Gowa dalam Sorotan: Berita Terkini, Cerita Menarik

Perang Memasuki Minggu Ketiga: AS Serang, Iran Balas dengan Rudal di Kedutaan Amerika

Perang di Timur Tengah Memasuki Minggu Ketiga dengan Eskalasi yang Mengkhawatirkan

Perang antara aliansi AS-Israel melawan Iran kini memasuki minggu ketiga dengan eskalasi yang semakin tak terkendali. Serangan-serangan yang dilakukan oleh pihak AS dan Israel menunjukkan bahwa konflik ini tidak hanya berdampak pada wilayah-wilayah yang langsung terlibat, tetapi juga mengancam stabilitas global.

Serangan ke Pulau Kharg, Jalur Vital Minyak Iran

Pada Jumat (13/3/2026), militer AS melakukan serangan terhadap Pulau Kharg, yang disebut oleh Presiden AS Donald Trump sebagai “permata mahkota” Iran. Pulau ini merupakan jalur ekspor minyak mentah utama bagi Iran, dengan sekitar 90 persen ekspor minyak negara tersebut melewati pulau ini setiap hari.

Trump mengumumkan bahwa militer AS telah “melumat habis” target militer di Pulau Kharg. Ia juga memperingatkan bahwa AS dapat menyerang infrastruktur minyak di sana jika Iran terus menghalangi kapal-kapal yang melintas di Selat Hormuz. Video yang diunggah oleh Trump menunjukkan serangan udara terhadap pulau tersebut, termasuk hantaman pada fasilitas bandara.

Meski tidak ada fasilitas minyak yang rusak dalam serangan tersebut, lebih dari 15 ledakan dilaporkan terjadi di pulau itu. Pemerintah Iran menyatakan bahwa setiap serangan terhadap infrastruktur energi Iran akan dibalas dengan serangan terhadap fasilitas energi di kawasan yang dimiliki perusahaan minyak yang memiliki saham Amerika atau bekerja sama dengan AS.

Dampak Global dari Serangan ke Pulau Kharg

Pulau Kharg adalah tulang punggung ekspor minyak Iran. Setiap hari, jutaan barel minyak dari ladang-ladang besar seperti Ahvaz, Marun, dan Gachsaran dialirkan melalui jaringan pipa menuju pulau tersebut sebelum dimuat ke kapal tanker minyak raksasa. Karena pengamanan militernya yang sangat ketat, pulau ini sering dijuluki oleh warga Iran sebagai “Pulau Terlarang.”

Jika fasilitas minyak di Pulau Kharg benar-benar diserang dan rusak parah, analis memperkirakan Iran bisa membutuhkan berbulan-bulan bahkan lebih dari satu tahun untuk memperbaikinya. Analis minyak senior Muyu Xu dari perusahaan analisis energi Kpler mengatakan dampak terbesar kemungkinan akan dirasakan oleh China, yang merupakan pembeli utama minyak Iran.

Risiko Eskalasi Perang Timur Tengah

Serangan terhadap Pulau Kharg dinilai meningkatkan risiko eskalasi konflik di Timur Tengah. Analis militer dan mantan Brigadir Jenderal Angkatan Darat AS Mark Kimmitt mengatakan bahwa jika fasilitas minyak di pulau itu diserang, Iran kemungkinan akan membalas dengan menyerang infrastruktur energi di seluruh Timur Tengah. Ia memperingatkan bahwa skenario tersebut bisa membuat harga minyak global melonjak tidak terkendali.

Amerika Serikat juga mengumumkan akan mengirim sekitar 2.500 Marinir dan pelaut ke kawasan Timur Tengah sebagai bagian dari unit respons cepat. Namun hingga kini belum jelas di mana pasukan tersebut akan ditempatkan atau apakah mereka akan digunakan dalam operasi militer lebih lanjut, termasuk kemungkinan operasi di Pulau Kharg.

Serangan Udara Masif di Teheran dan Beirut

Ibu kota Iran, Teheran, dilaporkan diguncang ledakan dahsyat sepanjang malam. Warga setempat menggambarkan getaran yang “mengguncang rumah hingga ke fondasinya.” Di sisi lain, militer Israel (IDF) mengonfirmasi telah menghancurkan sekitar 110 pusat komando Hezbollah di Beirut dan Lebanon Selatan sejak perang dimulai, termasuk serangan terbaru yang menargetkan fasilitas penyimpanan roket di Al-Majadel.

Iran meluncurkan gelombang serangan ke-48 menggunakan rudal dan drone yang menyasar wilayah pemukiman di Shoham, Israel Tengah. Serangan balasan ini diluncurkan secara simultan oleh Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) dan Hezbollah.

Dampak Luas di Negara Teluk: Qatar dan UEA Siaga

Ketegangan kini menjalar ke negara-negara tetangga. Di Doha, Qatar, perintah evakuasi mendadak dikeluarkan di distrik Musheireb dan Education City guna melindungi aset ekonomi AS, termasuk kantor Google dan Microsoft. Ledakan keras terdengar di langit Doha saat pertahanan udara Qatar mencegat rudal yang melintas.

Sementara itu, di Fujairah, Uni Emirat Arab, operasional pengisian bahan bakar minyak di pelabuhan sempat terhenti akibat kebakaran yang dipicu oleh jatuhnya serpihan drone yang berhasil dicegat.

Kedutaan AS di Baghdad Terbakar

Ketegangan juga memuncak di Irak, di mana Kedutaan Besar Amerika Serikat di Baghdad terbakar hebat setelah terkena serangan rudal atau drone. Rekaman video menunjukkan asap hitam pekat menyelimuti kompleks diplomatik tersebut.

Serangan ini menyusul tewasnya dua milisi pro-Iran dalam serangan sebelumnya di ibu kota Irak. Hingga saat ini, biaya manusia dari perang ini terus melonjak dengan ribuan kematian dilaporkan di seluruh kawasan. Sebanyak 13 tentara AS telah gugur, termasuk enam kru pesawat tanker yang jatuh di Irak Barat.

Krisis ini juga memicu kekacauan perjalanan global dan lonjakan inflasi seiring harga minyak yang terus fluktuatif di atas 100 dolar per barel.

Lani Kaylila

Seorang penulis berita online yang terbiasa bekerja cepat tanpa mengabaikan akurasi. Ia menaruh perhatian pada isu sosial, budaya, dan tren masyarakat. Waktu luangnya ia gunakan untuk membaca buku psikologi, berjalan kaki di taman, dan merawat tanaman hias. Ia percaya bahwa ide terbaik muncul dari ketenangan. Motto: “Ketelitian adalah kunci dari kredibilitas.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *