.CO.ID – JAKARTA.
Keluhan masyarakat mengenai kesulitan dalam mendapatkan layanan ojek online (ojol) di Jakarta selama bulan Ramadhan semakin marak dibicarakan di media sosial. Banyak pengguna mengeluhkan sulitnya memesan transportasi maupun pesan antar makanan, terutama menjelang waktu berbuka puasa. Fenomena ini sering disebut sebagai “krisis ojol” dan menjadi topik hangat di akun Instagram @jakarta.terkini.
Banyak netizen menyampaikan keluhannya tentang lamanya waktu pencarian pengemudi, bahkan sebagian dari mereka harus menunda waktu berbuka karena menunggu pesanan makanan datang. Hal ini memicu kekhawatiran terhadap ketersediaan layanan yang tidak seimbang dengan permintaan yang meningkat.
Perusahaan layanan transportasi digital seperti Gojek dan Grab merespons kondisi tersebut dengan menjelaskan bahwa situasi ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, termasuk lonjakan permintaan layanan dan berkurangnya jumlah pengemudi di lapangan.
Lonjakan permintaan jelang berbuka
Head of Driver Operations Gojek, Bambang Adi Wirawan, menjelaskan bahwa selama akhir Ramadhan terjadi perubahan pola pemesanan layanan, khususnya di kawasan bisnis Jakarta. Ia mengatakan, pada periode akhir Ramadhan dan menjelang libur Hari Raya Idulfitri, jam sibuk biasanya sudah dimulai sejak pukul 15.30 WIB dan mencapai puncaknya pada pukul 16.00 hingga 18.00 WIB, khususnya di area bisnis di pusat Jakarta.
Menurut Bambang, lonjakan permintaan yang datang lebih awal dibanding hari biasa membuat waktu pencarian pengemudi menjadi lebih lama bagi pengguna. Di sisi lain, ketersediaan pengemudi juga berkurang karena sebagian mitra driver memilih pulang kampung lebih awal untuk merayakan Idulfitri bersama keluarga.
“Kami memahami bahwa pada periode akhir Ramadhan, sebagian mitra driver Gojek, terutama yang beroperasi di kota-kota besar, ada yang sudah mudik dan memilih menghabiskan waktu bersama keluarganya,” ujar Bambang.
Berdasarkan data internal Gojek pada 2025, para mitra pengemudi biasanya kembali beraktivitas secara bertahap pada minggu pertama hingga kedua setelah Lebaran, seiring dengan normalnya kembali aktivitas masyarakat.
Selain faktor mudik, kondisi eksternal seperti cuaca juga turut memengaruhi ketersediaan pengemudi. “Faktor cuaca hujan yang menyebabkan genangan di sejumlah titik serta kepadatan lalu lintas juga memengaruhi ketersediaan mitra driver. Akibatnya, pada periode ini pesanan pelanggan sering membutuhkan waktu tambahan sebelum diterima oleh mitra,” kata Bambang.
Karena itu, Gojek mengimbau pengguna untuk menyediakan waktu lebih panjang saat memesan layanan, terutama menjelang waktu berbuka. “Untuk mengantisipasi kondisi ini, kami mengimbau pengguna agar dapat mengalokasikan waktu lebih dalam melakukan pemesanan maupun merencanakan perjalanan,” ujarnya.
Permintaan meningkat di Grab
Hal senada disampaikan oleh Director of Mobility, Food, & Logistics Grab Indonesia, Tyas Widyastuti. Ia mengatakan dalam beberapa waktu terakhir permintaan layanan mobilitas dan pengantaran meningkat cukup signifikan.
“Dalam beberapa waktu terakhir permintaan layanan mobilitas maupun pengantaran, termasuk GrabExpress, GrabFood, dan layanan lainnya mengalami peningkatan yang cukup tinggi,” kata Tyas.
Di saat yang sama, ketersediaan mitra pengemudi juga dipengaruhi oleh sejumlah faktor, seperti cuaca ekstrem yang sempat menyebabkan banjir di beberapa ruas jalan serta meningkatnya kepadatan lalu lintas.
Tyas menambahkan, saat ini tim operasional Grab tengah melakukan berbagai langkah untuk menstabilkan kembali ketersediaan pengemudi dan menjaga kualitas layanan. “Tim operasional kami melakukan berbagai penyesuaian operasional untuk memastikan keseimbangan antara permintaan layanan dan ketersediaan Mitra Pengemudi di lapangan, khususnya di area dengan permintaan tinggi,” ujarnya.
Grab juga akan terus memantau perkembangan situasi tersebut dan menyesuaikan langkah operasional jika diperlukan, terutama menjelang periode Ramadhan dan Idulfitri yang biasanya diikuti peningkatan permintaan layanan. “Kami terus berkomitmen memastikan semua layanan kami dapat digunakan secara optimal oleh pengguna dengan tetap mengedepankan aspek keselamatan bagi para Mitra Pengemudi, Mitra Merchant, serta pengguna, terutama di momen jelang Idulfitri,” tegas Tyas.











