Penunjukan Hendri Praja sebagai Plt Bupati Rejang Lebong
Pada hari Sabtu (14/3/2026), Wakil Bupati Rejang Lebong, Hendri Praja, resmi menjalankan tugas sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Bupati setelah menerima Surat Pelaksanaan Tugas dan Wewenang Bupati dari Wakil Gubernur Bengkulu, Mian. Prosesi penyerahan SK tersebut dilakukan dalam sebuah acara yang berlangsung di Ruang Rapat Bupati Rejang Lebong.
Hendri mengatakan bahwa peristiwa hukum yang menimpa Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong merupakan ujian yang sangat mengguncang perasaan dan konsentrasi semua pihak. Ia menyampaikan rasa prihatin atas situasi yang sedang terjadi, namun ia tetap berkomitmen untuk menjaga ketenangan dan menjalankan tugas pemerintahan dengan baik.
Penugasan Hendri sebagai Plt Bupati Rejang Lebong dilakukan setelah adanya Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap Bupati Rejang Lebong, M Fikri Thobari. Keputusan ini merupakan tindak lanjut dari radiogram Menteri Dalam Negeri serta surat dari Gubernur Bengkulu terkait pelaksanaan fungsi dan wewenang Bupati Rejang Lebong.
Dalam sambutannya, Hendri menjelaskan bahwa penugasan ini berdasarkan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah beserta perubahannya. Menurut aturan tersebut, apabila kepala daerah berhalangan sementara, maka wakil kepala daerah melaksanakan tugas dan wewenang kepala daerah sampai adanya kebijakan lebih lanjut dari pemerintah pusat.
Acara penyerahan SK tersebut dihadiri oleh Wakil Gubernur Bengkulu, Mian, Sekretaris Daerah Provinsi Bengkulu, Herwan Antoni, jajaran Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong, unsur Forkopimda, serta sejumlah undangan lainnya. Surat pelaksanaan tugas diserahkan langsung oleh Wakil Gubernur Bengkulu kepada Wakil Bupati Rejang Lebong, Hendri Praja.
Pemerintah Pastikan Pelayanan Publik Tetap Berjalan
Hendri juga menyampaikan terima kasih kepada Wakil Gubernur Bengkulu beserta jajaran Pemerintah Provinsi Bengkulu yang telah hadir secara langsung untuk menyerahkan surat pelaksanaan tugas tersebut. Menurutnya, langkah ini penting untuk memastikan penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan, dan pelayanan publik di Kabupaten Rejang Lebong tetap berjalan dengan baik.
Ia menegaskan bahwa dalam situasi saat ini, hal yang paling penting adalah memastikan roda pemerintahan tetap berjalan, pelayanan publik tidak terhenti, serta pembangunan daerah tetap dilanjutkan. Hendri menyampaikan keprihatinan atas persoalan hukum yang sedang menimpa Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong. Ia menilai situasi tersebut menjadi ujian bagi pemerintah daerah dan masyarakat.
“Peristiwa yang terjadi saat ini merupakan ujian yang tentu mengguncang perasaan dan konsentrasi kita bersama. Namun sebagai penyelenggara pemerintahan, kita harus tetap menjaga ketenangan dan terus menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat,” katanya.
Agenda Prioritas Pemerintah Daerah
Untuk menjaga stabilitas pemerintahan daerah, Hendri Praja menyampaikan beberapa agenda yang akan menjadi fokus pemerintah daerah ke depan. Agenda tersebut antara lain:
- Menjaga dan memperkuat fungsi aparatur sipil negara (ASN) sebagai pelaksana kebijakan publik, pelayan masyarakat, serta perekat persatuan bangsa.
- Memastikan seluruh urusan pemerintahan, pembangunan, serta pelayanan publik tetap berjalan dengan baik.
- Melanjutkan visi dan misi pembangunan daerah yang telah ditetapkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Rejang Lebong Tahun 2025–2029.
- Menjaga kondusivitas wilayah melalui sinergi bersama Forkopimda, lembaga keagamaan, organisasi sosial kemasyarakatan, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.
Ajakan Menjaga Kondusivitas Daerah
Pada akhir sambutannya, Hendri Praja mengajak seluruh pihak, termasuk DPRD, Forkopimda, tokoh agama, organisasi masyarakat, serta masyarakat Kabupaten Rejang Lebong untuk menjaga kebersamaan dalam menghadapi situasi saat ini. Ia juga meminta seluruh aparatur pemerintah daerah tetap bekerja secara profesional, menjaga integritas, serta mengutamakan pelayanan kepada masyarakat.
“Jangan sampai ujian ini melemahkan semangat pengabdian kita. Justru ini harus menjadi momentum untuk memperbaiki sistem pemerintahan agar lebih baik, bersih, transparan, dan akuntabel,” ujarnya.
Ia berharap seluruh pihak dapat menjaga persatuan dan tidak memperkeruh situasi dengan prasangka ataupun perpecahan. “Rejang Lebong saat ini membutuhkan keteduhan, persatuan, dan semangat saling menguatkan,” tutupnya.
Seorang jurnalis digital yang terbiasa bekerja cepat dalam merangkum informasi penting menjadi berita yang mudah dipahami. Ia aktif menulis tentang gaya hidup, komunitas kreatif, dan isu keseharian. Hobi memasak dan mencoba resep baru membuatnya semakin peka pada detail. Motto: "Menulis adalah seni memahami manusia.











