Gowa dalam Sorotan: Berita Terkini, Cerita Menarik

Gaya Mulyono yang Unik Saat Reuni Jokowi di Solo Usai Sidang

Reuni Teman Seangkatan Jokowi di Solo: Kekakasan dan Nostalgia

Reuni kecil-kecilan yang digelar oleh teman seangkatan Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi), di rumahnya di Surakarta, Jawa Tengah, menjadi sorotan publik. Acara ini berlangsung pada Selasa (27/1/2026) setelah persidangan gugatan ijazah palsu Citizen Law Suit (CLS) di Pengadilan Negeri Surakarta rampung dilaksanakan.

Salah satu peserta reuni yang menarik perhatian adalah Mulyono, seorang alumni Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM) angkatan 1980. Ia dikenal memiliki nama yang sama dengan masa kecil Jokowi, sehingga sering menjadi bahan perbincangan. Namun, isu tersebut justru memicu tudingan dari kubu Roy Suryo cs bahwa Mulyono bukanlah alumni UGM, melainkan calo tiket terminal Tirtonadi, Solo.

Pertemuan antara Mulyono dan Jokowi berlangsung dalam suasana yang penuh keakraban dan santai. Mulyono terlihat mengenakan celana jeans biru dan kemeja senada, serta menggunakan flat cap cokelat yang membuat gayanya terlihat nyentrik. Ia juga membawa tas selempang hitam. Saat memasuki rumah Jokowi, Mulyono melepaskan topinya dan berfoto bersama teman seangkatan Fakultas Kehutanan UGM dan Jokowi. Pose angkat jempol tangan menjadi ciri khasnya saat sesi foto tersebut.

Di tengah isu hukum yang sedang ramai dibicarakan, acara reuni ini justru menjadi ajang silaturahmi dan nostalgia. Para peserta terlihat akrab dan penuh tawa, seperti reuni kecil para sahabat lama. Acara ini juga menjadi simbol solidaritas di tengah sorotan publik terhadap rekam jejak akademik Jokowi.

Ketua angkatan Jokowi di Fakultas Kehutanan UGM tahun 1980, Mustoha Iskandar, menjelaskan bahwa kedatangan mereka ke Solo merupakan bentuk dukungan moral sebagai teman lama sekaligus upaya menjaga tali silaturahmi setelah mengikuti proses persidangan. Ia menegaskan bahwa pertemuan tersebut jauh dari nuansa tegang. Perbincangan lebih banyak diisi kenangan lucu dan cerita ringan tentang masa-masa kuliah di Fakultas Kehutanan UGM.

Mustoha juga menegaskan bahwa ijazah Jokowi asli. “Pak Jokowi kan sudah jelas ijazahnya asli, tapi orang mempertanyakan itu. Kalau bicara murni ijazah kan rektor sudah menyatakan bahwa ijazah itu asli. Bareskrim juga sudah memutuskan bahwa itu identik dengan ijazah teman-temannya yang asli. Mestinya sudah selesai ya kan,” ujarnya.

Tudingan Calo Tiket Terminal

Tudingan bahwa Mulyono adalah calo tiket terminal Tirtonadi Solo mulai muncul setelah ia menjadi sorotan dalam acara reuni bersama Jokowi. Dokter Tifa, salah satu pengacara di Kota Solo, menuduh Mulyono bernama asli Wakidi, bukan lulusan UGM, melainkan calo tiket terminal. Ia juga menyebut bahwa skripsinya ambil bidang Ekonomi Manajemen.

Namun, petugas terminal Tirtonadi Solo mengaku tidak mengenal Mulyono yang disebut-sebut sebagai calo tiket. Dikutip dari Kompas.com, namanya tidak tercatat dalam data agen resmi maupun anggota Himpunan Agen Bus Malam (Habma). Keberadaan calo telah ditertibkan secara ketat. Kini, semua agen tiket bus resmi terdaftar di terminal.

Anggota Habma Terminal Tirtonadi, Sumaryo Umar Sahid (70), yang sudah menjadi penjual tiket di Terminal Tirtonadi selama 55 tahun mengaku tidak mengenal Mulyono. “Setahu saya nggak ada itu, nggak kenal dan belum pernah ketemu. Tidak terdaftar juga (namanya) itu,” kata Sumaryo.

Pernyataan tersebut juga senada dengan pernyataan kader Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Dian Sandi Utama. “Nah ini dia Pak Mulyono, yang dibilang sebagai calo tiket terminal, sampai Pak Taufiq itu pergi cari tahu ke terminal. Ternyata, dijawab sama orang terminal, saya tidak pernah melihat orang ini begitu dilihatkan foto. Karena mereka sedang fitnah-fitnah aja,” ujarnya.

Berencana Lapor Polisi

Mustoha Iskandar menegaskan bahwa Mulyono, teman Presiden ke-7 RI Joko Widodo saat kuliah, bukanlah seorang calo tiket terminal Tirtonadi, Solo, Jawa Tengah. Ia menegaskan bahwa Mulyono adalah alumnus UGM, sekaligus teman seangkatannya dan Jokowi. Bahkan, pihaknya sempat berencana untuk melaporkan orang-orang yang menyebut Mulyono calo tiket terminal.

“Mulyono dibilang calo tiket di Tirtonadi itu kebangetan menurut saya,” kata Mustoha. “Mulyono itu teman saya. Ini mereka ada mempertimbangkan untuk buat laporan polisi. Orang-orang yang melecehkan itu,” sambungnya.

Ia mengaku heran dengan pihak-pihak yang menyebut Mulyono adalah calo tiket terminal Tirtonadi Solo. “Mulyono katanya calo tiket di Terminal Tirtonadi, nggak tahu itu info-info kayak gitu dari mana,” ujarnya.

Menurutnya, di zaman yang serba digital ini, banyak orang dengan mudah melontarkan fitnah tanpa fakta yang jelas. “Banyak hal kok orang begitu mudah memfitnah dan mengarang cerita tanpa didukung dengan fakta,” tutur Mustoha.

Mustoha Iskandar juga menegaskan reuni yang digelar Fakultas Kehutanan UGM angkatan tahun 1980 bersama Jokowi tidak digelar secara dadakan. Ia mengaku telah merancang acara reuni tersebut jauh-jauh hari. Sebenarnya, kata Mustoha, acara reuni tersebut hendak digelar di Istana Bogor. Namun, lantaran Jokowi yang sibuk sebagai presiden, maka acara reuni tersebut ditunda digelar.

“Saya hadir reuni, nggak ada dadakan-dadakan. Karena awalnya itu sudah lama sekali itu bikin reuni di Istana Bogor,” katanya. “Udah bikin kaos juga, Istana Bogor, tapi Pak Jokowi sibuk terus, nggak sempat. Pak Jokowi sibuk sebagai seorang presiden.”

“Pas halal bihalal kemarin, merancang untuk mengganti di Bogor itu. Kita bikin pas 45 tahun,” tutur dia.


Nurlela Rasyid

Penulis online yang antusias mendalami topik kesehatan dan gaya hidup. Ia rutin mengikuti webinar, membaca jurnal kesehatan, dan menulis catatan pribadi tentang pola hidup seimbang. Hobi lain yang ia tekuni adalah membuat smoothie dan meditasi. Motto: "Informasi adalah alat untuk hidup lebih baik."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *