Penembakan Pesawat Tempur AS oleh Militer Iran
Militer Iran berhasil menargetkan dan menjatuhkan empat kendaraan tempur udara Amerika Serikat dalam sehari. Kejadian ini mempermalukan Presiden AS Donald Trump yang sebelumnya mengklaim bahwa pasukan AS telah menghancurkan semua sistem pertahanan udara Iran.
Pada Jumat pagi, muncul laporan berturut-turut mengenai jatuhnya dua pesawat dan penargetan dua helikopter AS. Ebrahim Zolfaghari, juru bicara markas pusat Khatam al Anbiya Iran, menyatakan bahwa klaim Trump tersebut adalah palsu. Dalam pidatinya di televisi, ia menyebutkan bahwa pesawat-pesawat tersebut ditembak jatuh menggunakan “sistem pertahanan baru yang canggih” milik Iran. Ia juga menambahkan bahwa “sebuah jet tempur musuh juga menjadi sasaran di selatan Pulau Qeshm, jatuh di perairan antara Pulau Qeshm dan Hengam”.

Gambar kursi pelontar dari jet tempur AS yang ditembak jatuh di Iran, dilansir oleh Garda Revolusi Iran, Jumat (3/4/2026). – (X/@IRGCIntelli)
Pengakuan Militer AS
Dalam laporan berikutnya, media Amerika melaporkan bahwa militer AS mengakui jatuhnya jet tempur F-15 dalam pesan singkat yang dilihat oleh Associated Press. Beberapa jam setelah pengumuman, media-media Amerika mengonfirmasi bahwa militer AS berhasil menemukan salah satu dari dua pilot yang pesawatnya ditembak jatuh oleh Iran. Namun, nasib pilot kedua masih belum diketahui.
The Wall Street Journal, mengutip seorang pejabat AS, melaporkan bahwa sebuah jet tempur F-15A Eagle Amerika ditembak jatuh di atas Iran. Mereka mencatat bahwa “pesawat tersebut memiliki dua awak yang kondisinya masih belum jelas.” Majalah Air & Space Forces juga menyatakan bahwa pesawat yang ditembak jatuh Iran adalah F-15E milik Angkatan Udara AS, dan hal ini dikonfirmasi oleh platform data terbuka Ausent Technical dalam analisis gambar yang diterbitkan oleh media Iran.

Helikopter UH-60L Blackhawk menerbangkan misi tingkat rendah di Irak. – (Wikimedia Commons)
Serangan terhadap Helikopter Black Hawk
Selama operasi pencarian dan penyelamatan menyusul jatuhnya sebuah jet tempur F-15, militer AS melaporkan bahwa dua helikopter Black Hawk mereka terluka akibat serangan Iran. Para pejabat menambahkan bahwa kedua helikopter kembali dengan selamat ke pangkalan mereka.
Sebelumnya, jaringan Amerika Newsmax melaporkan bahwa helikopter Black Hawk Amerika terkena tembakan Iran. Jaringan tersebut tidak memberikan rincian lebih lanjut mengenai lokasi dan sifat serangan tersebut.
Black Hawk adalah helikopter serang utama Angkatan Darat AS pada khususnya dan penerbangan militer global pada umumnya. Perannya tidak terbatas pada aspek militer, tetapi juga mencakup evakuasi tentara yang terluka dan memberikan bantuan medis.
Penembakan Berkelanjutan
Serangan berturut-turut terhadap komando dan jet tempur AS tidak berhenti. New York Times mengonfirmasi jatuhnya jet tempur Angkatan Udara AS lainnya di kawasan Teluk, sementara Iran mengaku bertanggung jawab atas penembakan jatuh tersebut. Surat kabar tersebut mengutip para pejabat yang mengatakan bahwa sebuah pesawat serang A-10 Warthog jatuh di dekat Selat Hormuz, membenarkan bahwa pilotnya selamat dan diselamatkan.
Para pejabat hanya memberikan sedikit rincian tentang kecelakaan pesawat tersebut, termasuk keadaan kecelakaan atau lokasi tepatnya. The Wall Street Journal mengutip sumber yang mengatakan bahwa pesawat tersebut tidak jatuh di dalam wilayah Iran.
Sementara itu, televisi Iran mengumumkan bahwa pertahanan udara Teheran menargetkan pesawat “A-10” milik “musuh agresif Zionis Amerika” di perairan selatan negara itu di sekitar Selat Hormuz pada Jumat malam. Televisi Iran mengatakan akan merilis informasi lebih lanjut nanti.
A-10 Warthog adalah pesawat serang Amerika yang dirancang khusus untuk memberikan dukungan udara jarak dekat kepada pasukan darat, menghancurkan tank musuh, kendaraan lapis baja dan target darat, dan kokpitnya hanya berisi satu pilot.











