Gowa dalam Sorotan: Berita Terkini, Cerita Menarik

GPCI Minta Perlindungan untuk Misi Menembus Gaza

Permintaan Perlindungan untuk Relawan Indonesia dalam Misi Global Sumud Flotilla

Global Peace Convoy Indonesia (GPCI) telah mengirimkan surat kepada Presiden Prabowo Subianto, memohon perlindungan bagi para relawan dan aktivis Indonesia yang terlibat dalam misi pelayaran Global Sumud Flotilla (GSF) menembus blokade Gaza 2026. Surat ini juga merupakan permohonan restu dari pemerintah agar mendukung aksi sipil yang diambil oleh para relawan dan aktivis dalam misi kemanusian tersebut.

Koordinator GPCI, Maimon Herawati, menjelaskan bahwa misi pelayaran besar GSF merupakan aksi sipil internasional yang memerlukan peran perlindungan dari pemerintah negara masing-masing. Hal ini penting karena misi kemanusian tersebut akan berhadapan langsung dengan otoritas penjajahan Zionis Israel.

“Kami menyadari bahwa partisipasi dalam misi ini memiliki risiko, baik dari sisi keamanan, hukum internasional, maupun dinamika geopolitik,” ujar Maimon pada Senin (6/4/2026). Ia menegaskan bahwa GPCI memerlukan dukungan dari pemerintah. “Kami memohon dengan hormat kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto untuk memberikan perlindungan diplomatik dan hukum kepada warga negara Indonesia yang terlibat dalam misi pelayaran kemanusian Global Sumud Flotilla 2.0 ini.”

Selain itu, GPCI juga memohon kepada otoritas pemerintahan pusat di Jakarta agar memberikan instruksi bagi perwakilan Indonesia yang berada di negara-negara yang dilintasi dalam konvoi kemanusian terbesar untuk Palestina. Maimon menambahkan, “Kami juga memohon agar Bapak Presiden menginstruksikan perwakilan-perwakilan diplomatik Indonesia di negara-negara terkait untuk melakukan pemantauan dan pendampingan aktif kepada peserta dan partisipan Global Sumud Flotilla dari Indonesia.”



Maimon Herawati (Kanan) – (Dok )

Jalur Pelayaran dan Konvoi Darat

Misi GSF tahun ini akan dimulai melalui Laut Mediterania, melewati Prancis, Spanyol, Italia, Yunani, dan Turki, hingga mencapai daratan Gaza yang diblokade oleh militer penjajahan Zionis Israel. Untuk jalur darat, konvoi akan melintasi Libya sampai ke Mesir, lalu masuk ke Gaza melalui perbatasan Rafah.

Diperkirakan sekitar seribu relawan dan aktivis dari sedikitnya 100 negara akan ikut serta dalam misi pelayaran akbar dan konvoi darat tersebut. GPCI, yang merupakan gabungan dari sekitar 26 filantropi Palestina di Indonesia, akan mengirimkan sedikitnya 30 relawan dan aktivis, termasuk dokter, tim medis, serta jurnalis.

“Kami memohon agar Bapak Presiden Prabowo Subianto atas nama negara juga mengakui, dan mendukung partisipasi masyarakat sipil Indonesia dalam misi Global Sumud Flotilla ini, sebagai bagian dari kontribusi nasional dalam isu kemanusian global,” tambah Maimon.

Tujuan dan Dukungan dari Pemerintah

Misi utama GSF adalah menembus blokade Gaza, dengan kampanye kemanusian nonkekerasan yang bertujuan menyalurkan bantuan kemanusian untuk masyarakat Gaza yang masih mengalami blokade penjajahan dan genosida Zionis Israel. Selain itu, misi ini juga bertujuan meningkatkan kesadaran internasional terhadap krisis kemanusian yang terus berlanjut di Gaza dan wilayah Palestina lainnya.

“Sekaligus melakukan advokasi untuk penghentian blokade dan pelanggaran hak asasi manusia yang masih terus dilakukan Zionis Israel terhadap masyarakat di Gaza dan wilayah Palestina lainnya,” lanjut Maimon.

Keterlibatan Delegasi Indonesia

Delegasi Indonesia dalam misi GSF 2.0 akan terdiri dari berbagai kalangan, seperti tenaga medis, eco builder, peserta umum, tokoh politik, influencer, jurnalis, dan tokoh masyarakat. Harapan mereka adalah dapat memperkuat narasi dan semangat perjuangan secara global untuk membebaskan Gaza dan menembus blokade Gaza.

Dewan Pengarah GPCI, Jajang Nurjaman, menyatakan bahwa Indonesia akan kembali mengirim delegasi dalam misi kemanusian GSF 2.0. Ini adalah misi global yang bertujuan menembus blokade Israel atas Gaza. Peserta GSF dari Indonesia akan menjadi representasi negara dalam upaya solidaritas dunia untuk Palestina.



Pasukan elite Israel mencoba menaiki salah satu kapal peserta Global Sumud Flotilla di perairan Palestina, Kamis (2/10/2025).

Rencana Pembelian Kapal dan Dukungan Hukum

GPCI mengharapkan Presiden Prabowo memberikan dukungan dan perlindungan secara hukum agar tidak ada risiko yang mungkin terjadi selama misi kemanusian ini. Jajang menegaskan bahwa GPCI akan bergabung dengan GSF 2.0 dan rencananya akan menembus blokade Israel atas Gaza melalui jalur laut dan darat.

Untuk jalur laut, pemberangkatan akan dimulai dari Barcelona tanggal 12 April 2026, kemudian menuju Italia, Turki, dan langsung menembus Gaza sekitar tanggal 22–24 April. Untuk jalur darat, pemberangkatan akan dimulai dari Libya, lalu ke Mesir, dan masuk ke Gaza.

GPCI menegaskan bahwa GFS 2.0 adalah misi kemanusiaan dan aksi damai tanpa kekerasan yang digagas oleh masyarakat sipil dunia. Karenanya, GPCI mengharapkan dukungan dari pemerintah seperti Pemerintah Malaysia yang mendukung warganya turut serta dalam misi kemanusian GFS 2.0.

“Jadi kita juga mudah-mudahan bisa diberi dukungan dari pemerintah Indonesia sehingga misi ini bisa berjalan dengan aman, damai, dan bisa kembali ke Tanah Air dengan selamat,” ujar Jajang. Ia menambahkan, “Tentu dengan segala macam risiko-risiko yang mungkin terjadi, mudah-mudahan dengan dukungan secara hukum dan legal dari negara bisa mengamankan misi untuk menembus blokade Gaza.”

GPCI juga merencanakan untuk membeli lima kapal seharga sekitar Rp 1,7 Miliar per kapal, guna mendukung misi kemanusian ini.

Lani Kaylila

Seorang penulis berita online yang terbiasa bekerja cepat tanpa mengabaikan akurasi. Ia menaruh perhatian pada isu sosial, budaya, dan tren masyarakat. Waktu luangnya ia gunakan untuk membaca buku psikologi, berjalan kaki di taman, dan merawat tanaman hias. Ia percaya bahwa ide terbaik muncul dari ketenangan. Motto: “Ketelitian adalah kunci dari kredibilitas.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *