Gowa dalam Sorotan: Berita Terkini, Cerita Menarik

Sekjen Kemendiktisaintek: UNM Bisa Terpecah Tanpa Pemimpin Prof Farida Patittingi

Penunjukan Prof Farida Patittingi sebagai Plh Rektor UNM Diprotes Mahasiswa

Pemilihan Prof Farida Patittingi sebagai Pelaksana Tugas (Plh) Rektor Universitas Negeri Makassar (UNM) mendapat protes dari mahasiswa. Penunjukan ini dilakukan setelah Prof Karta Jayadi, Rektor sebelumnya, dinonaktifkan oleh pihak berwenang.

Alasan Penunjukan Prof Farida Patittingi

Prof Togar M Simatupang, Sekretaris Jenderal Kemendiktisaintek, menjelaskan bahwa penunjukan Prof Farida Patittingi dilakukan untuk menjaga integritas dan objektivitas dalam kepemimpinan UNM. Ia menegaskan bahwa langkah ini diambil agar marwah universitas tetap terjaga.

“Agar terjadi integritas dan objektivitas. Ini untuk menjaga marwah UNM sebetulnya. Kalau ini dibiarkan akan terbelah,” ujar Prof Togar saat hadir di kampus UNM, Kamis (22/1/2026).

Ia juga memperkuat alasan pihaknya menonaktifkan Prof Karta Jayadi sebagai Rektor UNM. Menurutnya, proses yang dilakukan sesuai dengan aturan yang berlaku, termasuk Peraturan Pemerintah No. 94 dan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 55.

Demonstrasi Mahasiswa UNM

Kehadiran Prof Togar di kampus UNM disambut oleh aksi demonstrasi dari mahasiswa. Mereka menolak penunjukan Plh Rektor yang tidak berasal dari kalangan internal UNM.

Aksi tersebut dimulai dengan pembakaran ban dan penghadangan truk kontainer yang digunakan sebagai panggung orasi. Aksi ini menyebabkan kemacetan panjang di Jalan AP Pettarani.

Demonstran juga membentangkan spanduk bertuliskan “Tolak Plh Rektor UNM”. Aksi ini berlanjut ke dalam kampus, di mana mahasiswa berorasi meminta agar dapat ditemui pejabat Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek).

Setelah setengah jam berorasi, mahasiswa tidak kunjung ditemui. Mereka mencoba masuk ke dalam gedung namun dihadang petugas keamanan. Akibatnya, terjadi saling dorong antara mahasiswa dan petugas.

Petugas keamanan tidak mampu menghalangi dorongan mahasiswa yang jumlahnya hampir seratus orang. Di lantai satu gedung, mereka kembali berorasi meminta pertemuan dengan pejabat kementerian.

Proses Dialog dengan Pejabat Kementerian

Beberapa saat kemudian, pejabat kementerian tampak hendak keluar dari kampus lewat basemant. Namun, mobil berplat pribadi yang dikendarai oleh pejabat tersebut dikenali oleh mahasiswa.

Mahasiswa langsung berlarian menghadang mobil tersebut. Petugas keamanan berusaha menghalau aksi ini, tetapi jumlah mereka kalah banyak. Akhirnya, pejabat kementerian keluar dari mobil dan menerima aspirasi mahasiswa di depan mobilnya.

Hujan turun, sehingga proses dialog bergeser ke lobi kampus. Salah satu poin utama yang disampaikan oleh mahasiswa adalah penolakan terhadap penunjukan Plh Rektor. Mereka menganggap pengangkatan tersebut tidak transparan dan melanggar prinsip tata kelola perguruan tinggi yang demokratis.

Selain itu, mahasiswa juga menyatakan bahwa ada banyak guru besar UNM yang pantas menjadi Plh Rektor. Mereka menilai penunjukan Prof Farida Patittingi tidak sesuai dengan harapan.

Tanggapan Prof Togar

Prof Togar menegaskan bahwa pihak pemerintah terbuka terhadap semua opini, kritik, maupun keberatan yang disampaikan oleh pihak-pihak terkait. Ia memastikan seluruh proses dilakukan secara profesional dan transparan sesuai aturan yang berlaku.

“Kami mengapresiasi atas opini yang disampaikan. Kami sebagai pelaksana di pemerintahan tentunya terbuka untuk melakukan dialog bilamana ada yang disebut dengan keluhan, komplain, atau tuduhan tidak adil, kami bersedia menerima,” kata Togar.

Ia juga menekankan bahwa jika pihak terlapor memilih menempuh jalur hukum, pemerintah tidak akan menghalangi. Menurutnya, langkah tersebut merupakan hak setiap warga negara.

“Dan juga kalau mau dilanjutkan ke dalam ranah hukum, misalkan digugat di aparat penegak hukum, silakan. Kami terbuka, kami bekerja secara profesional, kami transparan, dan kami menghormati hak-hak beliau,” jelasnya.

Prof Togar juga menyebut bahwa hak rehabilitasi Prof Karta Jayadi akan tetap dihormati setelah seluruh proses selesai. Ia berharap polemik yang berkembang tidak berlarut-larut dan dapat diselesaikan dengan cara yang baik.

“Oleh karena itu saya berharap, tadi adik-adik mahasiswa juga sudah begitu bosan, kita juga selesaikan dengan baik-baik,” katanya.

Penegasan Terkait Penunjukan Prof Farida

Mengenai penunjukan Prof Farida Patittingi sebagai Plh Rektor, Prof Togar memberikan penegasannya. Ia menilai bahwa penunjukan ini dilakukan untuk menjaga integritas dan objektivitas dalam kepemimpinan UNM.

“Agar terjadi integritas dan objektivitas. Ini untuk menjaga marwah UNM sebetulnya. Kalau ini dibiarkan akan terbelah,” ungkap Prof Togar.

Ia juga menjelaskan alasan pemilihan perempuan sebagai Plh Rektor. Menurutnya, perempuan memiliki empati yang lebih tinggi dan bisa diterima oleh masyarakat. Ia juga menyampaikan bahwa korban dari kasus ini adalah perempuan, sehingga penunjukan ini dilakukan dengan pertimbangan yang matang.

“Kita terus terang memilih perempuan, karena punya empati, bisa diterima, karena tanda petik mohon maaf korban juga adalah perempuan. Saya juga malu ini bicara aib kita,” tuturnya.

Daliyah Ghaidaq

Jurnalis yang membahas isu anak muda, dunia komunitas, dan tren karier modern. Ia suka membaca blog produktivitas, mencoba teknik manajemen waktu, serta membuat jurnal harian. Motto: “Pemuda yang tahu informasi adalah pemuda yang kuat.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *