Gowa dalam Sorotan: Berita Terkini, Cerita Menarik
Daerah  

Kisah Pither Sambo, Suami Theresia Padang yang Dibegal Buaya, Cari Rumput untuk Kebun Sayur

Peristiwa Mengerikan di Embung Persemaian

Embung Persemaian di Kelurahan Karang Harapan, Tarakan Kalimantan Utara kini menjadi tempat yang penuh makna. Tidak lagi sekadar hamparan air tenang, embung ini menyimpan jejak cerita yang menggemparkan warga setempat. Peristiwa mengerikan terjadi ketika Theresia Padang, seorang warga setempat, digigit buaya saat sedang mencari rumput.

Pasca kejadian tersebut, embung ini menjadi viral dan trending topik warga Tarakan. Pither Sambo, suami dari Theresia, berdiri lama di tepi embung, matanya menyapu rumput yang masih menjulang. Tangannya sibuk mencari arit atau parang, langkahnya pelan seolah takut menginjak kenangan.

Rumput yang sudah dipotong oleh istrinya masih utuh berjejer di tepi embung. Terlihat seperti terakhir kali disentuh tangan Theresia. Menurut cerita sang istri, pada Senin (19/1/2026) sore, ia pergi ke embung untuk mencari rumput yang akan digunakan menutup tanah di kebun sayur kecil di halaman rumah.

Saat itu, Theresia sedang sibuk mengarit, membelakangi air. Dari belakang, seekor buaya meloncat dari permukaan embung. Kakinya yang pertama digigit lalu ditarik. Istri saya kaget, tapi sadar ini bahaya. Dia langsung teriak minta tolong,” kata Pither Sambo yang suaranya bergetar.

Usai kaki digigit, buaya itu menyeret tubuh Theresia ke air. Teriakan minta tolong memecah sore. Beberapa pemancing yang berada tak jauh langsung berlari, menarik tubuh Theresia dengan sekuat tenaga. Tak lama, seorang polisi yang sedang jogging dan beberapa calon polisi yang berlatih di sekitar lokasi ikut membantu evakuasi. Theresia dilarikan ke rumah sakit dalam kondisi luka parah.

Pither Sambo sendiri baru tahu kabar itu saat sedang melayat orang meninggal. “Saya langsung ke rumah sakit. Kaget sekali lihat kondisinya,” ujarnya. Robekan luka tampak jelas di paha, lututnya mengalami dislokasi. Jejak gigi buaya meninggalkan trauma yang tak hanya mengoyak daging, tapi juga ketenangan keluarga. Theresia kini telah menjalani operasi, bagian paha dan kaki dijahit. Jumlah jahitannya pun Pither belum sempat menghitung.

Kebun Sayur yang Menjadi Bagian Hidup Theresia

Theresia Padang mencari rumput bukan untuk sapi, melainkan untuk digunakan menutup tanah di kebun kecil yang berada di halaman rumah. Tujuannya agar gulma tak tumbuh, tanah tetap lembap, dan pelan-pelan berubah jadi kompos. Diakuinya, mencari rumput bukan rutinitas harian sang istri. Keseharaian Theresia hanya berkebun di rumah. “Cari rumput paling dua kali seminggu,” kata Pither Sambo saat ditemui media di kediamannya.

Rumah yang ditinggali Pither Sambo dan Theresia Padang merupakan rumah panggung sederhana tapi tetap tampak istimewa. Di halaman depan rumah disulap istri menjadi kebun sayur hingga dirawat hampir delapan tahun lamanya. Terlihat di kebun sayur ditanami aneka sayuran. Mulai dari kangkung, sawi, bayam, cabai, tomat, dan aneka sayur lainnya. Hasilnya sebagian untuk di makan sendiri, sebagian dijual.

Anak-anaknya Threresia Padang kerap kali melarang ibunya beraktivita di kebun sayur. Hal ini dikarenakan usia sudah senja, tenaga tak seperti dulu. Namun sang istri punya alasan yang sama, ia takut sakit jika hanya duduk diam. “Katanya kalau tidak bergerak nanti stroke,” tuturnya.

Keberlanjutan Kebun Sayur

Theresia Padang dikenal pekerja keras sejak muda. Bertahun-tahun ia bekerja mengangkat batu, batako, dan semen. Lebih dari sepuluh tahun hidupnya dihabiskan dengan kerja fisik berat. Kini, di masa tua, berkebun menjadi caranya “pensiun”. Kata dang istri yang ia ingat betul, biar berkeringat, tetap merasa berguna.

Lumayan, tidak beli sayur lagi. Bisa makan dari kebun sendiri,” kata Pither. Dari sisi ekonomi, keluarga ini tergolong mapan. Anak sulungnya telah bekerja, ada yang bertugas di Polda, ada yang menjadi polisi hutan di Dinas Kehutanan, ada pula yang bekerja swasta dan satu masih sekolah. Namun musibah tak pernah memilih.

Selama ini dia cari rumput di situ tidak pernah apa-apa. Mungkin memang sudah nahasnya,” ucap Pither, yang saat ini kesehariannya hanya memelihara seekor kerbau.

Meski bukan kebun besar, tapi cukup luas untuk menampung berbagai jenis sayuran yang tumbuh bergantian mengikuti musim. Setiap sudut punya cerita, setiap petak tanah punya fungsi. Di satu bagian, terdapat petak kangkung tumbuh hijau memanjang. Di sisi lain, terdapat petak sawi dan bayam berjajar rapi. Ada pula tanaman cabai yang dirawat dengan telaten. Tampak diberi sekat atau pagar papan masing-masing petaknya.

Tak jauh dari situ, tomat mrambat, buahnya bergelantungan menunggu merah sempurna. Tak hanya itu. Theresia Padang menanam sayuran daun lainnya di kebun sayur miliknya tentu menyesuaikan kebutuhan dapur. Jika satu jenis habis dipanen, ia langsung menyiapkan lahan kecil untuk ditanami ulang. Semua dikerjakan sendiri, perlahan, tanpa terburu-buru.

Kalau pagi istrinya pergi ke kebun sayur, sore kembali pergi menyiram kebun. Rumput yang ia cari ke embung bukan untuk ternak, bukan pula untuk dijual. Rumput itu adalah bagian penting dari kebunnya. Ia gunakan sebagai penutup tanah agar pasir tidak naik, tanah tetap dingin dan lembap, dan sayur lebih subur. Cara itu juga membuat tanah lebih gembur ketika rumput membusuk menjadi kompos alami.

Itu sudah kebiasaannya dari dulu. Dia bilang tanah kalau ditutup rumput, sayurnya lebih bagu. Bahkan tidak pakai pestisida atau yang biasa disemprot. Pernah juga bapak-bapak dari kepolisian bikin kegiatan di halaman ini dan istri ikut bagi ilmu soal tanam sayur,” akunya.

Hingga saat ini sang istri masih dilakukan perawatan di rumah sakit menuju proses sembuh. Dikarenakan istrinya masih terbaring sakit, akhirnya Pither Sambo yang menggantikan kini peran istri untuk merawat kebun sayur. Sebab sayuran itu harus setiap hari disiram. Apalagi belakangan ini hujan jarang turun.

Daliyah Ghaidaq

Jurnalis yang membahas isu anak muda, dunia komunitas, dan tren karier modern. Ia suka membaca blog produktivitas, mencoba teknik manajemen waktu, serta membuat jurnal harian. Motto: “Pemuda yang tahu informasi adalah pemuda yang kuat.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *