Antusiasme Warga Bandung Hadiri Big Warehouse Sale di Saparua
Bulan Ramadhan yang semakin dekat membuat warga Kota Bandung mulai membanjiri gerai-gerai toko hijab. Salah satu acara yang menarik perhatian adalah Big Warehouse Sale ke-7 yang digelar di gerai Lozy Hijab di Jalan Saparua. Acara ini menjadi salah satu agenda rutin yang berpindah kota setiap tahunnya.
Kota Bandung sering menjadi lokasi favorit karena respons masyarakat yang sangat antusias. Sales Marketing Manager Lozy Hijab, Nia, menjelaskan bahwa acara warehouse sale ini sudah diadakan sebanyak tujuh kali. Lokasi yang dipilih biasanya berubah-ubah, seperti Bandung, Jakarta, atau Tasikmalaya. Namun, kota Bandung selalu menjadi pilihan utama karena tingginya minat konsumen.
“Kita sudah tujuh kali mengadakan acara warehouse sale. Biasanya kita di Bandung, Jakarta atau Tasikmalaya, tapi sekarang balik lagi ke Bandung karena antusiasmenya tinggi banget,” ujar Nia saat ditemui di store Lozy Hijab, Jalan Saparua, Sabtu (14/2/2026).
Antusiasme masyarakat Bandung terlihat dari jumlah pengunjung harian yang bisa mencapai lebih dari seribu orang. Acara ini berlangsung dari pukul 09.00 hingga 20.00 dengan pilihan produk yang sangat beragam. “Sehari bisa sampai seribu lebih pengunjung. Produk yang kita bawa juga banyak, sekitar 20 ribu pieces dengan lebih dari seratus varian produk,” jelas Nia.
Produk yang ditawarkan mencakup hijab, abaya, prayer set, hingga koleksi sarimbit keluarga. Momentum menjelang Ramadhan menjadi alasan utama digelarnya acara diskon besar tersebut. “Menjelang Ramadhan demand busana muslim, terutama prayer set dan koleksi raya, memang meningkat. Penjualan saat puasa bisa naik sampai 100 persen dibanding hari biasa,” katanya.
Beberapa koleksi kolaborasi figur publik menjadi incaran utama pembeli. Seri hijab Arabian dan Norshol hasil kolaborasi dengan Lesti Kejora disebut hampir selalu sold out. “Kalau dari hijab, Arabian sama Norshol itu pasti paling cepat habis. Dari tahun lalu sudah viral di media sosial, jadi setiap ada event langsung dicari,” kata Nia.
Produk tersebut juga ditawarkan dengan harga jauh lebih murah dibanding penjualan online. “Kalau online biasanya Rp100 ribu dapat satu, di sini Rp100 ribu bisa dapat tiga,” tambahnya.
Selain hijab, abaya Aisyah yang populer karena dikenakan figur publik seperti Aurel Hermansyah juga menjadi salah satu produk best seller. “Abaya Aisyah itu dari tahun lalu sampai sekarang masih jadi favorit. Bahannya adem dan modelnya banyak dicari,” jelasnya.
Untuk tren Lebaran tahun ini, Lozy Hijab menyoroti warna pastel dan nuansa yellow cream yang diprediksi akan mendominasi. “Tahun ini warna-warna yellow cream, ivory, dan pastel yang lebih soft lagi naik. Tahun kemarin banyak warna gelap seperti burgundy atau smoke grey, sekarang lebih cerah,” ujar Nia.
Dari sisi model, koleksi sarimbit keluarga dengan detail bordir (embroidery) juga sedang populer. Brand ini bahkan menambah koleksi sarimbit lebih banyak dibanding tahun sebelumnya, termasuk kolaborasi dengan figur publik seperti Dinda Hauw dan Hamidah Rachmayanti.
Tingginya minat belanja juga melahirkan peluang bisnis jasa titip (jastip). Dua jastiper, Marda (25) dan Ainun (20), mengaku datang sejak pukul tujuh pagi demi mendapatkan produk terbaik untuk pelanggan mereka. “Antusias banget, dari pagi sudah ramai. Banyak yang nitip kerudung sama abaya karena harganya jauh lebih murah,” kata Marda.
Ainun menambahkan, klien mereka tidak hanya berasal dari Bandung tetapi juga luar kota. “Ada dari luar Bandung juga. Kita posting di Instagram kalau ada event, biasanya langsung banyak yang titip,” ujarnya.
Selama setahun menjadi jastiper, keduanya menghadapi tantangan seperti pembeli yang terlambat transfer atau pembatalan pesanan. Namun tingginya permintaan membuat mereka tetap optimis. “Kadang ada yang cancel atau telat bayar, tapi produknya biasanya bisa dijual lagi. Jadi tetap menarik dijalani,” kata Ainun.
Jurnalis online yang gemar mengeksplorasi pendekatan storytelling dalam berita. Ia suka menonton film, membaca novel, dan membuat catatan ide setiap hari. Menurutnya, teknik bercerita yang baik dapat membuat informasi lebih mudah dipahami. Motto: “Sampaikan fakta dengan cara yang menyentuh.”











