Gowa dalam Sorotan: Berita Terkini, Cerita Menarik
Bisnis  

Danantara Investasi Rp3 Triliun di Makassar, Olah 1.000 Ton Per Hari

Investasi Rp3 Triliun untuk Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik di Makassar

Pemerintah Kota Makassar mengumumkan rencana besar dalam pengelolaan sampah dengan investasi senilai Rp3 triliun untuk pembangunan Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di kawasan TPA Tamangapa. Proyek ini bertujuan untuk mengolah 1.000 ton sampah per hari, yang diharapkan mampu menghasilkan energi listrik sebesar 20 hingga 25 megawatt.

Wali Kota Makassar, Munafri ‘Appi’ Arifuddin, menyampaikan bahwa proyek ini merupakan bagian dari arahan Presiden Prabowo Subianto dan akan dikelola sepenuhnya oleh Danantara. Ia menegaskan bahwa pihak swasta tidak terlibat dalam pengelolaan PSEL ini. “Nilai investasi kurang lebih Rp3 triliun,” ujarnya saat berbicara di Gubernuran, Jl Sungai Tangka, Makassar, Sabtu (4/4/2026).

Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, menjelaskan bahwa proyek ini adalah bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN) di sektor pengelolaan sampah berbasis energi. Ia menekankan pentingnya kolaborasi antar daerah dalam menangani masalah sampah yang semakin meningkat. Selain itu, ia juga meminta pemerintah daerah untuk tetap memperhatikan pengelolaan sampah di hilir, meskipun teknologi di hilir seperti PSEL sudah mulai dikembangkan.

Kerja Sama Lintas Daerah dengan Kabupaten Gowa dan Maros

Untuk mencapai target pengolahan sampah sebesar 1.000 ton per hari, Pemkot Makassar bekerja sama dengan Kabupaten Gowa dan Maros. Pasokan sampah dari Gowa mencapai 150 ton per hari, sedangkan dari Maros sekitar 50 ton per hari. Dengan penambahan ini, kapasitas pengolahan sampah di PSEL dapat mencapai target yang ditetapkan.

Selain itu, Danantara juga akan memberikan subsidi terhadap biaya listrik yang dihasilkan. “Subsidi biaya listrik sekira 20 sen per kWh,” kata Appi. Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Pemkot Makassar, Pemkab Gowa, dan Pemkab Maros dilakukan di Gubernuran, Jl Sungai Tangka, Makassar, pada hari yang sama.

Kerja sama ini menjadi langkah konkret lintas daerah dalam mendukung implementasi PSEL di Makassar. Program ini juga merupakan bagian dari kebijakan nasional pengelolaan sampah berbasis energi atau waste to energy. Selain itu, kerja sama ini diharapkan mampu menjawab tantangan timbulan sampah di kawasan Mamminasata yang terus meningkat.

Perubahan Lokasi Pembangunan PSEL

Sebelumnya, rencana pembangunan PSEL direncanakan di Kelurahan Bira, Kecamatan Tamalanrea. Namun, rencana tersebut memicu gelombang penolakan dari warga setempat. Setelah melalui evaluasi pemerintah, lokasi pembangunan akhirnya dipindahkan ke kawasan TPA Tamangapa. Menteri Hanif meminta agar seluruh proses tender proyek dilakukan ulang sesuai regulasi yang berlaku.

Ia menegaskan bahwa persoalan sampah kini menjadi perhatian serius pemerintah pusat. Ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang menyoroti kondisi TPA di berbagai daerah. Menurut Hanif, sebagian besar TPA di Indonesia saat ini sudah berusia tua dan mendekati batas kapasitas. “Presiden mengingatkan kedaruratan sampah mengingat TPA ini rata-rata sudah berumur 17 tahun. Artinya waktu dari TPA ini tinggal sekitar tiga tahun ke depan,” ungkapnya.

Solusi Hilir yang Terintegrasi

Pemkot Makassar juga telah menyiapkan lahan seluas 10 hektar di kawasan TPA Tamangapa. Dari total tersebut, sekira 7 hektar akan digunakan untuk pembangunan fasilitas PSEL. Lokasi ini dipilih karena memiliki potensi tambahan bahan baku dari timbunan sampah lama yang masih bisa dimanfaatkan.

“Kita sudah memetakan blok-blok yang harus dilakukan cover soil setiap hari untuk memastikan tidak ada lagi open dumping berpotensi mencemari lingkungan,” tegas Appi. Pemkot Makassar juga tengah membenahi sistem persampahan, mulai dari pemilahan sampah berbasis RT/RW, penguatan bank sampah, optimalisasi TPS3R, hingga pengolahan sampah organik melalui maggot dan kompos.

Teknologi Modern dan Keamanan Lingkungan

Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, memastikan proyek strategis nasional PSEL di Makassar tidak akan merugikan warga sekitar. PSEL atau PLTSa ini akan dibangun di kawasan TPA Tamangapa, Kecamatan Manggala, Makassar, dengan lahan seluas 7 hektar. Nantinya, fasilitas ini ditargetkan mampu mengolah sekitar 1.000 ton sampah per hari menjadi energi listrik.

Menko Pangan, Zulkifli Hasan, mendukung penuh rencana Pemkot Makassar membangun PSEL di TPA Antang. Menurutnya, lokasi ini tempat paling tepat karena sejak awal telah difungsikan sebagai tempat pembuangan akhir sampah. “Kalau memang di sini sudah tempat pembuangan akhir sampah, lebih gampang prosesnya. Akses keluar masuknya sudah ada. Tidak perlu memaksakan pembangunan di lokasi baru,” ujar Zulhas belum lama ini.

Ia menilai, pemindahan lokasi ke kawasan lain justru berpotensi menimbulkan penolakan masyarakat dan memperlambat realisasi proyek. “Kalau banyak perlawanan dari masyarakat, susah itu. Tidak bisa kita paksakan lokasi baru. Ya sudah, di sini saja dibangun, di TPA Antang,” tegasnya.

Wahyudi

Jurnalis yang menaruh perhatian pada dunia pendidikan dan komunitas lokal. Ia senang menghabiskan waktu membaca biografi tokoh inspiratif, menulis catatan belajar, serta menghadiri diskusi publik. Aktivitas ini membantunya memahami sudut pandang masyarakat. Motto: "Berita harus menggerakkan, bukan sekadar dibaca."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *