Gowa dalam Sorotan: Berita Terkini, Cerita Menarik
Bisnis  

Mahkota EV Bergeser, BYD Jadi Raja Mobil Listrik Dunia, Tumbangkan Tesla

Perubahan Kekuasaan di Industri Kendaraan Listrik

Industri kendaraan listrik global mengalami pergeseran signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Dominasi Tesla sebagai produsen mobil listrik terbesar dunia kini mulai goyah, setelah BYD asal Tiongkok berhasil mengungguli Tesla secara tahunan. Hal ini menandai awal dari perubahan besar dalam dinamika pasar otomotif global.

Pada tahun 2025, Tesla mencatat penurunan penjualan sebesar 8,6 persen, yang merupakan penurunan kedua berturut-turut. Sementara itu, BYD berhasil meningkatkan penjualannya secara pesat dan untuk pertama kalinya mampu melampaui Tesla secara keseluruhan. Pertumbuhan BYD didorong oleh ekspansi agresifnya, terutama di pasar Eropa, serta strategi pemasaran yang efektif.

Faktor Penyebab Penurunan Penjualan Tesla

Beberapa faktor memengaruhi penurunan penjualan Tesla. Pertama, berakhirnya kredit pajak kendaraan listrik federal AS sebesar 7.500 dolar AS menjadi salah satu penyebab utama. Sebelum kebijakan tersebut dihentikan, konsumen cenderung membeli kendaraan listrik dengan harapan mendapatkan insentif. Setelahnya, permintaan menurun drastis.

Selain itu, persaingan yang semakin ketat juga memberikan tekanan berarti bagi Tesla. Pabrikan-pabrikan seperti BYD, Volkswagen, dan BMW terus memperkuat posisi mereka di pasar global. Di Eropa, misalnya, pendaftaran Tesla menurun di sebagian besar negara, meskipun sempat naik di Norwegia.

Perspektif Investor dan Masa Depan Tesla

Di pasar modal, respons investor terhadap penurunan penjualan Tesla tidak sepenuhnya negatif. Saham Tesla turun sekitar dua persen dalam perdagangan sore, tetapi banyak investor tetap percaya pada masa depan perusahaan. Fokus mereka lebih tertuju pada proyek-proyek inovatif seperti Optimus (robot humanoid), Robotaxi, dan pengembangan AI fisik.

“Investor sangat fokus pada masa depan Tesla sehingga mereka mengabaikan angka pengiriman. Ini tentang Optimus, Robotaxi, dan AI fisik,” ujar Dennis Dick, pedagang di Triple D Trading yang juga memiliki saham Tesla.

Meski penjualan turun, Tesla masih mencatat peningkatan harga saham sebesar 11,4 persen sepanjang tahun 2025. Hal ini turut meningkatkan kekayaan Elon Musk, meskipun dari sisi penjualan kendaraan, 2025 tetap menjadi tahun dengan penurunan terbesar bagi Tesla.

Strategi Tesla untuk Menjaga Pangsa Pasar

Untuk menjaga volume penjualan, Tesla meluncurkan versi “Standar” dari Model Y dan Model 3. Harga model baru ini lebih murah sekitar 5.000 dolar AS dibandingkan varian dasar sebelumnya. Langkah ini ditujukan untuk menarik konsumen Eropa yang semakin sensitif terhadap harga. Meski demikian, langkah ini tidak sepenuhnya memuaskan sebagian investor yang berharap penurunan harga lebih agresif atau hadirnya model massal baru.

Pertumbuhan BYD di Pasar Global

Sementara itu, BYD mencatat pertumbuhan luar biasa. Pada tahun 2025, penjualan BYD di luar China mencapai rekor satu juta kendaraan, meningkat sekitar 150 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Perusahaan ini menargetkan penjualan hingga 1,6 juta kendaraan di luar China pada 2026, meskipun belum merinci target penjualan global secara keseluruhan.

BYD juga aktif dalam pengembangan teknologi kendaraan listrik dan energi terbarukan. Perusahaan ini telah memasang 14,2 GWh produk penyimpanan energi sepanjang tahun, menjadi rekor tertinggi dalam sejarahnya.



Logo Tesla terlihat di mobil taksi Paris di Paris, Prancis. – (REUTERS)



Sesi Agility Station BYD Atto 1 oleh awak media di De Tjolomadoe, Karanganyar, Jawa Tengah.

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *