Serangan Udara Israel ke Fasilitas Energi di Teheran
Pada Sabtu malam (7/3/2026), sebuah peristiwa tak terduga terjadi di sekitar kota Teheran. Seorang warga setempat yang sedang bersiap menutup jendela rumahnya tiba-tiba melihat langit berubah warna. Bukan kilat atau lampu kota, melainkan cahaya oranye besar yang memantul di awan. Tak lama kemudian, suara ledakan terdengar dari kejauhan. Di beberapa sudut kota, kobaran api mulai terlihat. Asap hitam tebal perlahan naik ke udara, menyelimuti langit ibu kota Iran.
Bagi warga yang menyaksikan peristiwa tersebut, malam itu terasa sangat berbeda. Bau asap menyengat terbawa angin, sementara langit tampak terang oleh pantulan api dari depot bahan bakar yang terbakar. Beberapa orang mengangkat ponsel mereka, merekam pemandangan yang sulit dipercaya: bola api raksasa membumbung tinggi.
Menurut laporan media Iran, Fars, sedikitnya empat fasilitas energi menjadi sasaran serangan udara malam itu. Salah satu target utama adalah depot minyak Aghdasiyeh di timur laut Teheran. Api dari lokasi tersebut terlihat dari jarak jauh, terus membesar setelah serangan terjadi. Target lain termasuk depot minyak Shahran di bagian barat kota, kilang minyak Teheran di selatan, serta gudang minyak di Karaj, kota yang berada di Provinsi Alborz.
Di sekitar depot Shahran, beberapa saksi mata melaporkan minyak bahkan sempat mengalir ke jalanan. Situasi itu membuat warga khawatir kebakaran akan semakin meluas. Petugas pemadam kebakaran dan pasukan keamanan segera dikerahkan untuk mengendalikan api agar tidak menjalar ke kawasan permukiman.
Israel Mengonfirmasi Serangan ke Fasilitas Bahan Bakar Iran
Tak lama setelah kejadian, militer Israel mengonfirmasi bahwa serangan udara tersebut dilakukan oleh jet tempurnya. Menurut pernyataan militer Israel, fasilitas yang diserang merupakan tempat penyimpanan bahan bakar yang digunakan untuk mendukung infrastruktur militer Iran. Namun pemerintah Iran menuduh serangan itu tidak hanya melibatkan Israel, tetapi juga didukung oleh Amerika Serikat. Hingga kini belum ada konfirmasi resmi dari pemerintah Amerika Serikat mengenai keterlibatan langsung dalam operasi tersebut.
Dalam perkembangan terbaru, Israel mengonfirmasi bahwa serangan udara yang memicu kebakaran besar di sejumlah depot minyak di Teheran memang dilakukan oleh militernya. Militer Israel menyatakan bahwa operasi tersebut menargetkan fasilitas penyimpanan bahan bakar yang disebut digunakan untuk mendukung infrastruktur militer Iran. Menurut laporan media Israel, Israel Defense Forces (IDF) mengerahkan jet tempur untuk menyerang beberapa kompleks penyimpanan bahan bakar di sekitar ibu kota Iran. Fasilitas-fasilitas tersebut diklaim menjadi bagian dari sistem logistik yang digunakan oleh militer Iran. Pihak Israel menyebut serangan itu sebagai bagian dari operasi militer untuk melemahkan kemampuan operasional Iran.
Iran Melancarkan Serangan Balasan ke Tel Aviv dan Yerusalem
Beberapa jam setelah serangan di Teheran, situasi di kawasan Timur Tengah semakin memanas. Iran melancarkan serangan balasan dengan menembakkan rudal dan drone ke wilayah Israel, termasuk ke kota Tel Aviv dan Yerusalem. Sirine serangan udara pun terdengar di sejumlah wilayah Israel. Di beberapa titik, bangunan dilaporkan mengalami kerusakan akibat serpihan rudal dan dampak ledakan.
Di Tel Aviv, beberapa bangunan dilaporkan mengalami kerusakan akibat serpihan rudal maupun dampak ledakan. Sementara itu di Yerusalem, sirine serangan udara terus berbunyi sebagai tanda peringatan bagi warga untuk segera mencari perlindungan di bunker atau tempat aman lainnya. Situasi ini semakin memperburuk ketegangan di kawasan Timur Tengah. Serangan saling balas antara Iran dan Israel memicu kekhawatiran internasional bahwa konflik tersebut dapat berkembang menjadi perang regional yang lebih luas.
Hingga kini kedua pihak belum menunjukkan tanda-tanda akan meredakan konflik, sementara serangan balasan terus terjadi di berbagai wilayah.
Rusmawan adalah seorang penulis berita online yang serbabisa dalam menguraikan berbagai peristiwa menjadi berita yang jelas dan ringan. Ia suka membaca opini, melakukan riset pendek, dan membuat rangkuman harian. Di waktu senggang, ia menikmati musik instrumental. Motto: “Informasi yang baik dimulai dari niat yang baik.”











