Gowa dalam Sorotan: Berita Terkini, Cerita Menarik

Polemik Program Wakaf Mushaf Taqy Malik, Randy Minta Polisi Saudi Jadi Penengah

Penghafal Al-Qur’an Taqy Malik Kembali Dihujat

Sosok penghafal Al-Qur’an, Taqy Malik, kembali menjadi sorotan setelah muncul tudingan miring terkait program wakaf yang ia selenggarakan. Masalah ini bermula dari mantan sahabatnya, Randy Permana, yang mengungkapkan kekhawatirannya melalui media sosial. Ia menyebutkan bahwa operasional wakaf mushaf yang dilakukan Taqy menimbulkan masalah bagi sejumlah rekanan sesama Warga Negara Indonesia (WNI) di Arab Saudi.

Randy membagikan kisah panjang lebar tentang bagaimana program tersebut berjalan dan dinamika yang terjadi di lapangan. Isu ini kemudian menjadi perbincangan di media sosial. Tak ingin diam, Taqy akhirnya memberikan respons. Ia mengajak Randy untuk melakukan tabayyun atau diskusi terbuka.

Undangan Terbuka untuk Tabayyun

Taqy mengunggah pesan di Instagram @taqy_malik, Sabtu (14/2/2026), dengan judul “Undangan Terbuka Tabayyun”. Dalam pesannya, ia mengundang Randy dan pihak lain yang melontarkan tuduhan untuk hadir dalam forum tabayyun secara terbuka melalui platform Instagram. Ia menekankan bahwa ini bukan tentang mencari pembenaran, tetapi menghadirkan kebenaran.

“Semua fasilitas akan kami sediakan sebaik mungkin, agar terjadinya kenyamanan dan saling menghormati dalam forum, sehingga terjaganya wibawa diskusi yang akan kita jalankan,” tulis Taqy.

Ia juga menegaskan bahwa amanah adalah kehormatan dan harus dijaga dengan kejujuran, bukan dengan diam. Taqy membuka ruang ini dengan niat baik agar segala hal menjadi terang dan tidak ada syubhat yang tersisa.

Respons Randy dan Permintaan Bertemu di Madinah

Randy merespons ajakan Taqy dengan cepat. Ia meminta Taqy segera menghubunginya lewat WhatsApp. “Yuk mari.. daripada unfollow ane, punya WA ane kan tinggal call juga,” tulis Randy.

Namun, Randy mengajak Taqy untuk bertabayyun di Madinah, bukan lewat media sosial. Ia ingin menunjukkan kepada netizen bagaimana sebenarnya cara kerja mushaf dan aturan di Arab Saudi. Randy juga akan mengajak polisi Saudi Arabia sebagai penengah.

Ia bersedia jika diajak tabayyun melalui live Instagram. Jika Taqy tak bisa terbang ke Madinah karena urusan visa atau tiket, Randy siap menyediakan biaya perjalanan.

Penjelasan Tentang Operasional Wakaf Mushaf

Persoalan terkait program wakaf mushaf yang dilakukan Taqy awalnya mencuat setelah Randy Permana, selebgram yang tinggal di Arab Saudi, mengungkap kronologi dan pengalamannya secara langsung. Randy mengaku mengetahui sejak awal bagaimana program wakaf itu berjalan, termasuk dinamika di lapangan yang melibatkan pembelian mushaf hingga memancing perhatian otoritas setempat.

Menurut Randy, program wakaf tersebut mulai berjalan pada 2023 ketika Taqy mulai membuka donasi wakaf Al-Qur’an yang dibeli langsung dari percetakan resmi di Madinah. Saat itu, jumlah mushaf yang dibeli mencapai ribuan eksemplar. Namun, pembelian dalam jumlah besar itu kemudian memicu perhatian pihak otoritas.

Setelah adanya pembatasan, pembelian mushaf dalam jumlah besar menjadi sulit dilakukan, terutama bagi jemaah yang datang menggunakan visa umrah. Randy mengatakan bahwa Saudi memperbolehkan penjualan mushaf wakaf, tetapi hanya dari percetakan resmi pemerintah seperti percetakan Malik Fahad.

Masalah Selisih Harga dalam Program Sedekah Makanan

Selain program wakaf mushaf, Randy juga menyinggung program sedekah makanan yang disebut-sebut memiliki selisih harga cukup signifikan. Menurutnya, harga sedekah makanan biasanya berkisar antara 8-15 riyal, namun Taqy membuka program tersebut dengan harga Rp100.000 per boks. Situasi ini menarik perhatian aparat setempat.

Meski demikian, Randy mengaku telah mengingatkan Taqy agar lebih berhati-hati dalam menjalankan program tersebut. Ia menyarankan agar distribusi mushaf dilakukan secara bertahap untuk menghindari kecurigaan otoritas.

Sosok Taqy Malik

Taqy Malik dikenal sebagai mantan suami Salmafina Sunan, putri pengacara ternama Sunan Kalijaga. Ia juga dikenal sebagai hafiz Al-Qur’an yang menghafal 30 juz di usia 17 tahun. Taqy menempuh pendidikan di Kairo, Mesir, dan dikenal memiliki suara merdu saat melantunkan ayat suci Al-Qur’an.

Kemampuannya di bidang bisnis juga menonjol, mengikuti jejak sang ayah yang dikenal sebagai pengusaha sukses di bidang perkebunan dan pertambangan. Kini, pria kelahiran 1997 itu dikenal sebagai CEO dan Founder Taqychan Group, dengan berbagai lini usaha mulai dari kuliner, travel, hingga fashion.


Rusmawan

Rusmawan adalah seorang penulis berita online yang serbabisa dalam menguraikan berbagai peristiwa menjadi berita yang jelas dan ringan. Ia suka membaca opini, melakukan riset pendek, dan membuat rangkuman harian. Di waktu senggang, ia menikmati musik instrumental. Motto: “Informasi yang baik dimulai dari niat yang baik.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *