Gowa dalam Sorotan: Berita Terkini, Cerita Menarik

Warga Kumpulkan Rp15 Juta via TikTok Perbaiki Jalan Desa, Meski Pemkab Punya Rp1,5 Miliar

Aksi Warga Sumenep dan Mamasa Perbaiki Jalan Rusak dengan Swadaya

Di tengah kondisi jalan yang rusak parah di beberapa daerah, warga Desa Pragaan Laok, Kecamatan Pragaan, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, mengambil inisiatif untuk memperbaikinya secara mandiri. Aksi ini viral di media sosial setelah warga menggunakan siaran langsung (live) TikTok untuk mengumpulkan dana perbaikan jalan.

Jalan poros desa yang rusak sepanjang 250 meter ini telah menjadi masalah selama bertahun-tahun. Kerusakan tersebut membuat jalur vital bagi aktivitas pertanian, pendidikan, dan ekonomi masyarakat menjadi tidak aman. Koordinator warga, Abusairi, mengatakan bahwa kerusakan jalan sudah terjadi lebih dari satu dekade dan bahkan membahayakan pengendara, khususnya anak-anak yang berangkat ke sekolah.

Untuk sementara waktu, warga menambal lubang dengan pasir dan sirtu, serta menggunakan rabat beton sederhana di titik paling rawan. Semua biaya perbaikan berasal dari iuran warga dan donasi lewat live TikTok, dengan total dana sekitar Rp 15 juta. Meski demikian, anggaran yang diterima oleh Desa Pragaan Laok melalui Dana Desa dalam lima tahun terakhir mencapai total Rp 7,03 miliar, yang seharusnya bisa digunakan untuk pembangunan infrastruktur dasar, termasuk jalan.

Abusairi menegaskan bahwa hingga hampir satu dekade Dana Desa digulirkan, jalan poros desa belum tersentuh pembangunan. Hal ini memicu warga untuk bertindak demi keselamatan dan kelancaran aktivitas sehari-hari.

Peristiwa Serupa di Daerah Lain

Tidak hanya di Sumenep, aksi serupa juga terjadi di Desa Talipukki, Kecamatan Mambi, Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat. Jalan rusak di wilayah ini tidak kunjung diperbaiki oleh pemerintah, sehingga warga memilih untuk memperbaikinya sendiri.

Para warga bergotong royong memperbaiki jalan yang rusak parah dengan alat seadanya. Mereka menggali ruas jalan agar genangan air dapat mengalir dan tak lagi membahayakan pengguna jalan. Aksi ini merupakan bentuk protes warga kepada pemerintah yang dinilai tidak peduli terhadap kondisi jalan di wilayah mereka.

Genangan air di jalan membuat badan jalan berlubang dan menyerupai kubangan kerbau, yang rawan menyebabkan kecelakaan. Salah satu warga, Nurdin, mengaku bahwa kondisi jalan rusak ini menyebabkan hampir setiap hari ada pengendara yang jatuh karena terperosok. “Sudah rusak bertahun-tahun dan sudah berulang kali diadukan ke pemerintah, tapi tak kunjung ada perbaikan,” ujar Nurdin.

Jalan yang rusak ini merupakan akses utama penghubung Kabupaten Polman, Majene, dan Mamasa dengan panjang kerusakannya diperkirakan lebih dari dua kilometer. Jalur ini juga satu-satunya akses dari Kota Mamasa menuju Desa Pamoseang dan Desa Indo Banua. Kondisi jalan semakin diperparah saat musim hujan, dengan air menggenang di lubang-lubang besar, membuat jalanan licin dan rawan kecelakaan.

Beberapa ruas jalan bahkan tidak memiliki penerangan malam hari, memperbesar risiko bagi pengendara. Warga berharap ada tindakan nyata dari pemerintah daerah untuk memperbaiki kondisi jalan tersebut. Apalagi hal itu menyangkut keselamatan dan kelancaran aktivitas masyarakat. “Kalau dibiarkan terus seperti ini, kecelakaan akan terus terjadi dan aktivitas warga semakin terganggu,” kata Nurdin.

Kesimpulan

Aksi warga di Desa Pragaan Laok dan Desa Talipukki menunjukkan bahwa ketidakpuasan terhadap pemerintah yang tidak responsif terhadap kondisi jalan rusak telah memicu inisiatif swadaya. Dengan memanfaatkan platform digital seperti TikTok, warga berhasil mengumpulkan dana untuk perbaikan jalan. Namun, hal ini juga mengungkapkan kekhawatiran terhadap penggunaan Dana Desa yang seharusnya digunakan untuk pembangunan infrastruktur dasar. Tindakan nyata dari pemerintah daerah sangat dibutuhkan untuk menjaga keselamatan dan kenyamanan masyarakat.

Halwa Futuhan

Penulis yang rajin memberitakan kegiatan masyarakat lokal dan peristiwa lapangan. Ia gemar berkunjung ke pasar tradisional, memotret aktivitas warga, dan mencatat percakapan menarik. Hobinya termasuk mendengar musik tempo dulu. Motto: “Cerita kecil sering kali memiliki dampak besar.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *