Kematian Dokter Muda Akibat Campak Menggemparkan
Beberapa hari terakhir, isu mengenai seorang dokter yang meninggal akibat campak beredar secara luas di media sosial dan berbagai platform berita. Informasi tersebut menyebutkan bahwa dokter tersebut memiliki inisial AMW dan masih berusia 26 tahun. Dalam beberapa sumber, disebutkan bahwa AMW adalah Andito Mohamad Wibisono, seorang lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) angkatan 2019.
Andito Mohamad Wibisono adalah seorang dokter internship yang bertugas di wilayah Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Ia dikenal sebagai sosok yang aktif dalam berbagai organisasi mahasiswa serta memiliki rekam jejak akademik yang kuat. Berdasarkan informasi yang tersedia, ia berasal dari Cianjur dan merupakan anak kedua dari tiga bersaudara. Ayahnya adalah seorang perwira, sedangkan ibunya adalah seorang dokter.
Proses Medis dan Penyebab Kematian
Kementerian Kesehatan RI (Kemenkes) telah memberikan keterangan resmi mengenai kasus ini. Menurut Kemenkes, memang benar ada laporan mengenai seorang dokter yang meninggal dunia dengan suspect campak. “Kementerian Kesehatan mengonfirmasi adanya satu kasus suspek campak pada seorang dokter laki-laki berinisial AMW (26 tahun) yang berdomisili di Cipanas, Kabupaten Cianjur,” kata Aji Muhawarman, Kepala Biro Komunikasi Kemenkes, Jumat (27/6/2026).
Meskipun identitas dokter tersebut tidak diungkapkan secara lengkap, Kemenkes menjelaskan bahwa sebelum meninggal, AMW sempat mengalami gejala klinis seperti demam, ruam merah, serta sesak napas berat. Hasil investigasi sementara menunjukkan bahwa AMW mengalami penyakit campak dengan komplikasi pneumonia yang memperburuk kondisi kesehatannya.
“Pihak RSUD Cimacan telah melakukan penanganan medis sesuai standar pada 26 Maret 2026. Namun demikian pasien kemudian dinyatakan meninggal dunia setelah pihak RS mengupayakan penanganan maksimal,” jelas Aji.
Upaya Pencegahan dan Penelusuran Kontak Erat
Saat ini, Kemenkes sedang melakukan beberapa langkah penting untuk mencegah penyebaran lebih luas. Langkah-langkah tersebut meliputi penelusuran kontak erat, pencarian sumber penularan, penilaian risiko, serta pemberian vitamin A kepada masyarakat setempat. “Kemenkes menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya tenaga medis tersebut,” ujar Aji.
Profil Andito Mohamad Wibisono
Andito Mohamad Wibisono adalah lulusan FKUI angkatan 2019 yang dikenal sebagai sosok yang aktif dalam berbagai organisasi mahasiswa. Pendidikannya dimulai dari SMA Terpadu Krida Nusantara Bandung pada tahun 2015–2018, sebelum melanjutkan studi kedokteran di UI. Ia menyelesaikan program sarjana dan profesi dokter (S.Ked/M.D.) pada 2019–2023, menjalani masa koas di tahun yang sama, dan melanjutkan clerkship klinik hingga 2024.
Selain fokus pada studi, Andito aktif berkontribusi dalam berbagai organisasi mahasiswa FKUI. Ia pernah terlibat di BEM IKM FKUI sebagai staf hingga manager Community Outreach periode 2020–2022. Selain itu, Andito juga menjadi bagian dari Tim Bantuan Medis, AMSA UI, serta turut serta dalam pelaksanaan Pemira IKM FKUI.
Dari sisi profesional, Andito pernah menjabat sebagai Executive Assistant to the Dean FKUI pada Februari–Agustus 2025, memimpin operasional Camani Basic, sebuah usaha kecil di bidang pakaian rumahan, pada 2020–2025, serta menjadi Team Leader Sejawat Tools pada 2022–2023.
Biodata Lengkap Andito Mohamad Wibisono
- Nama: Andito Mohamad Wibisono
- Asal: Cianjur, Jawa Barat
- Anak ke: 2 dari 3 bersaudara
- Orang tua:
- Ayah: Dharmawan Setiabudi Dahlan (perwira)
- Ibu: Seorang dokter
Pendidikan:
– SMA Terpadu Krida Nusantara, Bandung (2015–2018)
– Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia
– S.Ked / Bachelor of Medicine (2019–2023)
– Koas (2023)
– Doctor of Medicine (2023)
– Clinical Clerkship (2023–2024)
Organisasi:
– BEM IKM FKUI (Staff & Manager Community Outreach, 2020–2022)
– Tim Bantuan Medis (2021–2022)
– AMSA UI (2020–2022)
– Pemira IKM FKUI (2020)
Pengalaman Profesional:
– Executive Assistant to the Dean FKUI (Feb–Agustus 2025)
– Chief Operational Officer – Camani Basic (2020–2025)
– Team Leader – Sejawat Tools (2022–2023)
– Public Relations Staff – Teman Bicara (2021–2022)
Penulis yang memiliki perhatian besar pada dunia kesehatan dan kesejahteraan masyarakat. Ia suka mengikuti jurnal kesehatan, melakukan yoga, dan mempelajari resep makanan sehat. Menurutnya, informasi yang benar adalah kunci hidup lebih baik. Motto: “Tulisan yang sehat membawa pembaca sehat.”











