JAKARTA—Pendiri Lippo Group, Mochtar Riady, memberikan hibah lahan seluas 31,3 hektare dengan nilai total sebesar Rp 6,2 triliun di Meikarta, Cikarang, Jawa Barat. Hibah ini ditujukan untuk pengembangan rumah susun bersubsidi yang ditujukan bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).
Prosesi penyerahan surat hibah dilakukan oleh Mochtar Riady kepada Kepala Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) pada Minggu (8/3/2026). Acara tersebut disaksikan oleh beberapa tokoh penting seperti Hashim Djojohadikusumo, Ketua Satgas Perumahan dan Utusan Khusus Presiden, serta Maruarar Sirait, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP).
Turut hadir pula Ketua Umum Kadin Anindya Bakrie, CEO PT Lippo Karawaci Tbk. (LPKR) John Riady, Founder dan Ketua Yayasan Pelita Harapan James Riady, Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Barat Herman Suryatman mewakili Gubernur Jawa Barat, Pangdam Jaya Mayjen TNI Deddy Suryadi, Plt. Bupati Bekasi, Wali Kota Depok, para pejabat Danantara, pejabat Kementerian PKP, dan pejabat Pemda Jabar.
Rencananya, pengembangan rusun bersubsidi akan dilakukan oleh Grup Danantara. Proses ground breaking telah dilakukan pada Minggu (8/3/2026). Targetnya, 52 tower dengan jumlah 126.000 unit akan selesai dibangun pada 17 Agustus 2028.
“Apartemen bagi MBR dibangun dalam tiga tahap. Tahap pertama senilai Rp 14 triliun hingga Rp 16 triliun,” ujar Rosan Roeslani, mengutip siaran pers. Menurut Rosan, pembangunan hunian bagi MBR merupakan bagian dari program perumahan nasional yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto mencapai 3 juta unit rumah. Danantara tentunya mendukung program pemerintah dan memulai langkah awal mengerjakan proyek ini.
Proyek properti ini memberikan dampak ekonomi yang luas, mulai dari penciptaan lapangan kerja hingga penggerak aktivitas ekonomi di berbagai sektor. Oleh karena itu, pengembangan 126.000 unit hunian akan memberikan efek berganda yang masif.
“Dampak pembangunan ini tidak hanya akan dirasakan para penghuni rusun, tetapi juga oleh perekonomian daerah, bahkan nasional,” imbuhnya.
Danantara siap mendukung pembiayaan pembangunan 18 tower rusun subsidi tahap pertama di kawasan Meikarta. Dia menilai potensi kebutuhan pasar yang besar menjadi salah satu daya tarik.
Maruarar atau yang akrab disapa Ara menyebutkan, luas lahan yang dihibahkan sekitar 31,3 Ha. Dengan asumsi estimasi nilai tanah sekitar Rp 20 juta atau lebih per m², nilai total hibah tersebut diperkirakan mencapai Rp6,2 triliun.
Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta dalam proyek ini menjadi contoh program perumahan nasional dapat dijalankan secara lebih cepat dan efektif.
“Kami berharap pembangunan apartemen subsidi di Meikarta dapat memberikan manfaat besar bagi masyarakat sekaligus menjadi bagian dari upaya mewujudkan program besar pemerintah dalam menyediakan hunian layak bagi rakyat Indonesia,” paparnya.
Pada kesempatan yang sama, Hashim mengatakan, program pembangunan 3 juta rumah yang digagas Presiden Prabowo bukan sekadar proyek perumahan, tetapi juga strategi besar untuk menggerakkan perekonomian nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Ini benar-benar contoh Indonesia Incorporated ketika pemerintah, dunia usaha, dan berbagai pihak bergerak bersama untuk kepentingan bangsa,” kata Hashim.
Saat ini, kata Hashim, ada sekitar 9 juta hingga 15 juta keluarga yang membutuhkan rumah tinggal dan sekitar 27 juta keluarga Indonesia yang menetap di rumah tidak layak huni. Pembangunan rumah mestinya lebih dari 3 juta unit setahun agar bisa mengejar ketertinggalan.
Selain itu, pembangunan perumahan yang sedang berjalan memberikan dampak ekonomi luar biasa. Ada 180 sektor yang ikut berkontribusi setiap kali ada pembangunan rumah. “Karena itu, program perumahan akan mendongkrak pertumbuhan ekonomi sekitar 2% setahun. Ditambah pembangunan sektor industri dan lainnya, target pertumbuhan ekonomi 8% bisa terlampaui,” ujar Hashim.
Rusmawan adalah seorang penulis berita online yang serbabisa dalam menguraikan berbagai peristiwa menjadi berita yang jelas dan ringan. Ia suka membaca opini, melakukan riset pendek, dan membuat rangkuman harian. Di waktu senggang, ia menikmati musik instrumental. Motto: “Informasi yang baik dimulai dari niat yang baik.”











