Bulog Malang Genjot Serapan Jagung Pipilan untuk Stabilisasi Pasokan
Bulog Malang terus mempercepat serapan jagung pipilan guna memenuhi target Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). Kepala Bulog Malang, M Nurjuliansyah menjelaskan bahwa hingga pertengahan Maret 2026, jumlah jagung pipilan yang telah diserap mencapai 543 ton dari target sebesar 7.000 ton.
Faktor cuaca menjadi salah satu tantangan dalam proses penyerapan saat ini. Selain itu, produksi jagung di wilayah Malang Raya lebih banyak berupa jagung manis, bukan jagung pipilan. Berdasarkan pantauan langsung oleh Bulog Malang di lapangan, petani lebih memilih menanam varietas jagung manis karena dapat dipanen lebih cepat untuk memenuhi kebutuhan konsumsi sayur.
Bulog Malang berkomitmen untuk membeli jagung pipilan kering hasil panen petani secara optimal sesuai ketentuan Harga Pembelian Pemerintah (HPP). Oleh karena itu, pembelian jagung petani digencarkan setelah Lebaran, mengingat masa panen akan berlangsung pada bulan Maret hingga April. Pasokan jagung berasal dari daerah seperti Pasuruan dan Blitar.
“Penyerapan jagung tidak hanya dilakukan di Malang, tetapi juga di Pasuruan, Blitar, dan Tulungagung,” ujar Nurjuliansyah.
Bulog membeli jagung pipilan kering di tingkat petani dengan harga Rp 5.500 per kg, dengan ketentuan kadar air antara 18 persen hingga 20 persen. Sedangkan HPP jagung pipilan kering di gudang Bulog adalah Rp 6.400 per kg, dengan kadar air maksimal 14 persen dan aflatoksin maksimal 50 part per billion (ppb). Ketentuan ini diatur dalam Keputusan Kepala Badan Pangan Nasional Nomor 216 Tahun 2025 sebagai tindak lanjut dari Instruksi Presiden Nomor 10 Tahun 2025 tentang Pengadaan dan Pengelolaan Jagung Dalam Negeri serta Penyaluran Cadangan Jagung Pemerintah (CJP).
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Malang, Slamet Husnan Hariyadi, menyampaikan bahwa dua peternak ayam di Tlogowaru, Kecamatan Kedungkandang, telah menerima manfaat dari program SPHP jagung pada tahun 2025. Dua peternak tersebut memiliki populasi masing-masing 1.000 ekor ayam dengan kebutuhan jagung sebesar 3,6 ton. Namun, hingga saat ini belum ada pengajuan lagi untuk program SPHP 2026.
Bulog Malang kini sedang bersiap menyalurkan SPHP jagung, namun prosesnya masih menunggu penugasan dari Bapanas. Distribusi Bulog tersebut tidak diperuntukkan bagi dapur MBG. Meskipun demikian, Slamet memastikan bahwa pasokan kebutuhan pokok di Kota Malang tetap terpenuhi.
Dijelaskan Slamet, terdapat 76 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kota Malang. Terbaru, satu SPPG baru saja diresmikan di Klojen, Kota Malang. Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian.
Ia memastikan pelaksanaan SPPG ke-76 berjalan sesuai standar operasional prosedur (SOP), sekaligus mendorong penyerapan produk pangan lokal dari petani dan pelaku usaha. Slamet menegaskan bahwa kualitas dan ketepatan menu menjadi perhatian utama dalam pelaksanaan program tersebut.
“Harapannya pelaksanaan sesuai SOP, taat dengan menu yang telah ditetapkan, dan menjaga kualitas makanan,” ujarnya.
Program SPPG ini menyasar kelompok penerima manfaat seperti ibu hamil dan siswa, sebagai bagian dari upaya pemenuhan gizi masyarakat. Meski demikian, Slamet memastikan keberadaan program ini tidak mengganggu pasokan pangan di Kota Malang. Justru sebaliknya, SPPG menjadi peluang untuk memperkuat ekosistem pangan lokal.
“Tidak memengaruhi pasokan makanan. Justru kami melihat ini sebagai kesempatan untuk memperkenalkan hasil peternakan, perikanan, urban farming, dan kelompok tani agar bisa terserap dalam SPPG,” jelasnya.
Slamet menyebut, sebagian produk lokal mulai terserap dalam program tersebut. Beberapa hasil urban farming telah dipasarkan melalui SPPG, khususnya di wilayah Kedungkandang. Selain itu, komoditas telur juga telah dipasok dari peternak lokal di kawasan Wonokoyo dan Lesanpuro.
“Sudah ada yang terserap. Urban farming di Kedungkandang sudah bertransaksi, dan telur dari peternak di Wonokoyo serta Lesanpuro juga ikut menyuplai,” ungkapnya.
Dispangtan juga menekankan pentingnya keterlibatan pelaku usaha lokal, terutama UMKM, serta sektor perikanan dan peternakan, dalam mendukung keberlanjutan program tersebut.
“Yang ditekankan tadi, utamanya UMKM serta pelaku usaha perikanan dan peternakan agar ikut terlibat,” tambahnya.
Rusmawan adalah seorang penulis berita online yang serbabisa dalam menguraikan berbagai peristiwa menjadi berita yang jelas dan ringan. Ia suka membaca opini, melakukan riset pendek, dan membuat rangkuman harian. Di waktu senggang, ia menikmati musik instrumental. Motto: “Informasi yang baik dimulai dari niat yang baik.”











