Gowa dalam Sorotan: Berita Terkini, Cerita Menarik
Bisnis  

Keluarga Bahlil Buka Suara soal Bocornya Data RKAB Adaro

JAKARTA — Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menegaskan bahwa isu pemangkasan produksi batu bara hingga 90% untuk sejumlah perusahaan tidak benar. Pernyataan ini merespons beredarnya data yang menyebutkan adanya pemangkasan rencana kerja dan anggaran biaya (RKAB) batu bara tahun 2026. Dalam daftar tersebut, kuota produksi beberapa perusahaan tambang dipangkas secara signifikan.

Adapun, besaran pemangkasan bervariasi antar perusahaan. Beberapa perusahaan mengalami penurunan hingga 90%, sementara yang lain tidak mengalami pemangkasan sama sekali. Dirjen Mineral dan Batu Bara (Minerba) Kementerian ESDM Tri Winarno menegaskan bahwa data yang beredar tidak benar. Ia menjelaskan bahwa Kementerian ESDM belum mengeluarkan persetujuan RKAB batu bara untuk tahun 2026.

“Tapi poinnya adalah yang di Kementerian ESDM belum, sampai saat ini belum mengeluarkan persetujuan RKAB untuk tahun 2026,” ujar Tri ditemui di Jakarta, Kamis (5/2/2026).

Meski demikian, Tri menuturkan bahwa produksi batu bara akan dipangkas untuk tahun ini. Namun, ia belum bisa memperinci jumlah pasti dari pemangkasan tersebut. Menurutnya, pemangkasan produksi menjadi keniscayaan demi mengontrol produksi. Ia memberikan contoh, pada tahun 2025 saja, RKAB untuk produksi batu bara yang disetujui mencapai 1,2 miliar ton. Namun, dalam realisasinya, produksi hanya mencapai di bawah 800 juta ton.

“Ini supaya lebih laju produksi bisa diminimalkan, terus kemudian terkait dengan harga bisa diharapkan bisa terkontrol, terkontrol, dan lain sebagainya,” jelas Tri.

Berikut adalah data rumor RKAB 2026 sejumlah perusahaan batu bara yang sempat beredar sebelum dibantah oleh Kementerian ESDM:

  • PT Asmin Bara Bronang (ABB) – GCV 6.400
  • RKAB diajukan 7,5 juta ton, disetujui 4 juta ton, turun 47%
  • Induk usaha: UNTR (United Tractors)

  • PT Adimitra Baratama Nusantara (ABN) – GCV 4.200

  • RKAB diajukan 2 juta ton, disetujui 0,88 juta ton, turun 56%
  • Induk usaha: TOBA (TBS Energi Utama)

  • PT Antang Gunung Meratus (AGM)

  • RKAB diajukan 11 juta ton, disetujui 7 juta ton, turun 36%
  • Induk usaha: BSSR (Baramulti Suksessarana)

  • AJC – GCV 3.800

  • RKAB diajukan 2 juta ton, disetujui 1,10 juta ton, turun 45%

  • PT Adaro Indonesia (Adaro)

  • RKAB diajukan dan disetujui 60 juta ton, tidak berubah (0%)
  • Induk usaha: AADI (Adaro Andalan Indonesia)

  • PT Arutmin Indonesia (Arutmin)

  • RKAB diajukan dan disetujui 20 juta ton, tidak berubah (0%)
  • Induk usaha: BUMI (Bumi Resources)

  • PT Astaka

  • RKAB diajukan 2,00 juta ton, disetujui 1,00 juta ton, turun 50%

  • PT Banpu

  • RKAB diajukan 25 juta ton, disetujui 10 juta ton, turun 60%
  • Induk usaha: ITMG (Indo Tambangraya Megah)

  • PT BAU – GCV 5.100

  • RKAB diajukan 2,5 juta ton, disetujui 2,4 juta ton, turun 4%

  • PT ATD – GCV 4.600

  • RKAB diajukan 2,50 juta ton, disetujui 0,90 juta ton, turun 64%

  • PT Bayan Resources Tbk (Bayan) – GCV 3.800–6.500

  • RKAB diajukan 80 juta ton, disetujui 38 juta ton, turun 53%
  • Induk usaha: BYAN (Bayan Resources)

  • PT Bharinto Ekatama (BEK) – GCV 5.800

  • RKAB diajukan 8 juta ton, disetujui 5,7 juta ton, turun 29%
  • Induk usaha: ITMG (Indo Tambangraya Megah)

  • PT Borneo Indobara (BIB)

  • RKAB diajukan 55 juta ton, disetujui 11 juta ton, turun 80%
  • Induk usaha: GEMS (Golden Energy Mines)

  • PT BBA

  • RKAB diajukan 1,25 juta ton, disetujui 1,1 juta ton, turun 12%

  • PT BMB

  • RKAB diajukan dan disetujui 8 juta ton, tidak berubah (0%)

  • PT BRAM – GCV 3.400

  • RKAB diajukan 3,5 juta ton, disetujui 1,8 juta ton, turun 49%

  • PT BRE

  • RKAB diajukan 9,9 juta ton, disetujui 3,96 juta ton, turun 60%

  • PT Baramulti Suksessarana (BSSR)

  • RKAB diajukan 6 juta ton, disetujui 3,3 juta ton, turun 45%
  • Induk usaha: BSSR (Baramulti Suksessarana)

  • PT CEP – GCV 4.000

  • RKAB diajukan 3 juta ton, disetujui 0,9 juta ton, turun 70%

  • PT GPK – GCV 3.800

  • RKAB diajukan 2,4 juta ton, disetujui 1,4 juta ton, turun 42%

  • PT Hamparan Mulya

  • RKAB diajukan 0,8 juta ton, disetujui 0,32 juta ton, turun 60%

  • PT HM

  • RKAB diajukan 0,8 juta ton, disetujui 0,48 juta ton, turun 40%

  • PT Inti Bara Perdana (IBP)

  • RKAB diajukan 5,7 juta ton, disetujui 2,6 juta ton, turun 54%
  • Induk usaha: PT Inti Bara Perdana (IATA) – MNC Energy

  • PT Indominco Mandiri – GCV 5.600

  • RKAB diajukan 8 juta ton, disetujui 4,7 juta ton, turun 41%
  • Induk usaha: ITMG (Indo Tambangraya Megah)

  • PT Insani Bara Perkasa (Insani)

  • RKAB diajukan 4 juta ton, disetujui 2,2 juta ton, turun 45%
  • Induk usaha: KKGI (Resource Alam Indonesia)

  • PT Kideco Jaya Agung (Kideco)

  • RKAB diajukan dan disetujui 30 juta ton, tidak berubah (0%)
  • Induk usaha: INDY (Indika Energy)

  • PT Kaltim Prima Coal (KPC)

  • RKAB diajukan dan disetujui 54 juta ton, tidak berubah (0%)
  • Induk usaha: BUMI (Bumi Resources)

  • PT KS – GCV 4.200

  • RKAB diajukan 3 juta ton, disetujui 2 juta ton, turun 33%

  • PT MHU – GCV 4.200–6.300

  • RKAB diajukan 7,5 juta ton, disetujui 6,8 juta ton, turun 9%

  • PT MIP – GCV 4.750

  • RKAB diajukan 11,2 juta ton, disetujui 5,6 juta ton, turun 50%
  • Induk usaha: MCOL (Prima Andalan Mandiri)

  • PT MME – GCV 4.750

  • RKAB diajukan 3 juta ton, disetujui 0,80 juta ton, turun 73%
  • Induk usaha: ARII (Atlas Resources)

  • PT MSA – GCV 5.100

  • RKAB diajukan 2 juta ton, disetujui 1 juta ton, turun 50%
  • Induk usaha: AADI (Adaro Energy Indonesia)

  • PT Nusa Persada Resources (NPR) – GCV 5.500

  • RKAB diajukan 1 juta ton, disetujui 0,10 juta ton, turun 90%
  • Induk usaha: ITMG (Indo Tambangraya Megah)

  • PT PSM

  • RKAB diajukan 0,8 juta ton, disetujui 0,48 juta ton, turun 40%

  • PT Trubaindo Coal Mining (TCM) – GCV 6.200

  • RKAB diajukan 3 juta ton, disetujui 1 juta ton, turun 67%
  • Induk usaha: ITMG (Indo Tambangraya Megah)

  • PT Telen Orbit Prima (TOP)

  • RKAB diajukan 1 juta ton, disetujui 0,5 juta ton, turun 50%
  • Induk usaha: UNTR (United Tractors)

  • PT WSJ – GCV 4.200

  • RKAB diajukan 2,7 juta ton, disetujui 2 juta ton, turun 26%

  • PT WSL – GCV 4.200

  • RKAB diajukan 2,8 juta ton, disetujui 1 juta ton, turun 64%
Rizal Hartanto

Penulis berita dengan ketertarikan pada human interest dan kisah inspiratif. Ia senang berbincang dengan masyarakat untuk memahami realitas kehidupan. Ketika tidak menulis, ia menikmati hobi memasak dan mendengar podcast. Motto: "Menulis adalah cara merawat empati."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *