik sebanyak 107 lubang dengan kedalaman 6328,55 meter untuk open hole dan 1.464,75 meter bor inti. Biaya total pengeboran yang dilakukan Bhanrinto Ekatama di triwulan I ini mencapai Rp4.174.211.755.
Perbedaan Metode Pengeboran Open Hole dan Coring
Dalam industri batu bara, metode pengeboran eksplorasi umumnya dibagi menjadi dua jenis, yaitu open hole dan coring.
-
Open hole atau pengeboran lubang terbuka: Digunakan untuk identifikasi awal karena lebih cepat dan murah, namun hanya menghasilkan serpihan batuan sehingga data yang diperoleh relatif terbatas.
-
Coring atau pengeboran inti: Menghasilkan sampel batuan utuh berbentuk silinder yang memungkinkan analisis kualitas batu bara dan struktur geologi secara lebih akurat. Karena itu, open hole biasanya digunakan pada tahap awal eksplorasi, sedangkan coring menjadi dasar dalam perhitungan cadangan dan studi kelayakan yang lebih mendalam.
Tekanan Struktural yang Dihadapi ITMG
Sebelumnya, analis KB Valbury Sekuritas, Laurencia Hiemas menjabarkan bahwa ITMG dihadapkan dengan tiga tekanan struktural utama yang berisiko menekan kinerja perseroan.
-
Pemangkasan RKAB 2026
Laurencia mengasumsikan produksi ITMG pada 2026 hanya sekitar 12,7 juta ton atau turun sekitar 40% dibandingkan asumsi sebelumnya sekitar 22 juta ton. -
Penerapan PP No. 18/2025
Peningkatan tarif pajak efektif menjadi 32,2% dari sebelumnya 24,1%, yang diperkirakan menekan laba tahunan sekitar US$15 juta–US$20 juta. -
Potensi kenaikan porsi domestic market obligation (DMO)
Jika DMO meningkat menjadi 30%, harga batu bara domestik yang dibatasi US$70 per ton untuk PLN akan menurunkan harga jual rata-rata (blended ASP) menjadi sekitar US$78,8 per ton.
Perubahan Rating Saham ITMG
Tiga tantangan ini yang mendasari sekuritas memangkas rating saham ITMG menjadi hold, dari sebelumnya buy. Target harga ITMG juga diturunkan dari Rp27.000 menjadi Rp25.000.
“Target harga Rp25.000 diturunkan berdasarkan metode sum-of-the-parts discounted cash flow (SOTP-DCF) hingga masa habis cadangan pada 2044. Valuasi tersebut menggunakan asumsi harga batu bara US$70–US$79 per ton, cash cost 2026 sebesar US$58,9 per ton, serta WACC 11,1%,” jelasnya dalam riset.
Pada penutupan pasar Jumat (10/4/2026), saham ITMG terkoreksi 1,19% ke Rp27.000. Dalam sebulan terakhir ITMG mengalami tekanan membuat harganya terpangkas 4,59%. Namun demikian, secara year to date saham ITMG melambung 23,43% bahkan sempat menyentuh level Rp30.075.
Indo Tambangraya Megah Tbk. – TradingView











