Damai Hari Lubis, Tersangka Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Datang ke Surakarta
Damai Hari Lubis, seorang penulis dan pengamat hukum yang juga pernah menjabat sebagai Ketua Divisi Hukum PA 212, kembali mencuri perhatian publik. Ia dikenal sebagai tokoh yang aktif dalam berbagai isu sosial dan politik di Indonesia. Dalam kasus tudingan ijazah palsu Presiden Joko Widodo (Jokowi), Damai Hari Lubis menjadi tersangka bersama dengan Eggy Sudjana.
Kedua tersangka ini mendadak datang ke Kota Surakarta, Jawa Tengah. Mereka bertemu dengan Jokowi dalam konteks yang masih belum jelas. Menurut informasi yang beredar, pertemuan tersebut dilakukan dengan didampingi kuasa hukum Elida Netti, serta beberapa tokoh lain seperti Ketua Umum Relawan Jokowi (ReJo) Darmizal dan Sekjen ReJo Rakhmad.
Meski begitu, hingga saat ini belum ada konfirmasi resmi mengenai tujuan dari kedatangan mereka. Beberapa pihak menyebarkan rumor bahwa kedatangan Damai Hari Lubis dan Eggy Sudjana untuk berdamai. Namun, hal ini belum dapat dipastikan.
Elida Netti, kuasa hukum kedua tersangka, menyatakan bahwa ijazah Jokowi merupakan asli dari Universitas Gadjah Mada (UGM). “Yang jelas ijazah itu asli. Asli ijazah,” ujar Elida, yang mengaku sempat menyentuh ijazah yang diklaim milik Jokowi di Polda Metro Jaya.
Dalam perkara ini, Damai Hari Lubis dan Eggy Sudjana dijerat dengan beberapa pasal hukum. Antara lain Pasal 310 tentang pencemaran nama baik dan fitnah, Pasal 311 tentang fitnah, Pasal 160 KUHP mengenai menghasut, serta Pasal 27A juncto Pasal 45 Ayat (4) dan/atau Pasal 28 Ayat 2 juncto Pasal 45A Ayat 2 UU ITE.
Profil Lengkap Damai Hari Lubis
Damai Hari Lubis dikenal sebagai tokoh yang sering menyuarakan pandangan dengan perspektif hukum, keadilan sosial, dan kritik terhadap kebijakan pemerintah yang dianggap merugikan rakyat kecil. Tulisan-tulisannya berfokus pada isu-isu penting seperti politik kekuasaan, ketidakadilan, dan supremasi hukum.
Dalam kariernya, ia juga dikenal sebagai aktivis dan pengamat hukum pidana dan politik. Ia pernah menjadi Koordinator Koalisi Ulama, Habaib dan Pengacara Anti Penodaan Agama (KUHAP APA) dan aktif dalam berbagai pergerakan sosial-politik. Selain itu, ia sering tampil sebagai pembicara dan komentator yang menyoroti kejanggalan dalam penanganan hukum di Indonesia, serta memberikan kritik pedas terhadap berbagai kebijakan negara.
Damai Hari Lubis juga menjadi Ketua Aliansi Anak Bangsa dan Ketua Korlabi, serta dikenal sebagai tokoh yang aktif dalam kelompok-kelompok yang memperjuangkan keadilan dan transparansi politik. Ia menonjol sebagai figur yang berorientasi pada rakyat dengan tajam menyuarakan kepentingan umum melalui tulisan, orasi, dan kegiatan aktivisme.

Pernah Melaporkan Jenderal Dudung Abdurachman
Damai Hari Lubis pernah melaporkan Jenderal (Purn) Dudung Abdurachman ke Pusat Polisi Militer Angkatan Darat (Puspomad). Saat itu, Dudung masih menjabat sebagai Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD). Ia dilaporkan oleh Damai Hari Lubis karena statemennya yang menyebut Tuhan bukan orang Arab. Ucapan tersebut dianggap menyinggung umat agama tertentu.
“Jadi tidak sepantasnya secara etika dan secara hukum,” kata Damai dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Minggu (30/1/2022). Dalam pandangan Damai, ucapan yang disampaikan Dudung tidak elok. Menurutnya, pernyataan Dudung juga sarat dengan tindak pidana formil dan mengandung delik umum. Artinya, kata dia, tidak perlu dilaporkan pun aparat yang berwenang bisa untuk mengusut atau memproses Dudung secara due proccess atau ketentuan yang berlaku.
Sempat Minta Prabowo Subianto Mundur dari Jabatan Menhan
Damai Hari Lubis sempat menjadi sorotan ketika ia meminta Prabowo Subianto mundur dari jabatannya sebagai Menteri Pertahanan di Kabinet Indonesia Maju pada 2020. Saat itu, ia menjadi Ketua Divisi Hukum PA 212 dan menilai Prabowo terlalu lembek dalam menyikapi masuknya kapal-kapal China ke zona ekonomi eksklusif Indonesia di Laut Natuna Utara.
Desakan itu ditanggapi santai oleh Prabowo. “Oh begitu, silakan saja bicara, kita kan negara demokrasi, orang boleh bicara apa aja,” ujar Prabowo Subianto di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (9/1/2020). Meskipun demikian, Prabowo menegaskan akan tetap menjaga kedaulatan NKRI.
Biodata Damai Hari Lubis
Nama: Damai Hari Lubis
Profesi: Penulis, aktivis, pengamat hukum pidana dan politik
Fokus Tulisan: Politik kekuasaan, ketidakadilan, supremasi hukum, serta kritik kebijakan pemerintah
Aktivisme:
Koordinator Koalisi Ulama, Habaib, dan Pengacara Anti Penodaan Agama (KUHAP APA)
Ketua Aliansi Anak Bangsa
* Ketua Korlabi
Peran Publik: Pembicara dan komentator isu hukum, sosial, serta politik di Indonesia











