Gowa dalam Sorotan: Berita Terkini, Cerita Menarik

Jaga Target Ekonomi 8 Persen, Ketua DPRD Luwu Sebut Presiden Tekankan Sinergi Tanpa Batas

Presiden Prabowo Subianto Tegaskan Pentingnya Sinergi Pusat dan Daerah dalam Membangun Ekonomi Nasional

Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) antara pemerintah pusat dan daerah pada tahun 2026 yang digelar di Sentul International Convention Center (SICC), Senin (2/2/2026), menjadi momen penting dalam memperkuat visi ekonomi nasional. Dalam acara tersebut, Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menyampaikan pesan-pesan strategis yang menekankan pentingnya koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah.

Di hadapan ribuan peserta, termasuk para pejabat daerah, menteri, gubernur, bupati, wali kota, serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Presiden menekankan bahwa kesamaan visi adalah kunci untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8 persen. Hal ini juga menjadi dasar dari berbagai kebijakan yang akan diterapkan oleh pemerintah daerah.

Ketua DPRD Luwu, Ahmad Gazali, yang hadir langsung dalam pertemuan tersebut, menjelaskan bahwa fokus utama arahan Presiden adalah penguatan sinergi antara pusat dan daerah. Menurutnya, sinergi ini merupakan fondasi tunggal pembangunan nasional.

“Presiden sangat menekankan pentingnya koordinasi yang kuat. Rakornas ini digelar untuk menyamakan visi, langkah, dan persepsi. Tidak boleh ada kebijakan daerah yang berjalan sendiri tanpa selaras dengan program prioritas pusat,” ujar Ahmad Gazali.

Selain itu, pertemuan ini juga menjadi momentum evaluasi kinerja tahun pertama pemerintahan. Presiden memberikan catatan kritis sekaligus peta jalan menuju ekonomi yang lebih produktif dan inklusif. Target pertumbuhan ekonomi 8 persen dianggap sebagai angka sakral yang harus dicapai bersama-sama oleh seluruh kepala daerah dan Forkopimda.

Ahmad Gazali menambahkan bahwa daerah diminta aktif menjalankan kebijakan yang mendukung investasi dan produktivitas lokal. Hal ini dianggap sebagai langkah penting untuk menopang angka pertumbuhan nasional.

“Arahan ini ditujukan agar kami di daerah, baik eksekutif maupun legislatif serta Forkopimda, aktif mengawal kebijakan tersebut. Ini adalah strategi besar menuju Indonesia Emas 2045,” ungkapnya.

Dari data yang dihimpun dalam pertemuan tersebut, terdapat tiga poin utama yang menjadi komitmen bersama seluruh peserta Rakornas. Berikut penjelasannya:

  • Pemantapan strategi

    Pemantapan strategi berarti menjadikan koordinasi pusat-daerah sebagai fondasi utama untuk percepatan pembangunan nasional tanpa hambatan birokrasi.

  • Penajaman kebijakan

    Penajaman kebijakan lebih kepada evaluasi berkala terhadap program prioritas agar tepat sasaran di tingkat akar rumput.

  • Komitmen ekonomi

    Komitmen ekonomi menjadi bentuk akselerasi pencapaian target ekonomi nasional melalui hilirisasi dan penguatan sektor inklusif di setiap daerah.

Pesan Kepemimpinan yang Bersumber dari Mandat Rakyat

Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom), Angga Raka Prabowo, menegaskan bahwa Presiden Prabowo menyerukan pentingnya persatuan dan pengabdian total seluruh jajaran pemerintah pusat maupun daerah dalam upaya menghapus kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan rakyat.

“Presiden Prabowo mengajak seluruh pemimpin untuk berjuang bersama, bersatu padu, dan bekerja tanpa lelah demi menghapus kemiskinan. Tidak boleh ada sekat, tidak boleh ada ego sektoral, karena yang kita layani adalah rakyat Indonesia,” ujar Angga Raka Prabowo.

Dalam pidatonya, Presiden menekankan bahwa kepemimpinan bersumber dari mandat rakyat. Karena itu, tanggung jawab utama pemerintah adalah memastikan rakyat hidup sejahtera, adil, dan harmonis. Ia juga menegaskan dukungan penuh pemerintah pusat terhadap seluruh daerah, tanpa memandang perbedaan politik.

Strategi Transformasi Bangsa Menuju Indonesia Emas 2045

Presiden juga memaparkan Strategi Transformasi Bangsa menuju Indonesia Emas 2045, yang mencakup program Asta Cita, 17 Program Prioritas, dan Program Hasil Terbaik Cepat. Fokus utama strategi ini adalah swasembada pangan dan energi.

“Swasembada pangan adalah pilar utama. Mau tidak mau, suka tidak suka, kita harus swasembada pangan. Tidak ada alternatif kalau kita mau merdeka dan sejahtera,” tegas Presiden.

Di sektor energi, Prabowo menyoroti potensi kelapa sawit sebagai komoditas strategis yang dapat diolah menjadi biodiesel, biosolar, hingga bio-avtur. Ia bahkan menyebut sawit sebagai miracle crop yang mampu mengurangi ketergantungan pada impor energi.

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) juga menjadi sorotan. Dalam kurun 1 tahun 4 bulan, program ini telah menjangkau 60 juta penerima manfaat dan menciptakan sekitar 1 juta lapangan kerja melalui 22.270 dapur operasional. Pemerintah menargetkan 82 juta penerima manfaat pada akhir 2026, dengan potensi membuka hingga 5 juta lapangan kerja baru.

Angga Raka Prabowo menegaskan bahwa arahan Presiden akan menjadi kompas moral dan arah kerja seluruh aparatur negara.

“Pemerintah harus hadir dengan kerja nyata, kebijakan yang berpihak, serta komunikasi yang jujur dan transparan kepada rakyat,” tandasnya.

Rommy Argiansyah

Reporter berita yang mengutamakan akurasi dan objektivitas. Ia memiliki ketertarikan pada isu sosial dan ekonomi, serta mengikuti perkembangan dunia digital. Waktu luangnya dihabiskan untuk membaca laporan penelitian, mendengarkan podcast edukasi, dan berjalan santai di taman kota. Motto: "Fakta adalah kompas bagi setiap penulis."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *