Penunjukan Wakil Bupati sebagai Plt Bupati Pati
Pada 20 Januari 2026, Wakil Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, secara resmi ditunjuk sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pati. Penunjukan ini dilakukan setelah Bupati Sudewo ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Keputusan ini merupakan tindak lanjut dari radiogram yang dikeluarkan oleh Menteri Dalam Negeri dan diteruskan kepada Gubernur Jawa Tengah.
Gubernur Ahmad Luthfi kemudian menerbitkan Surat Nomor 131/0000757 tertanggal 20 Januari 2026 tentang penugasan Wakil Bupati Pati untuk melaksanakan tugas dan wewenang Bupati Pati. Surat tersebut diserahkan langsung oleh Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin, kepada Risma Ardhi Chandra di Pendopo Kabupaten Pati, Rabu 21 Januari 2026.
Peran dan Tanggung Jawab Plt Bupati
Dalam kesempatan itu, Taj Yasin meminta kepada Risma Ardhi Chandra selaku Plt Bupati Pati untuk dapat mengoordinasikan jalannya pemerintahan sekaligus menjaga kondusivitas di lingkungan Pemkab Pati. Ia menekankan pentingnya menjaga soliditas dan profesionalitas Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemkab Pati agar tetap optimal dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
“Saya nitip kepada Mas Chandra selaku Pelaksana Tugas Bupati Pati, bisa mengoordinasikan, memberikan ketenangan, ketentraman di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pati,” ujar Taj Yasin.
Ia juga meminta agar ASN Pemkab Pati tetap menjaga profesionalisme dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. “Marilah bersama-sama bekerja memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat kita,” tambahnya.
Kesiapan Risma Ardhi Chandra
Wakil Bupati Risma Ardhi Chandra menyampaikan kesiapannya menjalankan tugas dan kewenangan sesuai penugasan yang diberikan. Ia berkomitmen untuk menjaga integritas tata kelola pemerintahan agar pelayanan kepada masyarakat tetap optimal.
“Kami berkomitmen penuh untuk melanjutkan roda pemerintahan Kabupaten Pati dengan menjunjung tinggi nilai integritas dan akuntabilitas,” ungkapnya.
Chandra juga menyatakan bahwa kehadiran Wagub Jateng sebagai bentuk perhatian dan dukungan, sekaligus memberi arahan dan pedoman dalam situasi yang sedang dihadapi. Ia memohon dukungan seluruh komponen masyarakat Kabupaten Pati dalam melanjutkan agenda pembangunan di Pati, agar dapat berjalan dengan baik.
Profil Singkat Risma Ardhi Chandra
Risma Ardhi Chandra adalah politikus dan pengusaha Indonesia. Ia lahir pada 11 Mei 1976 di Semarang dan kini berusia 49 tahun. Ia dikenal akrab dengan panggilan Mas Chandra dan memiliki latar belakang pendidikan serta pengalaman profesional di bidang teknologi dan bisnis sebelum terjun ke politik.
Pada awal kariernya, Chandra bekerja di PT PLN (Persero) bagian IT dari tahun 2001 hingga 2005, lalu mendirikan perusahaan di bidang teknologi informasi di Pati. Pada 2007, ia merambah ke sektor perikanan dengan mendirikan CV Dua Putra, yang kemudian berkembang menjadi PT Dua Putra Utama Makmur Tbk pada 2015, menunjukkan pengalaman panjangnya sebagai pengusaha.
Risma Ardhi Chandra baru terjun ke dunia politik pada 23 Agustus 2024 dengan bergabung di Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), relatif sebagai pendatang baru di panggung politik nasional. Masuknya ia ke PKB diikuti dengan pencalonannya sebagai calon Wakil Bupati Pati pada Pilkada Pati 2024, mendampingi calon Bupati Sudewo.
Pasangan Sudewo – Chandra berhasil memenangkan Pilkada dengan perolehan sekitar 53,5 persen suara dari total suara sah. Seperti diketahui, keduanya dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto pada 20 Februari 2025 untuk masa jabatan 2025–2030.
Sebagai pejabat publik, Chandra juga memiliki catatan harta kekayaan yang dilaporkan dalam Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) per 11 atau 18 April 2025, dengan total kekayaan sekitar Rp3,89 miliar. Kekayaannya terdiri dari aset tanah dan bangunan, kendaraan, harta bergerak lainnya, serta kas dan setara kas, jumlah yang jauh lebih rendah dibandingkan kekayaan Sudewo yang mencapai puluhan miliar rupiah.
Tantangan dan Harapan
Dalam kapasitasnya sebagai Plt Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra harus menjalankan tugas-tugas pemerintahan daerah, menjaga stabilitas birokrasi, meningkatkan pelayanan publik, serta mengoordinasikan agenda pembangunan dan penanganan kondisi darurat, termasuk isu bencana yang sempat melanda Kabupaten Pati. Komitmennya adalah menjaga integritas dan akuntabilitas tata kelola pemerintahan di tengah tantangan politik dan hukum yang dihadapi oleh kepala daerah sebelumnya.
Jurnalis digital yang menaruh perhatian besar pada perkembangan teknologi dan komunikasi. Ia senang membaca jurnal ilmiah, mencoba aplikasi baru, dan melakukan riset kecil untuk mempertajam analisis. Hobinya termasuk bermain catur dan mendengarkan musik klasik. Motto: "Pemahaman mendalam menghasilkan berita yang bernilai."











