Gowa dalam Sorotan: Berita Terkini, Cerita Menarik

Ketua BEM UGM Tak Gentar Meski Keluarga dan Pengurus Terkena Teror: Lanjutkan!

Sikap Tegas Tiyo Ardianto, Ketua BEM UGM, Terhadap Ancaman dan Intimidasi

Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Gadjah Mada (BEM UGM), Tiyo Ardianto, menunjukkan sikap tegas setelah menghadapi ancaman penculikan, pembunuhan, dan intimidasi baik terhadap dirinya sendiri, orang tua, maupun hampir 30 pengurus BEM. Ia menegaskan bahwa tekanan tersebut tidak akan membuatnya takut atau mundur dari posisinya.

Tiyo menyampaikan kritik keras terhadap kebijakan pemerintah yang dinilai memiliki ironi dalam prioritas anggaran negara. Dalam sebuah siaran di kanal YouTube Forum Keadilan, ia menyampaikan duka atas tragedi seorang anak di Kabupaten Ngada, NTT, yang meninggal karena tidak mampu membeli alat tulis. Ironisnya, di saat bersamaan, pemerintah menggelontorkan dana besar untuk program Board of Peace yang dikaitkan dengan Trump.

Prioritas Anggaran yang Disoroti

Menurut Tiyo, situasi ini menunjukkan adanya ketidakseimbangan dalam alokasi anggaran negara. Ia menilai pemerintah lebih fokus pada proyek-proyek yang belum tentu langsung memberikan manfaat bagi rakyat. Contohnya adalah dana sebesar Rp16,7 triliun yang dialokasikan untuk Board of Peace, yang dinilai kontroversial.

Selain itu, Tiyo juga mengkritik program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disebut menghabiskan Rp1,2 triliun per hari. Ia mengklaim program tersebut melanggar aturan mandatory spending pendidikan, yang menuntut pemerintah untuk mengalokasikan 20 persen anggaran pendidikan, baik APBN maupun APBD.

Teror sebagai Peringatan Demokrasi

Meski menerima ancaman penculikan dan pembunuhan, Tiyo tetap teguh dan menyatakan bahwa BEM UGM tidak akan gentar. Ia bahkan menyebut intimidasi yang dialami sebagai alarm bagi demokrasi Indonesia.

“Seluruh teror itu tidak akan membuat BEM UGM gentar. Semakin ditekan, justru kami semakin melawan,” katanya. Ia juga mengungkapkan bahwa bukan hanya dirinya yang mendapat tekanan, tetapi juga orang tuanya serta hampir 30 pengurus BEM.

Dukungan dari Berbagai Pihak

Tiyo menyebut sejumlah lembaga telah memberikan dukungan, antara lain Kaukus Indonesia untuk Kebebasan Akademik, Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban, lembaga bantuan hukum, hingga pihak kampus. Ia menegaskan bahwa BEM UGM tidak sendiri dalam menghadapi ancaman ini.

Ia bahkan mengutip filsuf Friedrich Nietzsche, “what doesn’t kill you will make you stronger.” Menurutnya, setiap ancaman yang diterimanya akan membuatnya lebih kuat.

Rentetan Teror via WhatsApp

Sebelumnya, Tiyo menerima pesan-pesan intimidatif dari nomor asing melalui WhatsApp sejak Senin (9/2/2026). Pesan-pesan tersebut berisi ancaman seperti “Agen asing”, “Culik mau?”, “Jangan cari panggung jadi tongkosong”, hingga “Banci”.

Selain pesan digital, ia juga mengaku sempat dikuntit dua orang tak dikenal dan difoto dari kejauhan. Kedua sosok tersebut disebut menghilang saat dikejar.

JPW Soroti Sikap Polisi

Jogja Police Watch (JPW) menyoroti sikap polisi yang dinilai memilih diam terhadap teror yang dialami oleh Ketua BEM UGM. Mereka menduga teror berkaitan dengan kritik Tiyo terhadap kebijakan pemerintah, termasuk program MBG dan surat BEM UGM ke UNICEF mengenai tragedi siswa di NTT.

JPW berharap para aktivis tetap berani bersuara dan tidak takut menghadapi tekanan. Menurut mereka, kritik seharusnya menjadi bahan evaluasi pemerintah, bukan dibalas dengan intimidasi.

Seruan Agar Kritik Tidak Dibungkam

Kasus ini terus menjadi sorotan publik karena menyentuh isu sensitif: kebebasan berekspresi, keamanan aktivis mahasiswa, serta komitmen penegakan hukum terhadap dugaan teror.

Rommy Argiansyah

Reporter berita yang mengutamakan akurasi dan objektivitas. Ia memiliki ketertarikan pada isu sosial dan ekonomi, serta mengikuti perkembangan dunia digital. Waktu luangnya dihabiskan untuk membaca laporan penelitian, mendengarkan podcast edukasi, dan berjalan santai di taman kota. Motto: "Fakta adalah kompas bagi setiap penulis."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *