Gowa dalam Sorotan: Berita Terkini, Cerita Menarik
Daerah  

Pemulihan Pasca-Bencana: SMPN 44 Padang Kembali Beraktivitas Normal

Kembali Normal, SMPN 44 Padang Jadi Contoh Keberanian dan Ketangguhan

SMPN 44 Padang kini kembali berdiri tegak setelah melalui masa sulit akibat bencana banjir bandang yang terjadi pada November 2025 lalu. Saat ini, suasana sekolah terlihat jauh lebih tenang dan rapi dibandingkan sebelumnya. Seluruh siswa telah kembali menjalani Proses Belajar Mengajar (PBM) setelah menikmati libur Lebaran.

Sejarah Penuh Perjuangan

Sekolah yang berada di Jalan Koto Tuo, Kecamatan Pauh, Kota Padang ini sempat menjadi pusat evakuasi bagi warga yang terdampak banjir. Banyak ruang kelas digunakan sebagai tempat pengungsian, sehingga aktivitas belajar mengajar harus dihentikan sementara. Dalam waktu kurang lebih satu bulan, PBM dilakukan secara daring atau online.

Kepala Sekolah SMPN 44 Padang, Syafaruddin, menyampaikan rasa syukurnya atas pemulihan kondisi sekolah. Ia mengingat bagaimana saat itu, banyak tenda darurat didirikan di halaman sekolah untuk menampung warga yang kehilangan tempat tinggal. Namun, kini semua sudah berubah.

Pemulihan Fasilitas Sekolah

Meskipun sempat menjadi posko pengungsian, fasilitas pendidikan di sekolah ini tidak mengalami kerusakan berarti. Sarana dan prasarana tetap aman dan siap digunakan. Halaman sekolah juga kini tampak rata dan rapi seperti sedia kala. Rumput hijau mulai tumbuh kembali, memberikan suasana yang nyaman bagi para siswa.

“Alhamdulillah, sekarang halaman sekolah sudah datar kembali. Rumput-rumput juga sudah mulai tumbuh hijau lagi, memberikan suasana asri bagi siswa,” ujar Syafaruddin.

Dampak pada Siswa dan Lingkungan Sekitar

Meski sekolah kembali pulih, dampak dari bencana masih terlihat di sekitar lingkungan sekolah. Di depan gerbang, tumpukan batu besar dan sisa bangunan rumah warga yang hanyut masih tersisa. Hal ini menjadi pengingat betapa dahsyatnya bencana yang terjadi.

Beberapa siswa juga masih mengalami dampak psikis dan ekonomi. Ada sekitar 20 siswa yang menjadi korban banjir, di mana empat di antaranya mengalami kerusakan rumah yang cukup parah. Keempat siswa tersebut masih tinggal di Hunian Sementara (Huntara) karena rumah asli mereka belum bisa ditempati kembali.

Cerita Siswa yang Berjuang

Salah seorang siswa, Razak, menceritakan bagaimana ia harus menumpang ke sekolah lain hanya untuk bisa mengikuti ujian semester satu tahun lalu. “Sebelumnya memang sempat belajar online. Bahkan saat ujian semester satu kemarin, kami harus menumpang ke sekolah lain karena kondisi di sini belum memungkinkan,” kenang Razak.

Kini, ia sangat senang bisa kembali belajar di sekolah sendiri sejak Januari lalu. Baginya, bertemu dengan teman-teman di kelas adalah penyemangat utama setelah melewati masa sulit pascabencana.

Cerita serupa juga disampaikan oleh Raka, siswa lainnya. Ia mengingat betapa mencekamnya saat air mulai masuk ke area pemukiman warga di akhir tahun lalu. “Rumah saya sempat masuk air, tapi Alhamdulillah tidak parah sampai hanyut seperti rumah orang lain di sekitar sini,” tutur Raka.

Semangat Bangkit dari Bencana

Pihak sekolah terus berupaya memaksimalkan fasilitas yang ada agar para siswa dapat belajar dengan baik. Semangat bangkit dari bencana menjadi pelajaran berharga bagi seluruh warga SMPN 44 Padang di tahun 2026 ini. Mereka menunjukkan bahwa ketangguhan dan kebersamaan dapat menghadapi segala tantangan.

Muhammad Muhlis

Jurnalis digital yang menaruh perhatian besar pada perkembangan teknologi dan komunikasi. Ia senang membaca jurnal ilmiah, mencoba aplikasi baru, dan melakukan riset kecil untuk mempertajam analisis. Hobinya termasuk bermain catur dan mendengarkan musik klasik. Motto: "Pemahaman mendalam menghasilkan berita yang bernilai."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *