Forum Leaders Talk Kuartal I 2026: Menyamakan Arah dan Memperkuat Komitmen Kepemimpinan
Bupati Takalar, Sulawesi Selatan, Mohammad Firdaus Daeng Manye kembali menggelar sesi pertama Leaders Talk Kuartal I (Q1) 2026 di Ruang Pola Kantor Bupati Takalar, Senin (26/1/2026). Kegiatan ini menjadi ajang penyamaan arah kebijakan Pemkab Takalar serta penguatan komitmen kepemimpinan di awal tahun 2026.
Leaders Talk kali ini dihadiri oleh seluruh pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD), camat, hingga lurah se-Kabupaten Takalar. Forum ini dirancang sebagai wadah untuk memastikan seluruh jajaran Pemkab Takalar tetap selaras dengan target besar pemerintah daerah dalam penerapan digitalisasi. Dalam pemaparannya, Daeng Manye menekankan pentingnya transformasi digital dalam tata kelola pemerintahan daerah sebagai bagian dari upaya meningkatkan daya saing Takalar.
Beberapa praktik digital seperti penggunaan e-money, sistem cashless, dan transaksi non-tunai mulai diperkenalkan sebagai pembelajaran bersama di lingkungan pemerintahan. “Ini pembelajaran. Nanti kita gunakan dengan skala yang lebih besar,” ujarnya saat menyampaikan pemaparan di hadapan peserta.
Selama sesi berlangsung, Daeng Manye sesekali meminta peserta memberikan tepuk tangan sebagai bentuk semangat dan kebersamaan, sehingga suasana forum terasa lebih cair namun tetap fokus. Menurutnya, format Leaders Talk sengaja dirancang berbeda, lebih terstruktur, tertata, dan menarik agar seluruh pimpinan OPD dapat menangkap pesan strategis yang disampaikan.
Ia menegaskan setiap pimpinan instansi harus mampu menyerap poin-poin penting untuk diterapkan di OPD masing-masing. Dalam kesempatan itu, Daeng Manye juga menyinggung soal kedisiplinan waktu. Ia menekankan bahwa seluruh rangkaian kegiatan harus berjalan efektif karena ruangan akan digunakan untuk agenda lain pada sore hari. “Saya sengaja berdiri di depan agar auranya lebih terasa. Dan kita sangat ketat waktunya,” ujarnya.
Leaders Talk disebutnya sebagai forum strategis yang telah dua kali dilaksanakan sebelumnya. Namun, untuk tahun 2026, kegiatan ini menjadi yang pertama dan akan digelar secara rutin setiap awal triwulan. “Setiap awal triwulan kita akan buat Leaders Talk dengan format seperti ini,” kata Daeng Manye.
Pada bagian inti pemaparan, Daeng Manye menekankan pentingnya kesamaan arah di lingkungan Pemkab Takalar. Ia menggunakan analogi “arah kapal” untuk menggambarkan visi kepemimpinan dan tujuan bersama yang harus dipahami seluruh ASN. “Yang paling penting, semua tahu kita mau ke mana. Barisan itu harus rapi karena tahu arah kapal ini mau ke mana,” tegasnya.
Pemaparan dibagi dalam dua sesi utama, yakni Part 1 dan Part 2. Pada Part 1, Daeng Manye memaparkan berbagai capaian dan aktivitas Pemkab Takalar sepanjang tahun 2025, sekaligus melakukan evaluasi terhadap program yang masih perlu perbaikan. Pembahasan meliputi visi dan misi daerah, program unggulan, tujuan dan sasaran pembangunan, serta indikator kinerja.
Sementara pada Part 2, pemaparan difokuskan pada strategi dan inisiatif tahun 2026. Ia menguraikan kondisi ekonomi makro daerah, kemampuan fiskal APBD, capaian tahun 2025, serta arah kebijakan strategis tahun berjalan. Dalam sesi tersebut, Daeng Manye juga secara resmi menyampaikan rencana peluncuran tagline Takalar Cepat.
Takalar Cepat dijelaskan sebagai filosofi kerja pemerintahan yang menjadi pegangan seluruh ASN. C-E-P-A-T merupakan singkatan dari Cerdas (bekerja dengan data), Efektif (fokus sasaran), Profesional (keahlian dan integritas), Akuntabel (dapat dipertanggungjawabkan), dan Transparan (terbuka kepada publik). Ia juga menegaskan visi besar Kabupaten Takalar, yakni “Takalar Maju dan Berdaya Saing melalui Ekonomi Digital.”
Daeng Manye bahkan meminta seluruh pimpinan OPD menghafal visi tersebut sebagai bentuk keseriusan dan kesatuan arah. Dalam forum itu, ia turut memaparkan tujuh program unggulan daerah, mulai dari penguatan teknologi digital, peningkatan PAD, pengembangan sektor kelautan dan perikanan, pertanian, hingga penguatan BUMDes, UMKM, koperasi, pariwisata, industri pengolahan, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Menanggapi kegiatan tersebut, Lurah Rajaya, Muhammad Nasir, menilai Leaders Talk menjadi forum penting dalam menyatukan pemahaman jajaran pemerintahan hingga tingkat kelurahan. Menurutnya, pemaparan langsung Bupati Takalar memberikan gambaran jelas mengenai arah kebijakan daerah dan prioritas kerja yang harus diterjemahkan dalam pelayanan kepada masyarakat.
Ia juga mengapresiasi penekanan pada digitalisasi dan budaya kerja berbasis data yang dinilai relevan untuk meningkatkan kualitas layanan publik. “Kami siap menyesuaikan dan mendukung penuh arah kebijakan Bupati agar pelayanan kepada masyarakat semakin cepat dan berkualitas,” ujar Muhammad Nasir.
Sepanjang kegiatan, suasana ruangan terpantau kondusif. Para peserta terlihat menyimak dengan serius, mencatat, dan beberapa kali memberikan respons tepuk tangan. Leaders Talk ini menjadi penanda awal arah kepemimpinan Daeng Manye di tahun 2026 sekaligus forum penyamaan persepsi bagi seluruh jajaran Pemkab Takalar.











