Gowa dalam Sorotan: Berita Terkini, Cerita Menarik
Daerah  

Ajak Tanam Pohon Bersama, Bupati Situbondo Ganti Hadiah Ulang Tahun dengan Bibit

Inisiatif Penanaman Pohon untuk Mitigasi Banjir di Situbondo

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Situbondo sedang merancang sebuah inisiatif besar yang bertujuan untuk mengurangi risiko banjir di wilayah tersebut. Rencana ini akan dilaksanakan pada 20 April 2026, tepat pada peringatan Hari Bumi. Kegiatan penanaman pohon secara serentak ini tidak hanya menjadi bentuk kepedulian terhadap lingkungan, tetapi juga sebagai bagian dari upaya jangka panjang dalam mitigasi bencana.

Tujuan dan Partisipasi Berbagai Pihak

Bupati Situbondo, Yusuf Rio Wahyu Prayogo, menyampaikan rencana ini saat menghadiri acara halalbihalal bersama para pengusaha di Pendopo Rakyat Situbondo, Senin (30/3/2026). Menurutnya, penanaman pohon akan melibatkan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, perusahaan, dan masyarakat. Ia menekankan bahwa semua elemen masyarakat harus turut serta dalam kegiatan ini.

“Semuanya kita ajak untuk menanam pohon di wilayah Jatibanteng,” ujarnya.

Selain itu, Bupati Rio juga menyebutkan bahwa pihaknya akan mengajak pekerja hiburan seperti pemandu lagu untuk ikut serta dalam kegiatan penanaman pohon. Hal ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah untuk memastikan partisipasi luas dari berbagai kalangan masyarakat.

Kerusakan Hutan dan Faktor Penyebab Banjir

Dalam program ini, Pemkab Situbondo menilai bahwa kerusakan hutan di wilayah hulu menjadi salah satu penyebab utama banjir. Setelah dua kali banjir melanda Kecamatan Besuki dan Banyuglugur, pemantauan lapangan selama bulan Ramadan hingga setelah terjadinya banjir menunjukkan bahwa kondisi hutan di sejumlah wilayah hulu sudah banyak mengalami kerusakan.

“Saat kami pantau, memang banyak hutan yang gundul dan ditanami jagung. Saya kira itu salah satu faktornya,” katanya.

Selain itu, ia menyebut ada sejumlah faktor lain yang diduga turut memengaruhi terjadinya banjir, seperti aktivitas pertambangan maupun pembangunan infrastruktur. Meski demikian, pemerintah daerah menilai langkah paling penting saat ini adalah memperbaiki kondisi hulu melalui penanaman pohon.

“Yang paling nampak hulunya yang akan kita sumbat. Ini bukan untuk hari ini saja, tetapi untuk masa depan,” ujarnya.

Ulang Tahun Diganti dengan Bibit Pohon

Dalam kesempatan tersebut, Mas Rio juga menyampaikan bahwa ia menolak pemberian hadiah pada momen ulang tahunnya. Sebagai gantinya, ia meminta masyarakat atau pihak yang ingin memberi hadiah untuk memberikan bibit pohon yang nantinya akan ditanam bersama saat peringatan Hari Bumi.

“Kalau mau memberi hadiah, beri saja pohon. Nanti di Hari Bumi kita tanam bersama,” katanya.

Kepala Perhutani KPH Bondowoso, Misbakhul Munir, menyambut baik rencana penanaman pohon yang diinisiasi pemerintah daerah tersebut. Menurutnya, program tersebut merupakan langkah strategis untuk menjaga kelestarian kawasan hutan di wilayah Situbondo dan Bondowoso.

Keberlanjutan Hutan dan Partisipasi Masyarakat

Munir mengungkapkan bahwa total luas kawasan hutan yang dikelola Perhutani di wilayah tersebut mencapai sekitar 30 ribu hektare. Namun dari jumlah tersebut, sekitar 17 ribu hektare di antaranya telah dikuasai masyarakat dan masuk dalam skema Kawasan Hutan dengan Pengelolaan Khusus (KHDPK).

“Kondisi ini membuat sebagian lahan hutan dimanfaatkan masyarakat dan banyak pohon yang ditebang,” ujarnya.

Ia mengajak semua pihak untuk bersama-sama menjaga kelestarian hutan dan menghentikan aktivitas perusakan atau penebangan tanpa izin.

“Mari hutan kita lestarikan dengan menanam pohon dan tidak ada lagi penebangan tanpa izin,” tambahnya.


Muhammad Muhlis

Jurnalis digital yang menaruh perhatian besar pada perkembangan teknologi dan komunikasi. Ia senang membaca jurnal ilmiah, mencoba aplikasi baru, dan melakukan riset kecil untuk mempertajam analisis. Hobinya termasuk bermain catur dan mendengarkan musik klasik. Motto: "Pemahaman mendalam menghasilkan berita yang bernilai."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *