Permintaan Maaf Starmer Kepada Korban Epstein
Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer, secara terbuka menyampaikan permintaan maaf kepada para korban kejahatan seksual Jeffrey Epstein dalam pernyataan yang disampaikan dengan nada emosional. Ia mengakui bahwa para korban telah terlalu lama menunggu keadilan dan mengecam tindakan yang dianggap tidak adil terhadap mereka.
“Saya minta maaf,” kata Starmer, yang secara khusus menyampaikan pernyataannya kepada para korban Epstein yang, menurutnya telah melihat akuntabilitas tertunda dan terlalu sering dinafikan. Pernyataan tersebut disampaikan menjelang pidatonya tentang perlindungan nilai-nilai Inggris. Namun, pernyataan tersebut belum sepenuhnya meredam kritik yang datang dari berbagai pihak.
Penunjukan Mandelson Sebabkan Kemarahan Internal Partai
Peter Mandelson dicopot dari jabatannya sebagai duta besar Inggris untuk Amerika Serikat pada September lalu, setelah hanya tujuh bulan bertugas. Pencopotan itu terjadi menyusul rilis awal dokumen Epstein yang telah memicu kontroversi. Dokumen terbaru yang dirilis pekan lalu kembali menyeret Mandelson bersama sejumlah tokoh ternama lainnya.
Epstein, yang meninggal dunia pada 2019 saat menunggu persidangan atas tuduhan perdagangan seks, diketahui memiliki hubungan dekat dengan Mandelson selama bertahun-tahun. Email yang terungkap menunjukkan hubungan yang digambarkan sebagai hangat dan akrab. Dokumen itu juga mengungkap adanya urusan keuangan, foto pribadi, serta indikasi bahwa Mandelson pernah membagikan informasi rahasia dan berpotensi memengaruhi pasar kepada Epstein hampir dua dekade lalu.

Tekanan Politik bagi Starmer
Kemarahan internal Partai Buruh memuncak ketika parlemen memaksa pemerintah melalui pemungutan suara untuk menyerahkan seluruh dokumen terkait pengangkatan Mandelson kepada Komite Intelijen dan Keamanan lintas partai. “Suasana kemarin adalah yang paling marah yang pernah saya lihat di antara anggota parlemen Partai Buruh selama 16 tahun saya berada di parlemen,” kata anggota parlemen Buruh Karl Turner kepada Times Radio.
Tekanan juga datang dari partai oposisi. Pemimpin Partai Konservatif Kemi Badenoch menyebut posisi Starmer tidak dapat dipertahankan. Ia mendorong anggota parlemen Buruh untuk mendukung mosi tidak percaya terhadap perdana menteri. Di sisi lain, muncul seruan agar Starmer memecat kepala stafnya, Morgan McSweeney, yang disebut-sebut sebagai sekutu lama Mandelson dan pendukung utama penunjukannya. Namun, Starmer sejauh ini tetap membela McSweeney.

Perkembangan Terkini dan Dampak Skandal
Krisis ini datang menjelang pemilihan sela penting dan pemilu lokal pada Mei, ketika Partai Buruh diprediksi akan tampil buruk. Skandal tersebut juga berdampak pada pasar, dengan nilai pound dan obligasi jangka panjang Inggris melemah. Mandelson, yang berusia 72 tahun, kini juga tengah diselidiki polisi terkait dugaan penyalahgunaan jabatan publik. Ia telah mengundurkan diri dari House of Lords awal pekan ini dan, jika terbukti bersalah, berpotensi menghadapi hukuman penjara.











