Penyaluran Bantuan Kebencanaan di Tiga Daerah
Kementerian Sosial (Kemensos) kembali menyalurkan bantuan santunan ahli waris, korban luka dan jaminan hidup bagi korban bencana di Kabupaten Bireuen, Pidie Jaya dan Agam. Penyaluran bantuan ini dilakukan pada Jumat (4/3/2026), dengan total dana yang disalurkan mencapai Rp 54.572.100.000.
Penyaluran bantuan tersebut dilakukan secara hybrid, meskipun dalam kondisi hari libur. Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul memimpin penyaluran bantuan secara daring dari kantor Kemensos di Jakarta. Dalam kesempatan ini, ia menyampaikan bahwa pemerintah tetap berkomitmen untuk memberikan bantuan kepada masyarakat yang terdampak bencana.
Hadir dalam Acara Penyaluran Bantuan
Acara penyaluran bantuan ini dihadiri oleh beberapa pejabat penting seperti Bupati Agam Benni Warlis, Bupati Bireuen Mukhlis, Wakil Bupati Pidie Jaya Hasan Basri, Sekretaris Daerah Pidie Jaya Munawar, Direktur Perlindungan Sosial Bencana Alam Kemensos Masryani Mansyur serta jajaran pejabat pemerintah daerah Agam, Bireuen dan Pidie. Selain itu, hadir juga ratusan penerima bantuan sosial dan ahli waris korban bencana.
Rincian Bantuan di Setiap Wilayah
Di Kabupaten Agam, bantuan senilai Rp 11.708.250.000 disalurkan. Rincian bantuan tersebut meliputi jaminan hidup sebesar Rp 11.063.250.000 untuk 8.195 penerima manfaat (PM), Santunan Ahli Waris Tahap II sebesar Rp 120.000.000 untuk 8 PM, serta santunan korban luka sebesar Rp 525.000.000 untuk 105 PM.
Sementara itu, di Pidie Jaya, bantuan sebesar Rp 20.758.950.000 diberikan kepada 15.377 PM. Di Bireuen, penyaluran bantuan mencapai Rp 22.104.900.000 untuk jaminan hidup bagi 16.374 PM.
Komponen Bantuan Pasca-Kebencanaan
Bantuan pasca-kebencanaan Kemensos pada fase kedaruratan mencakup beberapa komponen, antara lain:
- Santunan bagi ahli waris korban meninggal dunia sebesar Rp15 juta.
- Bantuan bagi korban luka berat sebesar Rp 5 juta.
- Bantuan isi rumah sebesar Rp 3 juta per keluarga.
- Stimulan ekonomi sebesar Rp 5 juta per keluarga.
- Jadup sebesar Rp 450 ribu per orang per bulan selama tiga bulan.
Penyaluran bantuan dilakukan bertahap kepada daerah yang datanya telah terverifikasi. Data penerima bantuan bersumber dari BNPB yang kemudian diverifikasi dan divalidasi oleh pemda, ditetapkan oleh bupati/wali kota, serta dikuatkan oleh Kapolres dan Kepala Kejaksaan Negeri.
Data tersebut selanjutnya diproses oleh Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR), dipadankan dengan data Dukcapil, dan divalidasi oleh BPS. Setelah seluruh tahapan dilalui, data ditandatangani oleh Menteri Dalam Negeri selaku ketua Satgas PRR.
Proses Penyaluran Bantuan
Penyaluran bantuan bekerja sama dengan PT Pos Indonesia dengan tiga model penyaluran, yakni:
- Diambil langsung di kantor Pos.
- Disalurkan melalui komunitas baik di kantor kelurahan, kecamatan maupun titik yang disepakati.
- Melalui door-to-door bagi lansia dan penyandang disabilitas.
Gus Ipul menyampaikan apresiasi kepada PT Pos yang tetap menjalankan tugasnya meskipun di hari libur. Ia mengatakan bahwa PT Pos dapat membuka kantornya untuk menyalurkan bantuan kepada para penerima manfaat jika data dan angka sudah siap.
Ucapan Terima Kasih dari Bupati
Dalam kesempatan ini, Bupati Pidie Jaya Sibral Malasyi mengucapkan terima kasih atas bantuan yang diberikan bagi masyarakat terdampak bencana. Ia menyampaikan rasa terima kasih kepada Bapak Presiden Republik Indonesia dan Bapak Menteri Sosial yang telah memberikan bantuan terhadap jaminan hidup ataupun bantuan stimulan yang sebelumnya telah diterima sebesar Rp 241,6 miliar.
Rusmawan adalah seorang penulis berita online yang serbabisa dalam menguraikan berbagai peristiwa menjadi berita yang jelas dan ringan. Ia suka membaca opini, melakukan riset pendek, dan membuat rangkuman harian. Di waktu senggang, ia menikmati musik instrumental. Motto: “Informasi yang baik dimulai dari niat yang baik.”











