Gowa dalam Sorotan: Berita Terkini, Cerita Menarik

Roy Suryo Tak Pernah Menyerah, Fokus Buktikan Ijazah Jokowi 99,9 Persen Palsu

Peneguhan Komitmen Roy Suryo dalam Kasus Ijazah Palsu

Roy Suryo, seorang pakar telematika, menegaskan bahwa dirinya tetap berada di jalur hukum untuk membuktikan bahwa ijazah Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi), adalah palsu. Dalam pernyataannya, ia menyatakan bahwa dirinya tidak akan mengikuti jejak Rismon Sianipar yang memilih jalur damai dengan meminta maaf.

Pernyataan ini disampaikan Roy saat Klaster II tersangka, yang dihuni oleh dirinya dan Dokter Tifa, mulai diguncang isu miring serta manuver Restorative Justice (RJ) dari anggota kelompok mereka sendiri. Meski begitu, Roy tetap konsisten pada pendiriannya.

Mengabaikan Isu “Receh” dan Fokus pada Jalur Hukum

Roy Suryo secara terbuka menyentil beredarnya narasi liar, seperti isu dana Rp50 miliar dan pencatutan nama-nama tokoh bangsa seperti Puan Maharani hingga Mahfud MD. Bagi Roy, semua itu hanyalah upaya sistematis untuk membelokkan fokus utamanya.

“Kami tetap melakukan sesuai dengan koridor hukum yang lurus ya. Kami tidak mempedulikan hoaks atau isu-isu murahan, sekali lagi saya katakan isu murahan yang ada sekeliling. Kami tetap fokus kepada bagaimana kita membuktikan ijazah ini 99,9 persen palsu,” tegas Roy Suryo dikutip dari YouTube Kompas TV, Senin (30/3/2026).

Ia menekankan bahwa perjuangannya tetap melalui instansi resmi, mulai dari Mahkamah Konstitusi (MK), Komisi Informasi Pusat (KIP), hingga gugatan warga negara (Citizen Lawsuit). Roy juga menolak meladeni tantangan dari pihak-pihak yang dianggapnya hanya menyebar isu “receh”.

Konsistensi Bersama Dokter Tifa

Meskipun Rismon Sianipar mulai melunak, Roy Suryo menemukan sekutu setia pada diri Dokter Tifa. Keduanya bersepakat untuk tidak menggubris provokasi digital dan tetap pada keyakinan awal bahwa dokumen pendidikan sang mantan presiden memiliki kejanggalan fatal.

“Membuktikan ijazah Joko Widodo 99,9 persen palsu, itu sudah clear,” pungkas Roy menutup pernyataannya.

Adanya Adu Domba dalam Kelompok

Dalam podcast Madilog yang tayang pada Jumat (27/3/2026) malam, Roy secara terang-terangan menyebut adanya pola “adu domba” yang dilakukan dengan berbagai cara untuk memecah belah kubunya. Salah satunya adalah melalui penyebaran pesan WhatsApp palsu yang mengatasnamakan Dokter Tifa.

Roy mengatakan bahwa pesan tersebut sengaja dibuat menyerupai komunikasi asli, lengkap dengan ucapan Idul Fitri dan ajakan pertemuan tertutup. Namun, terdapat banyak kejanggalan. “Penulisan nama saja salah, lokasi pertemuan juga tidak sesuai. Setelah saya telusuri, nomor itu memang dibuat khusus dan baru diaktifkan untuk tujuan ini,” tegasnya.

Roy pun menilai, pola tersebut sengaja dirancang untuk membangun narasi bahwa dr Tifa mulai goyah atau menyerah. “Padahal itu tidak benar sama sekali. Ini jelas siasat licik untuk memecah belah,” katanya.

Menyentil Narasi yang Tidak Terbukti

Roy juga menyinggung kelompok yang ia sebut sebagai “Ceboker Nusantara”, yang menurutnya berperan dalam memperkuat dan menyebarkan narasi tersebut. Ia menilai kelompok ini bekerja dengan pola seragam, yakni mengamplifikasi isu yang belum terverifikasi, menggunakan framing bombastis, dan menyerang secara serempak di berbagai platform.

Selain itu, Roy juga menyoroti kemunculan isu lain, yakni tudingan adanya dana Rp50 miliar yang disebut terkait polemik tersebut. Ia menilai narasi itu sengaja dibuat untuk menggiring opini publik dan mengalihkan fokus dari isu utama. Roy pun mengecam keras karena narasi tersebut menyeret nama sejumlah tokoh nasional.

Di antaranya Puan Maharani, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Luhut Binsar Pandjaitan, Jusuf Kalla, hingga Mahfud MD. Roy menyebut tindakan tersebut sebagai sesuatu yang tidak dapat dibenarkan dan memastikan tidak ada bukti autentik yang mendukung klaim tersebut.

Muhammad Muhlis

Jurnalis digital yang menaruh perhatian besar pada perkembangan teknologi dan komunikasi. Ia senang membaca jurnal ilmiah, mencoba aplikasi baru, dan melakukan riset kecil untuk mempertajam analisis. Hobinya termasuk bermain catur dan mendengarkan musik klasik. Motto: "Pemahaman mendalam menghasilkan berita yang bernilai."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *