Gowa dalam Sorotan: Berita Terkini, Cerita Menarik
Bisnis  

Emirates Mulai Beroperasi, 64 Penerbangan dan 8.187 Penumpang Terdampak Bandara Ngurah Rai

Dampak Konflik Timur Tengah pada Penerbangan di Bandara Bali

Sepekan terakhir, dari tanggal 28 Februari hingga 6 Maret, penerbangan dari dan menuju kawasan Timur Tengah di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali mengalami gangguan. Banyak penerbangan yang dibatalkan, sehingga sekitar 10 ribu penumpang terdampak dan tidak dapat melakukan perjalanan ke kawasan tersebut.

Kondisi ini disebabkan oleh meningkatnya gejolak geopolitik di kawasan Timur Tengah, yang menyebabkan ruang udara ditutup sementara. Menurut informasi dari Communication and Legal Division Head Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Gede Eka Sandi Asmadi, hingga hari Jumat (6/3), terdapat total 64 jadwal penerbangan internasional yang dibatalkan, terdiri dari 34 keberangkatan dan 30 kedatangan.

Jumlah calon penumpang yang terdampak mencapai 8.187 orang, dengan data tersebut berlaku untuk penumpang keberangkatan. Beberapa maskapai penerbangan seperti Qatar Airways, Emirates, dan Etihad juga terkena dampaknya, terutama pada rute Doha-Denpasar, Dubai-Denpasar, dan Abu Dhabi-Denpasar.

Pada hari kemarin, jumlah penumpang yang mengalami penyesuaian jadwal mencapai 334 orang. Penanganan terhadap seluruh penumpang tersebut dilakukan sesuai dengan kebijakan masing-masing maskapai.

Penerbangan Pertama Emirates Setelah Ruang Udara Kembali Terbuka

Dalam rangka pemantauan situasi operasional, Emirates telah menerbangkan kembali satu pesawat yang sempat melakukan Remain Over Night (RON) di Bandara I Gusti Ngurah Rai sejak 28 Februari. Penerbangan tersebut adalah EK369 yang berangkat menuju Dubai pada 5 Maret pukul 00.42 WITA menggunakan pesawat Airbus A380.

Selain itu, pada sore hari kemarin, Bandara I Gusti Ngurah Rai melayani kedatangan Emirates dengan nomor penerbangan EK368 dari Dubai. Pesawat Airbus A380 yang digunakan memiliki kapasitas hingga 800 penumpang dalam satu kali penerbangan.

Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali secara umum tetap beroperasi dengan normal dan optimal. Manajemen PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports) terus memantau situasi ruang udara di kawasan Timur Tengah serta berkoordinasi dengan instansi terkait.

Langkah Mitigasi dari Kementerian Pariwisata

Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menyiapkan langkah-langkah mitigasi strategis untuk mengantisipasi dampak konflik yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran terhadap sektor pariwisata. Wakil Menteri Pariwisata (Wamenpar) Ni Luh Puspa menyampaikan bahwa pemerintah terus memantau perkembangan situasi, terutama yang berkaitan dengan konektivitas penerbangan dari dan menuju kawasan Timur Tengah.

Meski terjadi gangguan pada sejumlah rute penerbangan, dampaknya terhadap operasional penerbangan di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali relatif kecil. Penurunan jumlah penerbangan hanya sekitar 0,5 persen.

Menurut Wamenpar, kondisi ini dimungkinkan karena sebagian wisatawan melakukan penyesuaian rute penerbangan melalui sejumlah hub alternatif di kawasan Asia, seperti Malaysia dan Singapura.

Strategi Promosi Pasar Asia dan Pasifik

Berdasarkan data konektivitas penerbangan, proporsi terbesar berasal dari Malaysia sebesar 28 persen, diikuti Singapura 18 persen, kawasan Timur Tengah 11 persen, serta Hong Kong dan hub lainnya. Kemenpar akan semakin memperkuat strategi promosi dan penetrasi pasar di kawasan Asia dan Pasifik sebagai langkah mitigasi terhadap potensi dampak konflik di Timur Tengah.

“Arahan dari Ibu Menteri Pariwisata, kita akan memperkuat pasar Asia dan Pasifik. Dengan strategi ini diharapkan dampak dari situasi di Timur Tengah tidak memberikan pengaruh signifikan terhadap kinerja pariwisata Indonesia,” ungkap Puspa.

Kemenpar juga terus berkoordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk organisasi pariwisata dunia UN Tourism, untuk memantau perkembangan situasi global dan dampaknya terhadap mobilitas wisatawan internasional.


Amirah Rahimah

Reporter berita perkotaan yang gemar berkeliling kota untuk mencari cerita. Ia menikmati fotografi gedung, membaca artikel arsitektur, dan menyusun catatan kecil tentang perubahan kota. Hobi lainnya adalah menikmati kopi di kedai lokal. Motto: “Kota bicara melalui cerita warganya.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *