Tindakan AS Terhadap Bank MBaer Merchant Bank AG
Departemen Keuangan Amerika Serikat (AS) telah mengambil langkah tegas dengan memutus akses MBaer Merchant Bank AG dari sistem keuangan berbasis dolar. Keputusan ini diumumkan pada Kamis (26/2/2026), setelah Jaringan Penegakan Kejahatan Keuangan (FinCEN) menetapkan bank tersebut sebagai lembaga yang terlibat dalam praktik pencucian uang global. Langkah hukum ini dilakukan melalui Pasal 311 USA PATRIOT Act, yang melarang bank-bank domestik AS untuk membuka atau mengelola akun koresponden bagi institusi yang terkait dengan kegiatan ilegal.
AS Bongkar Keterlibatan Bank MBaer dalam Pencucian Uang Venezuela
Menurut pemerintah AS, MBaer Merchant Bank AG telah memfasilitasi skema korupsi dan pencucian uang berskala besar sejak awal berdirinya pada tahun 2018. Dugaan keterlibatan ini diduga kuat melibatkan perusahaan minyak negara Venezuela, PdVSA. Mantan wakil ketua bank tersebut diketahui secara aktif memfasilitasi pembayaran atas nama suaminya, yang sebelumnya telah dijatuhi sanksi oleh Office of Foreign Assets Control (OFAC) pada 2021 karena perannya dalam membantu penghindaran sanksi minyak Venezuela.
Selain itu, bank ini juga terbukti mengelola akun milik Jose Luis Chavez Calva, seorang fasilitator keuangan yang diduga telah mencuci miliaran dolar hasil korupsi PdVSA melalui jaringan perbankan Eropa. Lebih lanjut, MBaer juga memproses transaksi senilai lebih dari 519 ribu dolar AS (Rp8,6 miliar) dari maskapai penerbangan Plus Ultra Lineas Aereas SA, sebuah entitas yang memiliki kaitan erat dengan rezim Nicolas Maduro.
Hasil investigasi menunjukkan bahwa MBaer sengaja dijadikan pintu masuk utama bagi para pihak terlarang untuk mengakses sistem keuangan AS. Mereka memanfaatkan perusahaan cangkang serta struktur aset yang rumit demi mengaburkan asal-usul dana ilegal.
Bank MBaer Terbukti Fasilitasi Dana Selundupan Minyak Iran
Penyelidikan mendalam oleh otoritas AS mengungkap bahwa MBaer Merchant Bank AG terlibat dalam pemrosesan transaksi senilai lebih dari 37 juta dolar AS (Rp620,1 miliar). Dana tersebut diketahui terkait langsung dengan skema penyelundupan minyak dan pencucian uang untuk kepentingan Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC), beserta Pasukan Quds.
Bank ini dituduh secara sengaja menangani pembayaran bagi perusahaan-perusahaan yang mengelola kapal tanker armada bayangan. Kapal-kapal ini digunakan oleh Iran untuk menghindari embargo perdagangan internasional, sekaligus mendanai berbagai aktivitas yang memicu ketidakstabilan di kawasan Timur Tengah. Akses MBaer terhadap dolar AS telah memungkinkan organisasi tersebut untuk mempertahankan kemampuan logistik dan militernya, meskipun tengah menghadapi sanksi global yang semakin ketat.
Selain mendukung aktivitas IRGC, MBaer juga terdeteksi memfasilitasi transaksi keuangan bagi jaringan kriminal internasional. Jaringan tersebut memanfaatkan platform mata uang kripto dan skema transfer antarnegara, yang dirancang khusus untuk mengelabui sistem pengawasan otomatis pada bank-bank koresponden.
AS Soroti Bank MBaer yang Melayani Dana Oligarki Rusia
Departemen Keuangan AS menyoroti peran MBaer Merchant Bank AG yang terbukti melayani kebutuhan finansial para oligarki Rusia. Para oligarki tersebut sebelumnya telah masuk dalam daftar sanksi akibat keterlibatan mereka dalam mendukung invasi militer ke Ukraina. FinCEN menemukan dugaan karyawan bank mengelola perusahaan kepercayaan dan perusahaan cangkang untuk Sergey Kurchenko, seorang oligarki pro-Rusia yang disanksi oleh AS.
Selain itu, bank ini memelihara akun milik Viktor Medvedchuk, politisi pro-Kremlin yang menjadi target sanksi luas dari Uni Eropa dan Swiss. Bank ini bahkan diduga kuat memfasilitasi pembayaran untuk entitas yang terlibat dalam pencurian gandum Ukraina, serta pengadaan peralatan militer bagi angkatan bersenjata Rusia yang mengancam keamanan internasional.











