Gowa dalam Sorotan: Berita Terkini, Cerita Menarik

Kebijakan WFH ASN dan Karyawan Swasta Masih Dibahas, Ini Sektor yang Harus Tetap ke Kantor

Kebijakan Work From Anywhere (WFA) dan Dampaknya terhadap Masyarakat

Penerapan kebijakan Work From Anywhere (WFA) oleh pemerintah pusat tengah menjadi perhatian publik. Kebijakan ini berlaku bagi aparatur sipil negara (ASN) maupun karyawan swasta, dengan tujuan untuk menghemat penggunaan bahan bakar minyak (BBM). Meski tidak ada masalah pasokan BBM secara nasional, kebijakan ini dianggap sebagai langkah strategis dalam menghadapi situasi global yang memengaruhi stabilitas ekonomi.

Penjelasan dari Pihak Pemerintah

Menurut Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi, kebijakan WFA dan Work From Home (WFH) diberlakukan untuk mengurangi penggunaan BBM, terutama pada periode tertentu. Ia menegaskan bahwa pasokan BBM tetap aman dan tidak ada gangguan serius. “Bukan berarti ada masalah terhadap pasokan BBM. Sebagaimana yang terus kita sampaikan bahwa insyaallah pasokan BBM tidak ada masalah, pasokan BBM aman,” ujar Prasetyo.

Kebijakan ini merupakan arahan langsung dari Presiden Prabowo. Namun, ia juga menyatakan bahwa tidak semua sektor dapat menerapkan WFA atau WFH. Sejumlah sektor seperti pelayanan publik, industri, dan perdagangan harus tetap beroperasi di tempat kerja.

Imbauan dari Polri

Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Agus Suryonugroho mengimbau masyarakat yang termasuk dalam kategori WFA untuk menunda perjalanan balik ke perantauan. Hal ini dilakukan untuk menghindari kemacetan arus balik yang diprediksi terjadi setelah libur Lebaran 2026. “Kami mengimbau untuk masyarakat (memanfaatkan) adanya work from anywhere (WFA). Jadi, jangan numpuk (pulang) di tanggal 24 Maret,” kata Agus.

Rekayasa lalu lintas seperti one way akan diberlakukan mulai dari gerbang tol KM 414 Kalikangkung hingga KM 70 tol Cikampek Utama. Jika kondisi lalu lintas masih padat, rekayasa ini bisa diperpanjang hingga tanggal 26 Maret 2026.

Tanggapan Akademisi

Sejumlah akademisi memberikan tanggapan terhadap kebijakan pemerintah tersebut. Meike Imbar, pengamat sosial dari Universitas Negeri Manado (Unima), menilai kebijakan WFA tidak bisa dilepaskan dari situasi global. Ia menyoroti dampak dari krisis di kawasan Timur Tengah terhadap pasokan minyak dunia dan kestabilan manajerial Indonesia.

Meike menekankan bahwa persoalan utama bukanlah penerapan WFA itu sendiri, melainkan dampak ikutan dari kebijakan tersebut. Ia menyebut, sektor dunia usaha, pendidikan, dan layanan publik berpotensi mengalami tekanan. “Dunia usaha saat ini saja sudah terlihat megap-megap. Sementara pendidikan masih berjuang meningkatkan daya saing SDM pasca pandemi, dan layanan publik juga belum sepenuhnya optimal,” jelasnya.

Ia juga menyoroti kurangnya standar operasional prosedur (SOP) dalam menghadapi kondisi luar biasa, khususnya terkait pengelolaan dan distribusi BBM. Meike bahkan mengibaratkan kebijakan yang diambil saat ini seperti “pusing dengan seekor tikus, lalu solusinya membakar gudang.” Menurutnya, pemerintah perlu mulai membenahi tata kelola sektor perminyakan serta mengurangi ketergantungan pada pasokan dari Timur Tengah yang dinilai rentan terhadap konflik.

Harapan dan Langkah Lanjutan

Meskipun demikian, Meike menegaskan bahwa kebijakan yang telah diambil pemerintah tetap harus dipatuhi oleh semua pihak. Oleh karena itu, perlu ada langkah lanjutan untuk menjamin kualitas layanan publik dan pendidikan tetap berjalan optimal. Di sektor pendidikan, pembelajaran daring harus disiasati dengan metode yang mampu meningkatkan minat belajar peserta didik. Sementara itu, sektor perbankan dan dunia usaha dituntut untuk lebih kreatif agar tetap menjaga stabilitas keuntungan di tengah situasi yang ada.

“Perusahaan jasa harus berinovasi agar tetap bertahan,” tambahnya. Meike berharap situasi global yang memicu kebijakan ini tidak berlangsung lama. “Semoga badai kecil di kawasan yang jauh dari kita tidak berlarut-larut, karena kapal republik ini masih rentan,” pungkasnya.


Bayu Purnomo

Penulis yang terbiasa meliput isu-isu pemerintahan, ekonomi, hingga gaya hidup ringan. Ia gemar bersepeda sore dan merawat tanaman hias di rumah. Rutinitas sederhana itu membantunya menjaga fokus dan kreativitas. Motto: "Berpikir jernih menghasilkan tulisan yang kuat."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *